Minggu Ketiga Bulan November
(Grafis :Sigit Sulistyo/Sabigaju.com)

Sabigaju.com – Sejumlah peristiwa di Tanah air menjadi atensi publik dan netizen di berbagai lini media sosial pada Minggu ketiga Bulan November 2019.

Mulai dari hebohnya publik dan netizen memperbincangkan soal ledakan bom bunuh diri Kota Medan, Sumatera Utara hingga ucapan kontroversial  dari Gubernur NTT soal wisatawan miskin agar tidak mengunjungi kawasan NTT.

Berikut selengkapnya sejumlah peristiwa yang menjadi atensi publik dan netizen di minggu pertama Bulan November 2019.

BACA JUGA: Spot Kece nan Instagramable Buat Wisata Malam di Jakarta

Arvilla Delitriana

Perhatian publik dan netizen di Minggu Kedua Bulan November 2019 tertuju pada sosok wanita bernama Arvilla Delitriana setelah Presiden Joko Widodo (Jokowi) menyatakan apresiasi atas tersambungnya konstruksi tersulit jembatan Light Rail Transit (LRT) di atas jalan layang Kuningan, Jakarta.

View this post on Instagram

Sudah melayang di atas flyover, melengkung pula di ketinggian. Begitulah rumitnya pekerjaan jembatan bentang panjang untuk LRT Jabodebek yang melayang di atas flyover Kuningan, Jakarta Selatan ini. Untunglah, sang insinyur, Ibu Arvila Delitriana, lulusan Institut Teknologi Bandung berhasil merancang jembatan menakjubkan itu dan tersambung dengan presisi sejak kemarin. Bayangkanlah kehebatan konstruksi ini: membentang 148 meter dengan radius lengkung 115 meter dan menggunakan material beton seberat 9.688,8 ton atau setara dengan lebih tiga kali berat patung Garuda Wisnu Kencana di Bali. Besi yang digunakan sejumlah 2.929,7 ton atau setara dengan lebih lima kali berat pesawat Airbus A-380. Tidak heran jika konstruksi ini mengukir dua rekor dari Museum Rekor Indonesia, yaitu sebagai jembatan kereta box beton lengkung dengan bentang terpanjang, dan sebagai jembatan dengan pembebanan axial static loading test terbesar. Begitulah. Dengan tersambungnya salah satu bagian tersulit dari konstruksi jalur LRT Jabodebek ini, proyek kereta LRT kita kian menampakkan hasil. LRT Jabodebek memiliki tiga lintas pelayanan: Cawang–Cibubur, Cawang–Dukuh Atas, dan Cawang–Bekasi. Selamat kepada PT Adhi Karya Tbk. Selamat kepada Ibu Dina.

A post shared by Joko Widodo (@jokowi) on

“Selamat kepada Adhi Karya. Selamat juga untuk sang perancang, Ibu Arvila Delitriana, insinyur lulusan ITB,” demikian cuitan @jokowi dalam media sosial Instagram.

Sebelumnya, Arvilla Delitriana juga pernah merancang beberapa jembatan lain di Indonesia.

Jembatan yang telah dirancangnya di antara lain adalah Jembatan Pedamaran 1 dan 2 di Riau, Jembatan Kereta Api Cirebon-Kriya, Jembatan Perawang di Riau, Jembatan Kali Kuto, Semarang, serta Jembatan Layang khusus Busway ruas Adam Malik di Jakarta.

BACA JUGA: Jalur Bersepeda yang Aman di Jakarta Segera Terwujud 

Pemotor Arogan

Sorotan publik dan netizen di minggu ketiga bulan November 2019 jug tertuju pada insiden pemotor menegur pemotor galak nan arogan di Jalan Palmerah, Jakarta Barat pada Rabu (13/11/2019).

Dua pemotor yang jalurnya benar sampai terdiam dan memilih pergi karena si pemotor yang salah malah ngamuk.

Nah pengendara motor Yamaha R15 yang galak tersebut belakangan diketahui bernama bernama Gland Riza.

