Anak-anak kecil bermain permainan ular naga. (Foto: Instagram mmrohim)

Sabigaju.com – Tepat pada hari Jumat tanggal 22 Juni 2018 kemarin, Jakarta sebagai kota metropolitan sekaligus ibukota Indonesia baru saja merayakan hari jadinya yang ke-491 tahun.

Lekatnya julukan kota besar yang disematkan kepada Jakarta, menjadi poros bagi banyak warga dari seluruh daerah di Indonesia untuk datang berbondong-bondong dan mengadu nasib demi mencari rejeki yang lebih baik.

Seiring perkembangan zaman yang semakin maju, Jakarta pun kerap harus merelakan tradisi maupun budaya aslinya, yakni Betawi menjadi korban dalam arus modernisasi yang terus menggempur ibukota.

Tak terkecuali dengan permainan tradisional Betawi yang kini jarang sekali terdengar. Masifnya kemajuan teknologi serta ketidakseimbangan pelestarian permainan khas Betawi, membuat anak-anak di masa kini lebih memilih game yang dimainkan di smartphone ataupun internet ketimbangan permainan tradisional.

Nah, masih dalam rangka ulang tahun kota Jakarta, Sabigaju ingin mengulas mengenai ragam permainan tradisional asli Betawi yang kini sudah jarang dimainkan, Sob.

1. Gundu

Permainan gundu atau kelereng yang biasanya dimainkan oleh anak laki-laki, masih digemari hingga era awal tahun 2000-an. Meski didominasi anak laki-laki, sebenarnya tak ada peraturan baku yang menunjukkan kalau anak-anak perempuan tidak boleh mengikuti permainan ini.

Permainan ini sanngat mudah. Langkah pertama yang dibutuhkan hanyalah tempat yang datar dan tidak licin seperti halaman bertanah atau taman bermain berpasir. Kemudian masing-masing pemain harus merelakan beberapa kelerengnya untuk ditaruh di dalam ring. Permainan ini hanya memerlukan minimal dua pemain.

2. Petak Jongkok

Permainan khas Betawi ini mengandalkan kekuatan fisik dan strategi berpikir bagi para pemainnya. Kekuatan fisik diperlukan karena harus berlari dan berjongkok secara cepat. Sementara strategi diterapkan guna tidak kalah oleh regu lawan.

Petak jongkok bisa dimainkan minimal lima pemain. Cara bermainnya cukup mudah. Setelah melakukan hompimpa untuk menentukan pengejar atau jaga, permainan akan dimulai dengan pengejar harus berlari mengejar pemain lain. Untuk menghindar dari si pengejar, pemain lain harus berjongkok agar tak menggantikan posisi pengejar. Mudah, kan?

3. Petak Umpet

Bagi kamu anak era 90-an, pastinya petak umpet bukan hal yang asing. Dengan hanya minimal diikuti tiga orang peserta, permainan ini dapat dilakukan di luar maupun dalam ruangan. Cukup tentukan satu orang yang jaga dengan hompimpa, maka petak umpet sudah bisa dimainkan.

Cara bermainnya si penjaga harus menutup mata atau menghadap ke tembok sembari menghitung hingga 10. Selagi penjaga menghitung, para pemain lain harus bersembunyi sampai hitungan si penjaga selesai. Kemudian, penjaga harus mencari hingga menemukan seluruh pemain yang bersembunyi dan permainan baru dinyatakan selesai.

4. Bentengan

Berbeda dengan tiga permainan diatas, permainan ini justru membutuhkan banyak pemain karena dibutuhkan dua regu yang berisikan masing-masing minimal empat orang. Pohon dan tiang akan dijadikan sebagai benteng yang akan dijaga oleh masing-masing regu.

Inti permainan ini adalah mengatur strategi untuk saling menduduki benteng lawan. Caranya, masing-masing pemain akan bergiliran keluar dari benteng untuk menyentuh benteng lawan yang dijaga dengan ketat. Nah, penyerang yang tersentuh oleh lawan maka akan jadi tawanan benteng lawan. Untuk membebaskan tawanan, rekan satu tim harus menjemput dan menyentuh tawanan tanpa lebih dulu tersentuh oleh tim pemilik benteng. Regu yang paling pertama bisa menguasai benteng lawan keluar sebagai pemenang.

5. Gasing

View this post on Instagram

Festival kota raja #gasing

A post shared by Eko (@ekok_07) on

Permainan khas Betawi ini cuma membutuhkan gasing sebagai alat untuk bermain. Gasing akan dililit dengan tali dari bagian bawah gasing hingga ke atas.

Cara bermainnya pun mudah sekali. Dengan minimal dua orang pemain, gasing yang telah dililitkan harus ditarik hingga gasing berputar dengan cepat di arena yang sudah dipersiapkan. Gasing siapa yang bertahan paling lama, maka dialah yang akan memenangi permainan.

Nah, apakah Sobat Sabi sudah memainkan permainan asli tanah Betawi ini? (Sbg/Nic)

Comments