mengonsumsi Salad sebagai pola makan sehat
(Foto: pexels.com)

Sabigaju.com – Salah satu hal yang bisa dilakukan untuk memiliki kondisi tubuh yang sehat serta panjang umur adalah dengan rutin menerapkan pola makan sehat.

Orang-orang yang tinggal di blue zone atau zona biru – lima wilayah di dunia yang memiliki populasi paling lama hidup dan dalam kondisi sehat, yaitu: – Okinawa, Jepang – Sardinia, Italia – Nicoya, Costa Rica – Icaria, Yunani – Loma Linda, California memiliki pola makan tertentu. .

Para penduduk di lokasi tersebut memiliki beberapa kesamaan dalam kebiasan pola makan mereka, Dan beberapa metode pola makan mereka untuk berumur panjang dapat dengan mudah diterapkan pada gaya hidup siapapun. Berikut ulasannya:

BACA JUGA: Makan Siang Pekerja Kantoran, Pilih yang Paling Aman 

1. Pola Makan Berbasis Tumbuhan

Orang-orang yang tinggal di Zona Biru telah mempraktikkan plant based diet selama beberapa generasi. Mereka gemar mengonsumsi makanan nabati 90 hingga 100 persen tanpa keraguan.

Plant based diet telah terbukti ramah jantung, usus, dan ramah otak. Selain itu, sayuran, biji-bijian dan makanan nabati lainnya memiliki lebih sedikit jejak karbon dibandingkan dengan daging dan susu.

2. Banyak Karbohidrat

Orang-orang di Blue Zones biasanya mengonsumsi sekitar 65 persen kalori harian mereka dalam bentuk karbohidrat. Ini masuk akal karena satu alasan, karbohidrat biasanya hadir dengan banyak serat pengisi usus, selain vitamin dan mineral yang dibutuhkan oleh tubuhmu agar berfungsi optimal.

Namun, karbohidrat yang mereka konsumsi bukanlah karbohidrat olahan seperti yang ditemukan dalam roti putih atau dalam makanan manis, tetapi karbohidrat yang berasal dari biji-bijian, sayuran hijau, kacang-kacangan, dan sumber-sumber alami lainnya.

Kacang, khususnya, mengalahkan semua jenis karbohidrat lainnya. Rutin makan secangkir kacang, menambah empat tahun harapan hidup.

BACA JUGA: Kuliner Yogurt Tingkatkan Kepuasan Hidup 

3. Makan Daging Sesekali

Kuliner daging aging dianggap sebagai makanan perayaan di Zona Biru dan biasanya hanya dimakan sekitar lima kali per bulan. Orang-orang yang tinggal di komunitas ini biasanya sangat disiplin membatasi porsi daging.

Mereka tidak akan makan daging lebih besar dari ukuran setumpuk kartu atau sekitar 3 ons. Ini masuk akal, jika dilihat dari perspektif ilmiah, daging mungkin mengandung protein, vitamin B, dan zat besi yang tersedia, tetapi terlalu banyak daging dapat menyebabkan masalah kesehatan seperti penyakit kardiovaskular dan kanker kolorektal.

Selain itu, asupan daging yang lebih tinggi pada pria dan wanita telah dikaitkan dengan tingkat kanker yang lebih tinggi dan semua penyebab kematian.

4. Hanya Minum Air, Kopi, dan Anggur

Orang yang tinggal di Blue Zone punya kebiasaan minum enam gelas air sehari, ditambah kopi di pagi hari, dan segelas anggur untuk makan malam.

Ini berarti merekat idak mengonsumsi soda dan sangat sedikit mengonsumsi minuman manis lainnya.

BACA JUGA: Mengapa Kita Terpikat Kuliner Tak Sehat Saat Stay at Home?

5. Mirip Puasa Intermiten

Mereka yang tinggal di Blue Zone adalah pelaku diet yang menerapkan pola makan dengan cara yang mirip dengan apa yang disebut puasa intermiten.

Mereka sarapan seperti raja, makan siang seperti pangeran, dan makan malam seperti orang miskin.

Mreka cenderung makan semua kalori mereka dalam jendela delapan jam, menyisakan 16 jam agar sistem pencernaan mereka beristirahat. Ini berarti mereka makan lebih banyak pada saat sarapan dan makan malam lebih sedikit dan tidak makan larut malam. (Sbg/Rig)

Comments