Perselingkuhan baik yang melibatkan hati dn fisik sama sama menyakitkan dan dapat menghancurkan komitmen sebuah hubungan yang dibangun. (Foto Facebook)
Perselingkuhan baik yang melibatkan hati dn fisik sama sama menyakitkan dan dapat menghancurkan komitmen sebuah hubungan yang dibangun. (Foto Facebook)

Sabigaju.com – Istilah perselingkuhan kini sepertinya coba diperluas dengan membaginya menjadi dua bagian, Masyarakat secara umum membagi perselingkuhan yang sebatas melibatkan body alias fisik serta perselingkuhan yang melibatkan hati atau perasaan.

Lalu timbulah berbagai pertanyaan mulai dari apa bahaya selingkuh hati? Lebih berbahaya mana dengan Bahaya selingkuh body? Padahal selingkuh itu kan maknanya menduakan pasangan. Baik pasangan yang dibangun dengan menikah maupun berpacaran.

Selingkuh Hati

Selingkuh hati ini berbeda dengan selingkuh fisik karena kebanyakan tidak melibatkan kontak fisik. Walaupun tetap melibatkan ketertarikan secara fisik, ketertarikan terbesar biasanya muncul karena faktor emosional.

Ekspresi, atau dengan kata lain pengungkapan tentang perasaan tertarik ini tidak selalu terjadi. Bahkan biasanya justru tidak diungkapkan. Padahal, pada dasarnya selingkuh hati jauh lebih kompleks dan berbahaya.

Nah anehnya lagi mendeteksi terjadinya selingkuh hati juga lebih sulit dibandingkan selingkuh fisik. Jadi, tanpa diketahui tanda-tandanya, tiba-tiba seseorang bisa pergi dari pasangannya.

Secara sederhana, tanda-tanda selingkuh hati hampir sama dengan perasaan yang muncul saat jatuh cinta kepada seseorang. Seperti mulai menunggu untuk mendapat kabar, chatting, atau di-mention di Twitter.

Perlu digarisbawahi juga, kalau selingkuh hati  lama-lama juga bisa merembet menjadi selingkuh body. Awal yang hanya sekedar kagum dari dalam hati, akhirnya penasaran bagaimana rasanya jika menyentuh body.

Selingkuh Body

Sementara selingkuh fisik biasanya hanya untuk keuntungan seksual semata. Pada pria biasanya mereka berawal dengan selingkuh fisik lalu ketika affair itu berlanjut, mulai melibatkan perasaan. Perselingkuhan fisik biasanya terjadi karena tidak semua manusia mampu menahan nafsunya, mampu menundukkan pandangannya dan mampu menahan perasaannya.

Perselingkuhan seksual dan emosional dapat menyebabkan kerusakan pada masing-masing pada individu dan mengarah ke patah hati, plus menyebabkan berakhirnya hubungan.

Ya, perselingkuhan seksual atau perselingkuhan emosional, keduanya sama-sama menyakitkan. Sebaiknya Anda menghindarinya untuk menjaga keharmonisan rumah tangga dan komitmen yang dibangun bersama.

Sebab sangatlah menyakitkan jika pasangan kita berselingkuh dengan orang lain, pasti tak terbayangkan rasanya. Rasa sakit hati tentu bisa menghancurkan komitmen yang telah Anda bangun bersama. (Sbg/Rig)

Comments