(Foto: theindependent.co.uk)

Sabigaju.com – Kontroversi terbaru yang sedang menjadi perbincangan hangat, terutama di wilayah Eropa dan sekitarnya adalah Referendum Aborsi di Irlandia. Referendum atau Rancangan Undang-undang adalah ide yang dicetuskan oleh Pemerintah berdasarkan aspirasi rakyat. Ide ini biasanya dituangkan dalam sebuah mosi dan nantinya akan divoting atau dipilih oleh rakyatnya.

Setelah sekian tahun menjadi negara yang mengharamkan secara hukum aborsi dalam alasan apapun, tahun ini Irlandia mengukir sejarah. Untuk pertama kalinya mereka akan secara terbuka melakukan pemilhan umum untuk menetapkan peraturan legalisasi aborsi di Irlandia.

Referendum legalisasi aborsi Irlandia bukan sembarang rencana yang kemudian menghalalkan proses aborsi

Tetap dengan batasan-batasan tertentu tentang etika, agama dan keadaan medis, Referendum Aborsi ini akan efektif berlaku tahun 2018. Menjadi pemikiran dan perhatian banyak rakyatnya, ternyata isu aborsi adalah hal besar di Irlandia. Selama ini, karena peraturan dan sanksi yang ketat tentang aborsi, telah banyak wanita yang jadi korban karena mereka dilarang melakukan aborsi.

Para wanita yang secara medis membutuhkan aborsi harus terbang ke Inggris atau negara lainnya untuk mendapat perawatan. Tidak jarang malah banyak yang melakukan aborsi beresiko di negara lain hanya karena di Irlandia merupakan tindak kriminal

BACA JUGA: Ed Sheeran Kecam Lagunya Digunakan untuk Dukung Anti-Aborsi di Irlandia

Legalisasi aborsi yang akan disahkan di Irlandia memiliki syarat dan peraturan yang jelas dan ketat. Aborsi hanya bisa dianggap legal jika wanita hamil tersebut memiliki resiko tinggi kehamilan atau merupakan korban pemerkosaan. Hal ini pula yang menjadi pemicu banyaknya warga yang akan memilih ‘ya’ untuk legalisasi Referendum Aborsi.

Dengan dilegalkannya secara hukum Referendum Aborsi ini, diharapkan nyawa banyak wanita akan terselamatkan dari kehamilan yang beresiko tinggi. Beberapa juga menganggap Referendum ini akan menyelamatkan banyak jiwa berikutnya yang tidak direncanakan kelahirannya dari berbagai resiko.

Dalam masa kampanye Referendum, banyak komunitas yang mengangkat isu kesehatan anak dan resiko sosial akibat dilarangnya aborsi di Irlandia. Di media sosial, banyak juga hashtag yang mewabah dan menjadikan topik ini perdebatan hangat di dunia. (sbg/Novel)

Comments