Sabigaju.com – Di masa pandemi saat ini ada fakta menyedihkan dimana  banyak pria yang terbongkar melakukan poligami diam-diam dan tingginya angka pelecehan seksual terhadap wanita.

Bagaimana perilaku poligami diam-diam dan pelecehan seksual terungkap ataupun terjadi di masa pandemi ini? simak ulasannya berikut ini

BACA JUGA: Kesal or Tambah Sayang Pasangan, Dua Sisi Stay at Home

Poligami Diam-diam

Dunia terhenyak saat Negeri  China  dikabarkan mengalami peningkatan angka perceraian karena banyak orang yang merasa pasangannya menyebalkan setelah mereka menghabiskan lebih banyak waktu bersama selama lockdown.

Kini, situasi yang sama terjadi di Arab Saudi. Namun, dengan alasan yang benar-benar berbeda.

Selama saat diterapkan karantina dan lockdown, perceraian di Arab Saudi meningkat tajam hingga 30 persen karena para istri menemukan bahwa mereka sebenarnya ada dalam pernikahan poligami. Dengan kata lain, suami mereka memiliki istri lain.

Ilustrasi Poligami Diam-diam
(Foto: Freepik.com)

Tercatat ada lebih dari 7.000 pernikahan yang mengajukan perceraian. Khususnya, pengajuan untuk ‘khula’, proses Islam di mana istri bisa menceraikan suami.

Berikut ini ada beberapa fakta menarik dari laporan tersebut.

Sebanyak 52 persen permintaan dan kasus perceraian datang dari kota Mekkah dan Riyadh. Sebagian besar wanita yang memohon perceraian adalah karyawan, pebisnis, dan dokter wanita.

Angka pernikahan sebenarnya meningkat 5 persen dibanding bulan yang sama tahun lalu, dengan 13 ribu pernikahan telah dilaksanakan dan didaftarkan secara online.

Perceraian merupakan fakta menyedihkan ketika pernikahan dan keluarga terpecah dalam angka yang tinggi.

BACA JUGA: Cowok Sejati itu Tidak Melakukan Pelecehan Seksual Terhadap Perempuan! 

Pelecehan seksual Terhadap Wanita di Kantor

Selain perilaku itu, ternyata ada peristiwa menakutkan terjadi di perkantoran terkait pemberlakuan sistem gantian masuk selama pandemi Virus Corona atau COVID-19.

Pelecehan seksual terhadap para karyawati bermunculan seiring kondisi kantor mereka yang sepi. Dan ironinya, pelakunya adalah bos-bos pria mereka sendiri.

Fakta ini diiungkap oleh filmmaker, Edward Suhadi melalui rangkaian kicaunya di Twitter, Senin 8 Juni 2020.

Edward menuliskan, dia mendapatkan informasi pelecehan seksual itu dari seorang temannya yang berprofesi sebagai psikolog. Namun kasus ini tak mencuat ke publik karena para korban mendapat ancaman dari pelaku.

Bentuk pelecehan seksualnya beragam, mulai dari sentuhan fisik hingga dipaksa untuk berciuman.

(Foto: Twitter.com/@edwardsuhadi)

BACA JUGA: Cara Benar Memperlakukan Wanita di Tempat Kerja

“Seorang teman psikolog yang praktek online cerita (anonim tentunya) bahwa kini bermunculan kasus-kasus pelecehan seksual di tempat kerja, karena kantor yang sepi yang disebabkan sistem gantian masuk. Sentuhan fisik, dipaksa cium. Power abuse oleh atasan, diancam enggak boleh cerita,” tulisnya.

Menurut Edward dia mengungkapkan kasus pelecehan seksual terhadap wanita  ini bukan untuk mencari sensasi. Tapi semata untuk melindungi para karyawati yang menjadi korban pelecehan seksual itu. Dan sekaligus mengingatkan pemilik perusahaan untuk meningkatkan pengawasan.

“Saya share ini bukan untuk sensasi, tapi semoga bisa jadi pengingat buat siapapun kita untuk speak up dan melindungi (biasanya mereka ketakutan sekali) dan terutama buat para bos/ owner/ manager untuk memastikan hal ini tidak terjadi di tempat kerja kalian,” tulisnya.

Sayangnya, Edward tak menjelaskan apakah pelecehan seksual itu terjadi di perkantoran di Jakarta atau daerah lainnya, yang jelas terjadi di Indonesia. (Sbg/Rig)

Comments