Makanan Olahan
(Sumber Foto: news.sky.com)

Sabigaju.com – Hingga kini banyak orang yang  tidak menyadari bahwa makanan olahan yang dibeli dari supermarket berpotensi menyebabkan kematian dini bagi orang yang terlalu banyak mengonsumsinya.

Makanan olahan Sama sekali bukan hal yang asing. Mulai dari roti yang diproduksi masal, berbagai cokelat kemasan, minuman bersoda hingga teh dalam kotak dan botol plastik yang beraneka aroma itu.

Bukan hanya itu, beragam bakso, nugget, mi instan dan sup dalam kantong, lauk beku dalam kotak yang siap dipanaskan, hingga semua jajanan serta minuman yang mengandung gula tinggi baik yang transparan maupun tersembunyi.

Deretan makanan olahan banyak ditemui sebagai makan instan buatan pabrik dan bahkan sudah menjadi makanan harian para kaum urban serta remaja, seperti pasta/ mie instan, sup siap saji, nugget daging, pizza instan, dan banyak lagi.

Dan kamu harus tahu bahwa panjangnya daftar makanan olahan yang dirilis belum lama ini ini bakal membuatmu membuatmu tercengang.

BACA JUGA: Bahan Makanan ini Menjadi Racun Jika Salah Cara Mengolahnya 

Bahaya Proses Makanan Olahan dan Kemasannya

Makanan olahan adalah makanan dengan rasa buatan, warna buatan, pemanis tambahan, penstabil, dan zat aditif lain untuk membuatnya terasa seperti makanan yang sesungguhnya.

Dan lebih dari itu makanan olahan ada juga yang dibuat melalui ultra proses seperti akrilamida, amino-heterosiklik, dan poli-aromatik-hidrokarbon.

Zat-zat tersebut muncul sebagai ekses pangan yang diolah dengan suhu tinggi, yang dikenal dengan reaksi Maillard.

BACA JUGA: Nih Tanda-tanda Banyaknya Racun di Dalam Tubuh

Belum lagi bahan kemasan berbahaya yang berkontak langsung dengan produk yang akan dimakan. Seperti styrofoam, ataupun material sejenis yang juga mengandung bisfenol-A, yang bisa berdampak gangguan hormonal dan risiko kanker.

Belum lagi  food additives seperti sodium nitrat dalam daging olahan atau titanium dioksida yang juga potensial menyebabkan kanker.

Kondisi Mengerikan di Indonesia

Dalam jurnal ilmiah yang diterbitkan Oxford, “Children’s exposure to food advertising on free-to-air television: an Asia-Pacific perspective” para peneliti mengambil contoh 4 negara: Tiongkok, Malaysia, Korea Selatan dan Indonesia.

BACA JUGA: Kesehatan Terancam, Bila Terlalu Banyak Menyantap Kuliner Sushi

Dari jurnal tersebut, anak-anak Indonesia terpapar iklan pangan 3-4 kali lipat lebih tinggi ketimbang tiga negara lainnya, dengan 21 iklan makanan dalam 1 jam tayang televisi.

Data mengerikan ini pastinya mempunyai latar belakang yang lebih menakutkan di baliknya. Dan yang jelas anak-anak di negeri ini dihantui kematian dini melalui kenikmatan makanan olahan.

Masihkah kita meneruskan pola hidup mencari makanan praktis. Bahkan, didapat dengan mudah hanya dengan jangkauan telepon layanan jasa antar.

Ayo kembali mengonsumsi ke makanan sesungguhnya. Makanan dari bahan mentah seperti sayur, buah, atau daging yang diolah lewat proses pemasakan  yang benar dan sehat. (Sbg/Rig)

Comments