MMakan Bersama Orang Dekat
(Foto: Pexels)

Sabigaju.com – Makan bersama orang dekat adalah salah satu kegiatan yang bisa menjadi aktivitas merekatkan hubungan kamu dengan keluarga, pasangan, bahkan teman-teman sekelilingmu.

Apalagi buat kamu yang kini sudah memasuki usia dewasa sekarang, banyak dari kita hidup sendiri, jauh dari keluarga.

Sibuknya kegiatan dan pekerjaan dan jarang memiliki waktu bersama keluarga. Makan dengan  orang dekat tentu adalah hal yang sangat dirindukan bukan?

Saat makan bersama orang dekat, biasanya banyak tawa, curhat dan banyak hal menyenangkan lain yang akan muncul, pokoknya mengasyikan.

Dan biasanya nih saat kamu bersama orang dekat porsi makan kamu bakal lebih banyak dari biasanya. Ini bukan mitos ini tapi fakta ilmiah.

BACA JUGA: Kenapa Banyak Orang Nggak Doyan Makan Sayur?

Penelitian Porsi Makan meningkat  saat bersama orang Dekat

Dalam Sebuah studi meta-analisis yang diterbitkan dalam The American Journal of Clinic Nutrition menunjukkan, setiap orang cenderung makan lebih banyak ketika makan bersama orang dekat seperti teman teman atau keluarga

Para peneliti menyebut fenomena itu sebagai fasilitasi sosial. Studi sebelumnya menemukan, mereka yang makan dengan orang terdekat akan makan hingga 48 persen lebih banyak biasanya.

Penelitian itu mengungkapkan bahwa kecenderungan untuk makan lebih banyak saat dengan orang dekat bukanlah mitos, karena ada penjelasan ilmiahnya.

Dalam upaya untuk menjelaskan fenomena ini, para peneliti dari University of Birmingham, University of Bristol, Inggris, dan University of New South Wales di Australia menganalisis 42 ulasan jurnal tentang subjek tersebut.

Setelah dikaji, fenomena yang disebut fasilitasi sosial itu dapat dijelaskan oleh fakta bahwa makan dengan orang-orang terdekat pada umumnya lebih menyenangkan. Oleh karena itu, fenomena fasilitasi sosial ini bisa menjadi penyebab makan berlebih.

BACA JUGA: Menemukan Rasa Bahagia Lewat Makanan 

Pengaruh Norma dan Porsi Makan

Menurut para peneliti, norma-norma sosial yang berlaku saat ini cenderung lebih permisif (terbuka, serba membolehkan). Sehingga ketika bersama teman atau keluarga besar, dorongan untuk makan dalam jumlah besar sangatlah kuat, daripada saat makan sendiri.

“Kami menemukan bukti kuat bahwa orang makan lebih banyak saat makan dengan teman dan keluarga daripada saat sendirian,” kata Dr Helen Ruddock, pemimpin penelitian dari School of Psychology di University of Birmingham.

BACA JUGA: Mindful Eating untuk Atasi Aktivitas Makan Berlebih

Akan tetapi, kecenderungan makan banyak tidak terlihat jika makan dalam suatu kelompok yang tidak saling kenal.

Orang-orang cenderung menahan diri keinginan makannya untuk menyampaikan kesan positif kepada orang asing.

“Memilih porsi kecil mungkin dilakukan agar ia bebas melakukan ini dan itu, tanpa dibebani rasa kekenyangan. Mungkin itu penyebab mengapa fenomena fasilitasi sosial kurang terlihat di antara kelompok orang asing,” pungkas Ruddock. (Sbg/Rig)

Comments