Sabigaju.com – Piknik ke Yogjakarta sangat tidak lengkap rasanya kalau tidak ke Keraton Ngayogyakarta Hadiningrat atau sering disebut Keraton Yogyakarta.

Ikon Kota Yogyakarta ini, terletak di pusat kota diantara aliran Sungai Winongo dan Code. Bukan hanya menjadi salah satu ikon Kota Yogya, Keraton juga menjadi pusat perhatian para wisatawan lokal ataupun internasional, karena di Keraton banyak cerita dan peninggalan-peninggalan bersejarah yang sangat menarik untuk diketahui.

Nah pada Jumat, (7/7), Tim Sabigaju dan para peserta #sabipiknik berkesempatan mengunjungi Keraton bersejarah yang masih berfungsi sebagai tempat tinggal Sultan dan rumah tangga istananya yang masih menjalankan tradisi kesultanan hingga saat ini.

Tim Sabigaju dan para peserta #sabipiknikYK (Foto By Sabigaju)

Keraton Yogyakarta mulai didirikan oleh Sultan Hamengku Buwono I, pendiri Kesultanan Ngayogyakarta Hadiningrat, beberapa bulan pasca Perjanjian Giyanti pada tahun 1755. Lokasi keraton ini konon adalah bekas sebuah pesanggarahan yang bernama Garjitawati. Versi lain menyebutkan lokasi keraton merupakan sebuah mata air, Umbul Pacethokan, yang ada di tengah hutan Beringan.

Sri Sultan Hemengku Buwono I (Image by : keraton.perpusnas.go.id)

Adapun Arsitek kepala pembangunan keraton adalah juga sang Sultan Hamengkubuwono I. Keahliannya dalam bidang arsitektur dihargai oleh ilmuwan berkebangsaan Belanda, Theodoor Gautier Thomas Pigeaud dan Lucien Adam.

Sebagian kompleks keraton merupakan museum yang menyimpan berbagai koleksi milik kesultanan, termasuk berbagai pemberian dari raja-raja Eropa, replika pusaka keraton, dan gamelan. Dari segi bangunannya, keraton ini merupakan salah satu contoh arsitektur istana Jawa yang terbaik, memiliki balairung-balairung mewah dan lapangan serta paviliun yang luas.

Keraton Yogyakarta (Instagram koko_jerickho)

Kalau temen-temen ke Keraton, nanti bakalan ada Tour Guide yang akan menjelaskan semua yang ada di Keraton, dari mulai bangunan, tempat, benda-benda peninggalan dan acara yang masih ada di Keraton sampai saat ini.

Alat musik tua dan bersejarah keraton Yogya (Instagram rharykesuma)

Unsur adat jawa dan kerajaan terasa sangat kental terlebih ketika kami berjalan menyusuri sekitaran Keraton, karena masih banyak para Abdi Dalem yang masih mengabdi pada Sri Sultan HB. Selain itu, ada Adat mengganti dan membuat teh untuk leluhur, dari dulu sampai sekarang, prosesi itu dilakukan pada pukul 11.00 WIB di dalam Keraton.

Para Abdi Dalem Keraton Yogyakarta (Instagram adamsurd)

Keraton adalah tempat yang pas banget untuk berwisata sambil belajar sejarah yang ada di Indonesia, selain itu suasananya juga sangat nyaman, dan teduh. Pasti ga akan nyesel kalau kesini.

Sangat menarik bukan? Nah, jadikan Keraton destinasi wajib kamu kalo lagi ke Jogja yaa! (Sbg/Rfm)

Comments
Tampilkan Lebih Banyak Artikel Terkait
Tampilkan Lebih Banyak nimadgaju
Tampilkan Lebih Banyak Dalam SABIPIKNIK

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Lihat juga

Kota Tua, Destinasi Favorit Warga Jakarta

Sabigaju.com – Bagi warga Jakarta, akhir pekan biasanya digunakan untuk menghabiskan…