Seorang pendaki tengah menantikan matahari terbit dari atas puncak Gunung Bawakaraeng di Sulawesi Selatan. (Foto: Istagram jejakbackpackermakassar)
Seorang pendaki tengah menantikan matahari terbit dari atas puncak Gunung Bawakaraeng di Sulawesi Selatan. (Foto: Istagram jejakbackpackermakassar)

Sabigaju.com – Salah satu wisata hijau alias wisata gunung yang dapat dilakukan di Makasar Sulawesi Selatan adalah destinasi di Gunung Bawakaraeng yang termasuk dalam wilayah Kabupaten Gowa, yang berjarak sekitar 75 km dari Kota Makassar.

Dengan ketinggiannya yang mencapai sekitar 2.830 mdpl, menjadikannya sebagai gunung tertinggi kelima di Provinsi Sulawesi Selatan. Keindahan suasana di atas puncak gunung ini benar-benar membuat mata takjub saat menyaksikannya.

Gunung ini di dominasi oleh vegetasi hutan pegunungan dengan berbagai kehidupan flora dan fauna di dalamnya. Termasuk pula dalam kawasan wilayah hutan wisata dan hutan lindung Lompo Batang.

Keindahan di Sekitar Lereng Gunung Bawakaraeng

Jalur pendakian yang sering digunakan adalah melalui Desa Lembanna yang merupakan desa terdekat untuk memulai pendakian.

Untuk menuju ke Desa Lembanna, kamu dapat menempuhnya dari pusat kota Makassar dengan naik angkot atau biasa disebut pete-pete.

Awal pendakian dari Desa Lembanna, anda akan disuguhkan dengan hamparan pemandangan ladang pertanian dan perkebunan penduduk dengan beberapa anak sungai yang mengalir jernih mengitarinya. Suasananya pun cukup asri dan sejuk.

Gunung Bawakaraeng memiliki destinasi wisata yang sangat populer di Sulawesi Selatan yaitu Lereng Malino. Objek wisata Malino ini juga disebut dengan sebutan kota bunga, dan terdapat pemandangan alam luar biasa di sana.

Terdapat berbagai spot-spot wisata di Malino seperti Lembah Biru, Air Terjun Takapala, Air Terjun Seribu Tangga dan lain-lain. Sebelum mendaki gunung Bawakaraeng, kamu bisa melakukan perjalanan wisata di Malino ini.

Keindahan di Puncak Gunung Bawakaraeng

Gunung Bawakaraeng sering dijadikan destinasi pendakian, meskipun kondisi cuacanya yang sangat dingin dan kesan mistisnya yang masih sangat kental. Suhu udara di Gunung Bawakaraeng ini cukup dingin dan biasanya sering berkabut dan menghalangi pandangan pendaki.

Gunung ini juga memiliki jalur pendakian untuk mencapai puncaknya. Jalur pendakian menuju puncak Bawakaraeng merupakan kombinasi dari jalan terjal dan landai. Pepohonan besar merupakan hal yang akan terus ditemui selama perjalan mencapai puncak.

Sebelum mencapai puncak, kamu akan menemukan sumber air berupa sumur yang di keramatkan oleh masyarakat sekitar. Air di sumur ini sangat jernih dan bersih sehingga dapat digunakan, biasanya masyarakat yang datang kesini selalu mengambil air di sumur ini untuk kemudian dibawa pulang.

Ketika kamu berhasil mencapai puncaknya, sobat akan terpesona akan pemandangan hamparan bumi menghijau yang luas dan lautan biru dari ketinggian ini. Puncak Bawakaraeng sendiri merupakan puncak yang terbuka dan luas. (Sbg/Rig)

Comments