Kota Ternate dengan latar belakang Gunung Gamalama. (Foto Instagram timurtokat232421)
Kota Ternate dengan latar belakang Gunung Gamalama. (Foto Instagram timurtokat232421)

Sabigaju.com – Wilayah Ternate, Maluku Utara tidak hanya memiliki keindahan berbagai pantai namun juga punya obyek wisata yang menakjubkan berupa gunung ataupun bukit.

Sebut saja Gunung Gamalama, Gunung Gamkonora, Gunung Ibu dan Gunung Dakona serta tak ketinggalan Gunung Kie Besi.

Nah, kali ini sabigaju mau kasih info buat para pembaca tentang keindahan dan pesona luar biasa yang dimiliki Gunung Gamalama. Simak ulasannya berikut ini.

Gunung Gamalama Gunung Keramat?

Gunung Gamalama memiliki ketinggian mencapai 1.715 meter di atas permukaan laut dengan hutan hijau lebat mencapai ketinggian 1.500 meter. Hal yang menarik dari Gunung Gamalama adalah bentuknya yang kerucut dan merupakan keseluruhan bagian dari Pulau Ternate.

Nama Gunung Gamalama berasal dari kata Kie Gam Lamo yang berarti “Negeri yang Besar” dan menjadi simbol kebesaran bangsa yang mendiami Pulau Ternate.

Oleh masyarakat setempat, Gunung Gamalama dipercaya memiliki banyak nilai-nilai keramat. Tak heran jika banyak mitos yang beredar, dan semakin memperkuat kekeramatan gunung ini.

Di dalam masyarakat Ternate sendiri, terdapat sebuah ritual mengelilingi Gunung Gamalama, yakni ritual bernama Kololi Kie alias upacara penghormatan terhadap para leluhur Ternate yang diadakan sekali dalam setahun, tepatnya setiap bulan April.

Saat ritual ini berlangsung masyarakat mengelilingi Gunung Gamalama, seraya memanjatkan doa untuk memohon keselamatan dan kesejahteraan rakyat Ternate.

Mendaki Gunung Gamalama harus Genap?

Hingga saat ini, gunung ini Gamalama telah meletus sebanyak  lebih dari 70 kali. Enam di antaranya, menyebabkan bencana alam, yakni pada tahun 1771—1772 yang menewaskan sekitar 30 orang, sekitar 1.300 orang yang tewas akibat gelombang badai yang disebabkan letusan di tahun 1775, dan letusan di tahun 1962 memakan korban sekitar lima orang. Terakhir kali, gunung ini memuntahkan isi perutnya pada tahun 2003 namun tidak memakan korban.

Meski terkesan berbahaya, namun Gamalama menyimpan pesona kecantikan yang luar biasa. Maka, tak heran jika banyak para penjelajah alam yang sangat tertarik untuk mendaki gunung ini.

BACA JUGA: Menengok Keindahan Danau Tiga Warna di Puncak Gunung Kelimutu

Hamparan kebun cengkeh dan pala, akan menemani para pendaki selama perjalanan menuju puncak. Begitu sampai di puncak gunung, para pendaki dapat melihat landscape Pulau Ternate. Tak hanya itu, beberapa pulau lainnya, seperti Pulau Tidore, Pulau Halmahera, dan Pulau Maitara, dapat terlihat dari sini.

Untuk mendaki gunung ini tidak dikenakan biaya sepersen pun, namun para tetua adat biasanya akan menyarankan untuk berdoa terlebih dahulu sebelum mendaki dan menjaga kebersihan alam. Selain itu, para pendaki biasanya tidak diperbolehkan naik dalam jumlah ganjil karena penduduk setempat percaya jika ganjil, maka salah satu dari mereka akan celaka.

Wisata Ron Gunung Gamalama

Selain mendaki, wisatawan juga bisa mengelilingi kaki Gunung Gamalama yang disebut ron gunung yakni dengan cara menelusuri jalan lingkar di kaki Gunung ini sepanjang 44 kilometer.

Nah, wisata ini sangat menarik karena selama perjalanan akan menyaksikan berbagai objek wisata, baik berupa objek wisata pantai, panorama alam, maupun objek wisata peninggalan sejarah.

Wisata ron gunung itu mudah dijangkau, tidak membutuhkan waktu relatif lama untuk menikmatinya dan biayanya pun relatif murah. Misalnya, jika menggunakan mobil carteran hanya sekitar Rp300 ribu, sedangkan ojek sepeda motor hanya sekitar Rp100 ribu.

Adapun rute yang ditempuh adalah Kedaton Kesultanan Ternate, Benteng Toluko, yang benteng peninggalan Portugis, objek wisata Batu Angus Pantai Tobololo kemudian ke Pantai Sulamadaha yang di teruskan ke Danau Tolire

Dari Danau Tolire, objek wisata selanjutnya yang bisa disaksikan adalah Benteng Kastel. Setelah itu akan bertemu dengan objek wisata Benteng Kalamata.

Sebelum mengakhiri wisata ron gunung, wisatawan akan menyinggahi sejumlah tempat penjualan cendera mata khas Ternate di pusat Kota Ternate, seperti perhiasan besi putih, batu akik, tenun tradisional, dan aneka kuliner khas Ternate, seperti sirop pala dan bagea kanari. (Sbg/Rig)

Comments