Mengancam
(Foto: Unsplash)

Sabigaju.com – Pernikahan bagi sebagian orang mungkin membahagiakan, namun bagi sebagian lainnya adalah ancaman. Yes, banyak yang beranggapan bahwa pernikahan akan mengancam kebebasanmu.

Segala hal yang bisa dilakukan selagi single, menjadi akan sangat sulit sekali dilakukan lagi setelah menikah. Enggak ada yang menyangkal karena ini memang pasti akan terjadi.

Tapi bukan berarti juga kamu sama sekali tak bisa melakukan apapun setelah menikah. Bisa, dengan catatan harus ada kolaborasi antara kamu dan pasangan.

BACA JUGA: Kebosanan dalam Pernikahan, Begini Cara Mengatasinya 

Kolaborasi, dalam hal berumah tangga bisa dikatakan cukup rumit. Dikutip situs  Psychology Today, berkolaborasi di sini artinya:

Setara. Artinya kamu dan pasangan berada di posisi setara. Kalian saling bernegosiasi dengan kepercayaan yang baik dan memiliki kesempatan sama untuk mencapai sesuatu.

Berbagi otoritas. Tidak boleh ada pasangan yang lebih dari yang lain.

Tidak perlu ada penyerahan. Banyak pria yang merasa bahwa otoritas mereka akan terancam dan memaksa pasangannya untuk menyerahkan otoritasnya tersebut.

Kolaborasi yang sehat tak memerlukan serah-menyerahkan otoritas dan akan berbagi dengan sendirinya.

Tidak sama dengan kerja sama. Kolaborasi tidak sama dengan bekerja sama. Kolaborasi adalah proses dari kerja sama itu sendiri sedangkan kerja sama adalah hasilnya.

Kolaborasi merupakan aktivitas yang dilakukan bersamaan, sedangkan kerjasama adalah aktvitas saling mengisi, artinya bisa dikerjakan walau tanpa satu waktu.

Bukan kompromi

Kolaborasi juga bukan merupakan kompromi atau negosiasi, karena itu berarti ada pasangan yang mengalah demi kepentingan yang lainnya.

Kolaborasi tidak akomodatif

Sama seperti kompromi, kolaborasi mode akomodatif artinya ada salah seorang dari pasangan yang mengalah. Dan, ini tidak bisa dikatakan kolaborasi.

Kolaborasi dalam pernikahan datang dari kualitas yang unik dan dari kontribusi dari kedua pasangan.

Hal ini juga bisa meminimalisir  hal hal yang mengancam kebebasan pasangan melakukan sesuatu yang disukainya.

BACA JUGA : [Video] Berpikir Ulang soal Pernikahan Dini

Jika memang kamu tidak berpartisipasi secara penuh atau setara, kolaborasi ini bisa jadi datang dari salah satu yang membuat keputusan.

Selain itu, kamu juga harus tahu apa itu independent atau mandiri. Kebebasan ini berada dalam gagasan, berupa hasrat dan keinginan seseorang dalam kehidupan mereka. Bebas bisa juga berarti:

Bisa merasakan diri sendiri.

Artinya, kamu bisa merasakan apa yang kamu pikirkan dan apa yang ada pada gagasanmu. Kamu bisa mengenalinya secara sadar.

Punya rencana pada kehidupan secara individual

Kamu punya gagasan soal apa yang penting dalam kehidupanmu, apa yang bisa mengembangkan kehidupanmu, dan bisa menyatakannya secara terbuka.

Terbuka terhadap pandangan lain.

Kamu juga punya sense untuk membiarkan dan mempertimbangkan pandangan lain tanpa kehilangan perspektif milik sendiri.

Bukan berarti sendirian.

Mandiri bukan berarti kamu tidak membutuhkan seseorang untuk menjalani hidup bersama.

Dalam pernikahan yang sehat, pasangan bisa mempertahankan ketegangan antara kolaborasi dan kemandirian.

BACA JUGA: Tanda Pernikahanmu Takkan Bertahan Lama

Mereka bekerja sama tanpa adanya perasaan bahwa independensi mereka bisa terancam atau merasa bahwa mereka sedang dimanfaatkan.

So guys, selalu ada kunci agar semuanya bisa selaras dan harmonis sesuai dengan jalan yang kalian inginkan.

Jangan membuat ego sendiri sehingga kolaborasi yang kalian ciptakan justru mengancam. (Sbg/Dinda)

Comments