Sabigaju.com – Hari ini, Senin 1 Mei 2017 dikenal dengan sebutan May Day yang merupakan hari perayaan atas keberhasilan dan andil para pekerja dan buruh atas kemajuan ekonomi dan sosial di seluruh dunia.

Di Indonesia, hari buruh ini sebenarnya telah diperingati sejak 1 Mei 1920. Namun pada masa orde baru, hari buruh di Indonesia tidak lagi diperingati dan tanggal 1 Mei tidak lagi ditetapkan sebagai hari buruh karena gerakan buruh dan perserikatan pekerja selalu dikaitkan dengan partai komunis.

Ketika orde baru berakhir, meski pada tanggal 1 Mei sudah bukan lagi hari libur namun aksi para buruh dan pekerja di berbagai kota di Indonesia kembali marak setiap tanggal 1 Mei. Baru di tahun 2013, Pemerintah Indonesia kembali menetapkan tanggal 1 Mei sebagai hari buruh Internasional dan penetapannya sebagai hari libur Nasional telah dilakukan pada tahun 2014 lalu.

Perayaan Mayday 2017 (Facebook Kahar S.Cahyono)

Diperkirakan sebanyak 500 ribu buruh di seluruh Indonesia disebut akan turun ke jalan untuk memperingati Hari Buruh 2017 pada 1 Mei 2017. Dari jumlah itu, 150 ribu di antaranya akan melakukan aksi di depan Istana Merdeka, Jakarta. Hal itu dijelaskan oleh Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) Said Iqbal belum lama ini kepada wartawan.

Hosjatum di serukan saat peringatan hari buruh 2017 di Jakarta (Facebook Muhamad Soleh)

Selain itu ia menjelaskan ada tiga tuntutan utama para buruh yang tergabung dalam serikat pekerja saat 'May Day'. Tuntutan itu merupakan isu lama yang dalam dua tahun terakhir kembali menguat. Ketiganya adalah hapus outsourcing dan sistem magang, jaminan sosial pekerja, serta tolak upah murah atau di singkat dengan istilah Hosjatum. (Sbg/Rig)

Comments