Maulid Nabi
Hari ini Selasa (20/11) Umat Muslim di seluruh du ia merayakan peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW. (Foto Instagram)

Sabigaju.com – Hari ini, Selasa (20/11), umat muslim di seluruh dunia merayakan Maulid Nabi Muhammad SAW.

Informasi, maulid atau milad dalam bahasa Arab berarti hari lahir, maka maulid adalah peringatan hari lahir Nabi Muhammad SAW.

Berbagai negara dan daerah memiliki cara mereka masing-masing untuk merayakan Maulid Nabi Muhammad. Pada umumnya, perayaan dilakukan dengan mengadakan pengajian di masjid, majelis taklim, atau musala.

Momentum ini juga dirayakan oleh warganet dengan mengetwit ucapan selamat Maulid Nabi. Alhasil kata kunci ‘Maulid Nabi” menduduki posisi puncak trending topic di Twitter Indonesia.

BACA JUGA:

 

Ramainya Peringatan Maulud Nabi di Tanah Air

Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW atau Maulid Nabi Muhammad yang jatuh setiap tanggal 12 Rabiul Awal dalam penanggalan Hijriyah, dirayakan dengan berbagai cara oleh umat Islam di Indonesia. Hal tersebut pun memberi berbagai manfaat positif psalah satunya adalah orang-orang akan bersilaturahmi satu sama lain.

Ragam perayaan itu umumnya berakar dari kebiasaan dan adat istiadat daerah setempat.

Yang umum adalah dengan menggelar pengajian di masjid-masjid, menggelar lomba yang berhubungan dengan Islam, seperti lomba baca Alquran, lomba azan, ceramah agama hingga lomba qasidah.

Namun, sejumlah daerah memiliki perayaan yang unik dan berbeda dibandingkan daerah lainnya.

Tradisi tersebut tak lagi sekadar ritual keagamaan, namun sudah menjadi objek wisata.

1. Tradisi Muludhen

Tradisi muludhen digelar oleh warga di Pulau Madura, Jawa Timur saat merayakan kelahiran Nabi Muhammad SAW.

Dalam acara itu biasanya diisi dengan pembacaan barzanji (riwayat hidup Nabi) dan sedikit selingan ceramah keagamaan yang menceritakan kebaikan Sang Nabi semasa hidupnya untuk dijadikan sebagai tuntunan hidup.

Saat Maulid Agung, para perempuan biasanya datang ke masjid atau musala dengan membawa talam yang di atasnya berisi tumpeng.

2. Tradisi Bungo Lado (berarti bunga cabai)

Tradisi Bungo Lado adalah tradisi yang dimiliki warga Kabupaten Padang Pariaman, Sumatera Barat.

Bungo lado merupakan pohon hias berdaunkan uang yang biasa juga disebut dengan pohon uang.

Tradisi bungo lado ini terkait erat dengan profesi petani yang digeluti sebagian besar warga Sumbar. Di antara hasil tani tersebut adalah tanaman cabai yang bagi masyarakat Minangkabau disebut dengan lado.

3. Tradisi Kirab Ampyang di Kudus

Masing-masing peserta, menampilkan sejumlah kesenian, seperti visualisasi tokoh-tokoh yang berjasa pada saat berdirinya Desa Loram Kulon serta visualisasi sejarah pendirian Masjid Wali At Taqwa.

Maulid Nabi
Tradisi Kirab Ampyang. (Foto Facebook )

Setelah sampai di Masjid Wali, tandu yang berisi nasi bungkus serta hasil bumi yang sebelumnya diarak keliling desa didoakan oleh ulama setempat, kemudian dibagikan kepada warga setempat untuk mendapatkan berkah.

4.Tradisi Keresen  Menyambut Maulid Nabi Muhammad SAW

Tradisi ini dilakukan oleh sejumlah warga di Dusun Mengelo, Mojokerto, Jawa Timur untuk memperingati hari kelahiran Nabi Muhammad SAW.

View this post on Instagram

Tradisi Keresen Di Mojokerto Jawa Timur Peringatan hari lahir Nabi Muhammad SAW atau Maulid Nabi Muhammad yang jatuh setiap tanggal 12 Rabiul Awal dalam penanggalan Hijriyah, dirayakan dengan berbagai cara oleh umat Islam di Indonesia. Ragam perayaan itu umumnya berakar dari kebiasaan dan adat istiadat daerah setempat. Tradisi yang tidak kalah unik adalah Keresen, yaitu merebut berbagai hasil bumi dan pakaian yang digantung pada pohon keres. Tradisi ini dilakukan oleh sejumlah warga di Dusun Mengelo, Mojokerto, Jawa Timur. Berbagai hadiah tersebut melambangkan bahwa semua pohon di muka bumi sedang berbuah menyambut kelahiran Nabi Muhammad saw. Tradisi Keresan ini digelar setiap tahun untuk memperingati hari kelahiran Nabi Muhammad SAW. Pohon Keres berbuah lebat oleh aneka hasil bumi sebagai simbol kelahiran Muhammad membawa berkah bagi umat Islam di seluruh dunia. Tradisi keresen juga dimaksudkan sebagai ungkapan rasa syukur atas lahirnya Nabi Muhammad yang memberikan petunjuk ke jalan yang benar, yakni ajaran Islam. Informasi selengkapnya ada di www.budayajawa.id #budayajawa#ceritabudayadiindonesia#artimimpi#budayasunda#budayajawa#budayaberbagaidaerah

A post shared by Budaya Jawa (@budayajawa.id) on

Pohon Keres berbuah lebat dihias dengan oleh aneka hasil bumi sebagai simbol kelahiran Muhammad membawa berkah bagi umat Islam di seluruh dunia.

Berbagai hadiah tersebut melambangkan bahwa semua pohon di muka bumi sedang berbuah menyambut kelahiran Nabi Muhammad saw.

5. Grebeg Maulud

Pada zaman kesultanan Mataram, perayaan Maulid Nabi disebut Grebeg Mulud.

Kata ‘gerebeg’ artinya mengikuti, yaitu mengikuti sultan dan para pembesar keluar dari keraton menuju masjid untuk mengikuti perayaan Maulid Nabi, lengkap dengan sarana upacara, seperti nasi gunungan dan sebagainya.

Puncak dari upacara ini adalah  gunungan dibagi-bagikan pada masyarakat umum dengan jalan diperebutkan.

6. Maudu Lompoa

Di kawasan Cikoang, Takalar, Sulawesi Selatan ada sebuah tradisi menyambut Maulid Nabi, yaitu diadakanya tradisi Maudu Lompoa Cikoang (dalam bahasa Makassar).

Tradisi ini merupakan perpaduan dari unsur atraksi budaya dengan ritual-ritual keagamaan yang digelar setiap tahun di bulan Rabiul Awal berdasarkan Kalender Hijriyah. (

Nah itu tadi berbagai tradisi yang berlangsung dari berbagai  daerah untuk menyambut peringatan Maulud Nabi Muhammad SAW.

 

Comments