Unicorn
Paska Debat Presiden pada Minggu (17/2) malam lalu , media sosial Twitter diramaikan perbincangan netizen membahas unicorn (Foto: Pixabay)

Sabigaju.com – Twitter kini tengah diramaikan dengan perbincangan unicorn hingga masuk dalam deretan trending topic pada Senin (18/2) siang.

Namun perbincangan unicorn  yang dibahas netizen bukanlah soal kuda bertanduk yan g memiliki kekuatan gaib .

Viralnya perbincangan ‘Unicorn’ berawal dari pertanyaan Calon Presiden (Capres) 01, Jokowi kepada Capres 02 Prabowo Subianto soal kebijakan untuk pengembangan unicorn Indonesia.

“Infrastruktur apa yang akan bapak bangun untuk dukung pengembangan unicorn-unicorn di Indonesia?” tanya Jokowi kepada Prabowo dalam debat.

Kala itu Prabowo terkesan bingung saat ditanya Jokowi. Prabowo terlihat kurang siap.

“Yang bapak masuk unicorn? unicorn? yang apa itu online-online itu?,” ujarnya.

Namun, Jokowi tidak merespons kembali karena tidak mendengar secara jelas pertanyaan dari Prabowo. Capres nomor urut 02 itu kemudian menjanjikan akan memberikan kemudahan regulasi bagi perusahaan start up lokal.

“Kita kurangi regulasi, kurangi pembatasan karena mereka lagi giat-giatnya dan pesat-pesatnya berkembang. Saya akan dukung sebagai upaya memperlancar. Mereka juga mengalami kesulitan dalam arti merasa ada tambahan-tambahan regulasi. Mereka mau dipajaki rupanya dalam jaringan online. Ini yang mereka juga mengeluh,” tutur Prabowo.

Berangkat dari momen itu, perbincangan unicorn pun menjadi trending di twitter lantaran begitu banyaknya netizen bercuit soal unicorn mulai dari yang serius hingga yang kocak.

BACA JUGA:

 

Empat Unicorn Asia Tenggara ada di Indonesia

Unicorn adalah julukan bagi perusahaan start-up alias perusahaan rintisan yang bernilai di atas 1 miliar dollar AS atau setara Rp 13,5 triliun (kurs Rp 13.500 per dollar AS).

Di Tanah Air saat ini setidaknya terdapat empat unicorn yaitu Go-Jek, Tokopedia, Travelok dan Bukalapak. Jumlah unicorn Indonesia tersebut termasuk banyak dibanding negara-negara di Asia Tenggara.

 

Gojek

perbincangan Unicorn
Foto: Gojek Indonesia

Perusahaan ojek online ini digawangi oleh Nadiem Makariem sekitar 2010. Gojek bisa dibilang sebagai menjadi unicorn pertama yang ‘lahir’ di Indonesia pada 2016 lalu.

Gojek menjadi unicorn tepat saat usianya menginjak 6 tahun. Saat itu, Gojek menerima pendanaan senilai $550 juta dari konsorsium 8 investor yang digawangi oleh Sequoia Capital.

Tokopedia

Perbincangan Unicorn
(Foto: TokoPedia)

Beranjak ke Tokopedia. E-Commerce yang didirikan oleh William Tanuwijaya ini hadir satu tahun sebelum Gojek, tepatnya pada 2009.

Tokopedia berhasil menjadi unicorn kedua di Indonesia pada 17 Agustus 2017 setelah mendapatkan pendanaan dari Alibaba.

Traveloka

Perbincangan Unicorn
(Foto: Traveloka)

Traveloka atau platform perpesanan tiket online tersebut digawangi oleh Ferry Unardi dan dua rekannya. Traveloka lahir pada 2012 dan mengukuhkan posisinya sebagai unicorn pada 2017.

Traveloka menjadi unicorn setelah mendapatkan pendanaan dari perusahaan sejenis milik asing yakni Expedia.

Bukalapak

Perbincangan Unicorn
Foto: BukaLapak)

Platform e-commerce ini berdiri pada 2010 digawangi oleh Achmad Zaky. Saat ini Bukalapak menjadi unicorn keempat yang ada di Indonesia. (Sbg/Rig)

Comments