Minggu Keempat Bulan November
(Grafis :Sigit Sulistyo/Sabigaju.com)

Sabigaju.com – Sejumlah peristiwa di Tanah air menjadi atensi publik dan netizen di berbagai lini media sosial pada Minggu keempat Bulan November 2019.

Mulai dari hebohnya publik dan netizen memperbincangkan soal larangan ucapan Natal di Kue Tous les Jours  hingga soal kasus teror pelemparan Sperma yang viral di media sosial.

Berikut selengkapnya lima peristiwa yang menjadi atensi publik dan netizen di minggu keempat Bulan November 2019.

BACA JUGA: 

1. Heboh Soal Larangan Ucapan Natal di Kue Tous les Jours

Publik dan netizen di minggu keempat Bulan November 2019 tengah ramai membicarakan peraturan yang tertulis di salah satu toko roti Tous Les Jours di Jakarta yang melarang untuk membuat kue dengan ucapan Selamat Hari Natal, Imlek, Halloween, dan Valentine.

(Foto: Twitter)

Diketahui, sebuah video berdurasi 19 detik beredar di media sosial. Dalam video itu, terlihat pengumuman kecil di gerai toko roti Tour Les Jours yang memberlakukan beberapa aturan dalam penulisan ucapan dalam kue yang dijual. Di antaranya larangan soal pengucapan Natal, Imlek, Valentine dan Halloween.

Namun, tidak diketahui jelas lokasi video tersebut direkam. Di sana hanya terbaca aturan yang menyebutkan toko tersebut tidak akan menjual produk yang tak sesuai syariat Islam.

Buntut dari hal itu, pihak manajemen menjelaskan, manajemen akan melakukan penyelidikan lebih lanjut terkait dengan peraturan tersebut.

2. Ahok Jadi Komisaris Pertamina

Salah satu topik pembicaraan yang ramai dibicarakan publik dan netizen di minggu ketiga Bulan November 2019 adalah saat Menteri BUMN Erick Thohir resmi menunjuk Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok sebagai Komisaris Utama PT Pertamina (Persero).

Pemilihan Ahok sebagai anggota dewan komisaris sejalan dengan rencana Kementerian BUMN untuk memperkuat pengawasan kinerja Pertamina serta dalam hal efisiensi.

Sebelum diangkat menjadi Komisaris Utama PT Pertamina  netizen , di media sosial digegerkan dengan beredarnya foto Ahok yang memakai seragam Pertamina.

Foto ini diunggah ahli rekayasa foto parodi Agan Harahap di akun instagramnya @aganharahap..

BACA JUGA: Dibilang Haram, Ini Manfaat Keren dari Permainan Catur

3. Heboh Catur Haram

Sorotan publik dan netizen tertuju pada ucapan Ustad Abdul Somad (UAS) dimana dalam ceramahnya pada 2017 dan terekam dalam video yang diunggah di Youtube, UAS menilai catur merupakan permainan yang buang-buang waktu.

Selain itu, dia bilang catur bukan kategori olahraga karena pelaku hanya bengong. Menurut UAS permainan catur itu diharamkan selama, para pemainnya itu melalaikan salat, mengumpat dan berjudi.

Permainan Catur
(Foto: Unsplash)

Terkait persoalan catur yang diharamkan ini Menteri Agama Fachrul Razi pun memberikan reaksi yang cukup menohok.

Dia meminta agar khalayak tak perlu menanggapi hal tersebut. Menurut Fachrul, setiap orang memiliki referensi yang mungkin berbeda-beda.

Fachrul pun meminta semua pihak tidak melulu merasa yang paling benar. Dia enggan berkomentar banyak karena khawatir dapat menimbulkan polemik di publik.

BACA JUGA: 

4. Larangan Polisi Hedonis

Di minggu keempat Bulan November 2019 publik dan netizen ramai membicarakan  aturan yang dikeluarkan  Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) perihal larangan pamer kemewahan bagi anggota dan keluarganya.

Larangan pamer kemewahan bagi anggota polri dan keluarganya tersebut tercantum dalam Surat Telegram Nomor: ST/30/XI/HUM.3.4/2019/DIVIPROPAM tertanggal 15 November 2019.

View this post on Instagram

7 Larangan Pamer Kemewahan Bagi Anggota Polri dan Keluarga : (Surat Telegram Kadivpropam Polri Nomor : ST/30/XI/Hum.3.4/2019/Divpropam) 1. Tidak menunjukkan, memakai, memamerkan barang-barang mewah dalam kehidupan sehari-hari baik dalam interaksi sosial di kedinasan maupun di area publik. 2. Senantiasa menjaga diri, menempatkan diri pola hidup sederhana di lingkungan institusi Polri maupun kehidupan bermasyarakat. 3. Tidak mengunggah foto atau video pada medsos yang menunjukkan gaya hidup yang hedonis karena dapat menimbulkan kecemburuan sosial. 4. Menyesuaikan norma hukum, kepatutan, kepantasan, dengan kondisi lingkungan tempat tinggal. 5. Menggunakan atribut Polri yang sesuai dengan pembagian untuk penyamarataan. 6. Pimpinan kasatwil, perwira dapat memberikan contoh perilaku dan sikap yang baik, tidak memperlihatkan gaya hidup yang hedonis terutama Bhayangkari dan keluarga besar Polri. 7. Dikenakan sanksi yang tegas bagi anggota Polri yang melanggar. . . @multimedia.humaspolri #polripromoter #polrihumanis

A post shared by DIVISI HUMAS POLRI (@divisihumaspolri) on

Dalam Surat Telegram yang ditandatangani oleh Kadiv Propam Polri Irjen Pol Sigit Prabowo tersebut berisikan tentang peraturan disiplin anggota Polri, kode etik profesi Polri, dan kepemilikan barang mewah oleh pegawai negeri di Polri.

Surat telegram itu menyebutkan bahwa Polri meminta jajarannya untuk bersikap sederhana sejalan dengan cita-cita mewujudkan tata pemerintahan yang baik dan bersih.

5. Teror Sperma Tasikmalaya

Peristiwa lain yang juga ramai dibicarakan publik dan netizen di minggu keempat Bulan November 2019 adalah terungkapnya pelaku pelecehan seksual SN yang melakukan Teror sperma di Tasikmalaya, Jawa Barat.

Kasus pelecehan seksuall tersebut diduga telah terjadi beberapa kali. Dari hasil penyidikan korban teror sperma di Tasikmalaya, berjumlah tujuh perempuan.

BACA JUGA: Begal Payudara, Antara Iseng dan Konsekuensi Hukum

Polisi berencana memeriksa kesehatan jiwa SN. Upaya ini bakal dilakukan guna mengetahui apakah pemuda itu menderita gangguan jiwa atau tidak.

Sewaktu menjalani pemeriksaan, polisi memastikan Sidik Nugraha mampu berkomunikasi dengan baik. Dia juga dinyatakan sehat secara fisik sebelum ditahan.

Polisi pun mengimbau warga Tasikmalaya tidak khawatir dengan teror sperma lantaran pelakunya sudah ditahan. (Sbg/Rig)

Comments