Banyak perubahan yang terjadi dalam hubungan antar pasangan saat hadirnya buah hati.(Foto: Pixabay)

Sabigaju.com – Umumnya banyak orang setuju bahwa kehadiran buah hati adalah salah satu kebahagiaan terbesar dalam kehidupan. Yup, Pasca menikah, kehidupan asmara antara suami istri seringkali berubah, bahkan tak jarang perubahannya sampai 180 derajat.

Sebagian besar penyebabnya adalah karena anak-anak. Mengasuh anak menguras banyak tenaga dan pikiran, sampai-sampai pasangan tak lagi punya waktu untuk bercinta.

Namun, tahukah Anda bahwa kehadiran buah hati tak hanya membuat rumah ramai, tapi juga memiliki manfaat kesehatan seperti menurunkan tekanan darah, membuat tubuh tetap aktif bergerak, menjadi lebih bahagia, membuat otak tetap waras dan lebih banyak pengetahuan.

Namun banyak juga yang merasakan dimana pasca kelahiran anak pertama kerap menjadi pemicu krisis dalam perkawinan. Ketidakstabilan emosi dalam diri masing-masing dan masalah suami istri yang belum terselesaikan bisa mengemuka dan memburuk karena ketegangan mengurus bayi.

Lantas apa saja sih perubahan yang terjadi dalam hubungan suami istri setelah memiliki anak? Berikut perubahan tersebut yang dihimpun Sabigaju dari berbagai sumber.

1. Semua Berubah, Tiba-tiba Semuanya untuk Sang Buah Hati

Bayi yang baru lahir menyita waktu serta perhatian si ibu. Merawat bayi mungkin memberinya kepuasan emosi yang dalam. Tetapi, si ayah bisa jadi merasa diabaikan.

Sebagai orang tua baru Anda harus dapat menyesuaikan diri dengan situasi supersibuk dalam beberapa bulan pertama sewaktu si kecil menuntut seluruh perhatian Anda dan pasangan.

2. Jaga Hubungan Agar Tidak Merenggang

Kelelahan akibat gangguan tidur dan berbagai problem yang tidak diantisipasi membuat banyak orang tua baru merasa sulit untuk tetap dekat.

Di pihak lain, suami bisa jadi tidak menyadari bahwa kehamilan sangat berpengaruh atas istrinya—secara fisik maupun emosi. Bayi yang baru lahir dapat menyita waktu dan tenaga yang sebelumnya digunakan untuk tetap intim secara emosi dan seksual.

Nah, agar tidak kekurangan waktu istirahat, maka pintar-pintarlah membagi waktu. Usahakan ikut tidur ketika si kecil tidur siang serta memberikan jadwal piket di malam hari agar pasangan tetap bisa beristirahat.

Selain itu memiliki bayi yang baru lahir akan membuat seseorang sulit berkumpul dengan teman-teman karena harus menjaga bayinya 24 jam dalam 7 hari seminggu. Untuk mengatasinya cobalah mencari cara menyenangkan diri sendiri sambil tetap menjaga bayi, atau meminta bantuan orang lain untuk menjaga bayi dan gunakan waktu untuk memanjakan diri sendiri.

3. Masalah Keuangan

Hadirnya buah hati dalam keluarga membawa perasaan bahagia tersendiri yang tidak bisa diungkapkan dengan kata-kata. Namun perlu dingat, umumnya bayi memiliki keperluan yang tidak sedikit sehingga mempengaruhi jumlah pengeluaran keluarga. Pengeluaran keluarga setelah punya anak pasti akan melonjak karena segala kebutuhan yang dibutuhkan sang bayi

Untuk itu anda perlu menyusun daftar prioritas pengeluaran hingga mulai melakukan penghematan dengan mengurangi pengeluaran untuk Anda dan pasangan. Gunakan uang untuk hal-hal yang diperlukan saja.

4. Pasangan yang Cemburu

Perempuan biasanya akan memberikan perhatian yang lebih pada buah hatinya, kondisi ini tak jarang menimbulkan kecemburuan tersendiri bagi pasangan. Jika muncul gejala seperti itu cobalah bicarakan dengan pasangan dan berilah pujian atau perhatian kecil padanya.

Wanita mengalami perubahan hormon dan bisa juga mengalami depresi pasca melahirkan setelah memiliki anak. Jika tak disadari oleh pasangan hal ini bisa diam-diam merusak hubungan dengan pertengkaran-pertengkaran yang terjadi.

Membesarkan anak akan menguji komitmen Anda terhadap perkawinan dan mengubah kehidupan perkawinan Anda. Namun, hal itu juga akan memberi Anda kesempatan untuk mengembangkan sifat-sifat positif dalam diri kita.

5. Berbagi Tugas dengan Pasangan

Mengurus sang buah hati bukan hanya tugas ibu, tapi juga ayah. pasangan suami istri harus saling membantu dan menguatkan satu sama lain dalam peran mereka sebagai orangtua.

Karena itu cobalah berbagi tugas dengan pasangan seperti tugas belanja keperluan bayi, serta ajarkan cara mengurus bayi pada pasangan sehingga bisa berbagi tugas dengan baik.

Dalam sebuah penelitian yang dilakukan oleh tim dari Imperial College London diketahui bahwa para ayah yang ikut mengurus anak dan memiliki interaksi positif dengan bayinya akan meningkatkan perkembangan kecerdasan buah hatinya.

Interaksi positif yang dimaksudkan adalah seberapa berkualitas interaksi antara ayah dan anak. Misalnya saja memberi perhatian penuh saat bermain dengan bayinya, membacakan buku, atau mengajak bernyanyi. (Sbg/Rig)

Comments