porsi makan

Sabigaju.com – Kalau diperhatikan dengan seksama, menu makanan yang ditawarkan saat ini semakin variatif dari hari ke hari. Beragam menu makanan diolah dengan sekreatif mungkin untuk menarik perhatian dan tentunya membuat Anda ingin mencicipinya. Oleh karena itu tidak heran kalau saat ini wisata kuliner menjadi tren dan populer.

Peran media sosial juga membuat kegiatan makan tidak sekadar memenuhi kebutuhan tubuh, tetapi juga ajang untuk mencoba beragam menu baru, hingga pamer menu di akun media sosial pribadi. Dan, disadari atau tidak hal tersebut membuat kita makan lebih dari yang tubuh butuhkan. Tidak heran kalau akhirnya hal itu disebut menjadi salah satu faktor penyebab obesitas saat ini.

Kreasi Menu dan Cara Penyajian

Ada banyak menu makanan non rumahan yang saat ini bisa Anda cicipi. Mulai dari menu khas Indonesia, Asia, Italia, dan tak terhitung banyaknya. Bukan hanya soal pecel lele pinggir jalan atau warteg dengan menu khas nasi rames. Kini Anda bisa memilih menu makanan dari yang sehat hingga tidak terhingga jumlah kalorinya.

Persaingan di bidang kuliner otomatis meningkat drastis dan menuntut pelaku bisnisnya untuk menciptakan kreasi menu seunik dan semenarik mungkin. Serta, tidak lupa dilengkapi dengan cara penyajian yang instagramable hingga membuat Anda yang melihat fotonya saja bisa tiba-tiba lapar!

Nah, kreasi menu dan cara penyajian ini rupanya mempengaruhi nafsu makan seseorang. Tanpa disadari porsi makan pun bisa meningkat drastis. Belum lagi konsumsi kandungan tertentu yang bisa berlebihan, contohnya untuk Anda pecinta dessert. Menu dessert yang beragam dan disajikan dengan apik membuat Anda lebih mudah tergoda untuk mencicipinya. Berapa total gula yang dikonsumsi? Tentu terlupakan oleh nikmatnya setiap gigitan dessert favorit Anda kan?

Penyebab Obesitas adalah Porsi Makan yang Meningkat

Peningkatan porsi makan tersebut lambat laun menjadi hal yang lumrah. Apalagi saat lingkungan Anda juga mengalami hal yang sama. Bahkan ada suatu penelitian yang menunjukkan data bahwa porsi makan orang pada tahun 1960-an jauh lebih sedikit dibanding orang pada tahun 2000-an.

Tidak terbayangkan bagaimana peningkatan porsi makan tersebut mengalami peningkatan dari waktu ke waktu. Terlebih lagi saat pilihan makanan semakin beragam dan mayoritas membuat lidah kita berliur tertarik untuk mencicipinya.

Oleh karena itu, untuk Anda yang ingin menjauhkan diri dari obesitas, selalu pikirkan kalori dan kandungan gizi dari menu makanan yang ingin Anda cicipi. Anda tetap boleh mengonsumsinya, tetapi sebaiknya jangan terlalu sering. Jangan lupa, perhatikan porsi dari makanan yang Anda konsumsi.

Jika restoran favorit Anda menyajikan menu dalam porsi besar, ada baiknya Anda menjadikannya sebagai makan tengah bersama teman makan Anda. Mintalah piring yang lebih kecil untuk membagi makanan yang ada. Hal ini terlihat sepele, namun berdampak besar pada porsi makanan yang Anda konsumsi. (Sbg/Er)

Comments