Dia pun mengunggah sebuah postingan klarifikasi. Namun postingan klarifikasi tersebut bukannya menyelesaikan masalah malah membuat geram netizen.

Pihak kepolisian setempat mengaku belum tahu soal adanya kejadian ini dan akan menelusuri kejadian tersebut. Polisi menegaskan bahwa melawan arus adalah jenis pelanggaran yang sangat berbahaya.

BACA JUGA: Ini Arti Istilah Jihad yang Sesungguhnya! 

Bom Medan

Perhatian publik dan netizen di Tanah Air tertuju ke Kota Medan, Sumatera Utara saat sebuah Ledakan yang diduga akibat bom bunuh diri di Markas Polrestabes Medan, Jalan HM Said, Medan, Sumatera Utara, Rabu (13/11) Lalu

Pelaku bom bunuh diri,RMN (24), masuk ke Mako Polrestabes Medan sambil mengenakan jaket ojek online dengan modus membuat surat keterangan catatan kepolisian (SKCK) karena mau masuk CPNS.

Saat itu di lokasi, situasi sangat ramai karena banyak warga yang hendak membuat SKCK. erdasarkan hasil rekaman CCTV, pelaku diduga meledakkan dirinya. RMN tewas dengan luka parah di bagian perut.

RMN, ternyata pernah membuat vido blog atau vlog di channel Youtube Rabbial Muslim Nasution. Dalam vlognya itu, Rabbial Muslim Nasution yang masih remaja sempat menyindir Jokowi dan Ahok soal banjir.

Dari hasil penelusuran, channel Youtube milik pelaku sudah ada sjeak tahun 2013. Di channel tersebut ada dua video yang telah diunggah. Video pertama, RMN yang masih remaja mengenakan topi terbalik dan saat beraksi seperti seorang presenter televisi.

BACA JUGA: Merdeka, Ini Tanah Airmu di Sini Kita Bukan Turis

Wisatawan Miskin Jangan Ke NTT

Di minggu ketiga Bulan November 2019, publik dan netizen tanah air tertegun dengan ucapan Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT) Viktor B. Laiskodat yang dengan tegas mengatakan agar wisatawan yang tak berduit atau bukan termasuk golongan orang kaya dilarang berwisata di NTT, karena kawasan wisata di NTT dirancang untuk menjadi destinasi wisata kelas premium.

Orang nomor satu di NTT itu menambahkan bahwa seluruh wilayah di NTT memiliki keindahan alam dan atraksi budaya yang tak dimiliki oleh daerah lain di Indonesia, bahkan di dunia.

Banyak netizen yang menilai ucapan Gubernur NTT tersebut kurang layak sebab Parisiwata di Nusa Tenggara Timur selalu terbuka untuk siapapun. Baik yang mampu, setengah dan kurang mampu.

BACA JUGA: Haruskah Kita Gaduh Soal Celana Cingkrang? 

Polemik Salam Semua Agama

Di minggu ketiga Bulan November 2019 Publik dn Netizen sempat gaduh saat Majelis Ulama Indonesia (MUI) Jawa Timur menerbitkan imbauan yang terbilang kontroversial, yakni umat Islam dan pejabat publik menghindari pengucapan salam semua agama dalam pidato sambutan pada acara resmi.

Imbauan yang dikeluarkan MUI Jatim terkait fenomena pengucapan salam lintas agama dalam sambutan di acara Resmi.

Wakil Menteri Agama atau Wamenag Zainut Tauhid mengimbau agar para pemuka agama berdialog mendiskusikan masalah perbedaan pendapat terkait ucapan salam berbagai agama.

Menurutnya hal tersebut harus segera dihentikan karena dapat mengganggu harmoni kehidupan beragama.

Ia mengatakan Kementerian Agama menghargai adanya berbagai pandangan dan pendapat, baik yang melarang atau membolehkan.

Karena keduanya, kata dia, masih dalam koridor perbedaan yang dapat ditoleransi. (Sbg/Rig)

Comments