seorang covivert mampu bekerja produktif dalam suasana yang terisolasi
(Foto: Freepik.com)

Sabigaju.com – Meski perkantoran sudah mulai di buka, namun tak sedikit perusahaan yang masih menerapkan work from home alaias WFH bagi karyawannya hingga wabah corona bernar benar mereda.

Tidak semua orang menikmati WFH karena dalam praktiknya menyulitkan. Tapi, ada sekelompok orang yang tampaknya malah berkembang dalam situasi yang serba tidak pasti ini.

Jika kamu termasuk tipe cowok yang begitu produktif di masa WFH saat pandemi ini? Bisa jadi kamu seorang covivert. Simak gaes penjelasannya.

BACA JUGA: Ambivert yang Membingungkan, Si Pemalu yang Suka Bergaul

Pandemi Lahirkan Covivert

Menurut Nikki Vergara yang merupakan lulusan Magister Psikologi Positif Terapan dan salah satu pendiri dari Positive Workplaces, orang-orang ini disebut sebagai covivert.

Selain Nikki, motivator bersertifikat Gallup, Clifton Esteban, juga mengakui bahwa pandemik ini telah melahirkan berbagai covivert.

Jika para ekstrovert bergulat dengan kurangnya interaksi tatap muka, sementara introver berjuang ketika dihadapkan tanpa rutinitas sehari-hari.  Para penyintas yang mengacu pada kombinasi keterampilan introvert dan ekstrovert bisa dibilang beruntung.

Mereka disebut menghargai kebebasan baru mereka, waktu pribadi, dan kekuatan yang mereka miliki saat ini dalam sosialisasi virtual di mana mereka tidak dipaksa untuk berinteraksi.

“Kepribadian ini dalam situasi normal mungkin dikenal sebagai ambivert. Mereka menunjukkan fleksibilitas antara kedua ekstrem, tergantung pada konteksnya.

Ambivert akan sering bertanya-tanya apakah mereka ekstrover atau introver tanpa mengakui mereka berada di suatu tempat tepat di tengah, mereka akhirnya mungkin menyadari di mana mereka jatuh setelah dipaksa ke lingkungan baru ini,” kata vergara.

BACA JUGA: Memahami Tipe Kepribadian Extrovert, Introvert, dan Ambivert

Seorang covivert menghargai tidak ditekan untuk berkomunikasi dengan semua orang. Namun, covivert akan menghabiskan sepanjang hari untuk mengobrol jika diperlukan. Ketika kamera dimatikan, mereka benar-benar membenamkan diri dalam hobi di rumah seperti memasak atau melukis.

“Anda menikmati kesendirian yang ditawarkan oleh isolasi ini,” ujar Clifton menimpali. “Bahkan menggunakan waktu ini sebagai momen untuk merenung, dan mengenal diri Anda lebih banyak, sambil memahami dunia.”

Sama seperti kepribadian lainnya, covivert juga mempunyai tantangan yaitu mereka dipaksa untuk “berhadapan muka” dengan diri mereka sendiri.

Mereka tidak dapat melarikan diri ke tempat lain, lingkungan baru, atau kegiatan yang bisa membuat mereka melupakan hal-hal yang menggangu.

Kadang-kadang, mereka akan “mematikan” pikiran mereka dengan melihat-lihat media sosial atau menjelajahi internet tanpa banyak berpikir.

BACA JUGA: Perilaku Seorang Introvert yang Kerap Disalahartikan Oleh Banyak Orang

Covivert di Masa Depan

Vergara menambahkan bahwa karantina selama wabah ini adalah ruang yang sempurna untuk introspeksi atau mengasah sisi introver mereka. Sehingga, mereka bisa lebih siap ketika harus kembali ke keadaan normal.

“Anda sekarang dapat menggunakan pelajaran ini untuk mendapatkan perspektif tentang bagaimana menghadapi dunia eksternal mulai sekarang,” kata Nikki.

Mungkin kamu menyadari bahwa sebenarnya  tidak perlu menghabiskan seluruh waktu dan uang untuk keluar di akhir pekan, hobi menyendiri memberimu ketenangan.

Para covivert sekarang dapat berbagi pelajaran ini dengan orang lain, dengan harapan membangun dunia yang lebih baik, lebih terhubung  Bagaimanapun, satu-satunya hal yang konstan di dunia ini adalah perubahan – jadi rengkuhlah selagi bisa. (Sbg/Rig)

Comments