Adegan Film Action
(Foto: IMDB)

Sabigaju.com – Para cowok umumnya sangat menyukai genre film action atau film laga Apalagi jika kini film action disuguhkan dengan cerita menarik dan menghibur dan pemainnya adalah bintang terkenal.

Film action biasanya mengisahkan misi rahasia, balas dendam dilengkapi dengan adegan-adegan perang-perangan, perkelahian, tembak-tembakan, lompat-lompatan dan sebagainya.

Nah, ternyata  adegan kekerasan yang sering muncul dalam film action bisa berpengaruh terhadap perilaku dan kesehatan mentalmu. Kok bisa? Simak ulasannya berikut ini.

Curang dan Suka Bohong

Sebuah penelitian yang dilakukan oleh profesor Josh Gubler dan David Wood menemukan dampak terhadap seseorang yang terbiasa melihat kekerasan dalam acara TV atau film action.

Dampak tersebut bisa berakibat pada perilaku curang dan suka bohong terutama untuk keuntungan pribadi.

Penelitian ini dilakukan dengan melibatkan sekitar seribu orang partisipan melalui beberapa eksperimen yang dilakukan.

Pada eksperimen pertama, setengah partisipan diberikan sebuah teks yang berisi kata-kata kotor dan kasar dan diminta untuk memperbaiki kesalahan yang terdapat di situ.

Sedangkan setengah sisanya diberi teks yang tidak berisikan kata-kata kotor. Dari hasil percobaan tersebut diketahui bahwa 24 persen dari partisipan yang mendapat teks berisi kata-kata kotor cenderung untuk berbuat curang.

Pada eksperimen yang lain, partisipan diberi sebuah potongan film. Terdapat dua film yang digunakan untuk eksperimen tersebut.

Yang pertama hanya berisi layar biru dan sebuah suara yang menyertainya. Sedangkan film kedua terdapat adegan dan dialog yang berisi kekerasan.

Partisipan pada penelitian tersebut diminta untuk menonton seluruh isi video tersebut. Dari percobaan itu diketahui bahwa partisipan yang menonton video berisi kekerasan cenderung untuk berbohong ketika diberi pertanyaan mengenai potongan film tersebut.

Cemas Berlebihan

Pandangan lain tentang dampak film action yang menonjolkan aksi kekerasan menurut Stephanie Moulton Sarkis, psikolog dan penulis buku Gaslighting: Recognize Manipulative and Emotionally Abusive People-Break Free, mengatakan bahwa ketika kita menonton video berkonten sadis, kita mengekspos diri sendiri untuk mengalami masalah kecemasan, depresi, stres kronis, dan insomnia.

Menurutnya, seseorang yang mengidap PTSD (Post-Traumatic Disorder) secara otomatis akan menstimulasi trauma masa lalu. Dan hal ini bisa membuatmu bereaksi yang bakal merugikan diri sendiri dan lingkungan sekitar.

Sarkis, menambahkan bahwa terus-menerus menyaksikan film action  yang sarat kekerasan  meningkatkan rasa takut dan khawatir berlebihan.

Hal senada juga diungkapkan dalam studi dampak adegan kekerasan dalam film actiontayangan TV ataupun berita yang dilakukan oleh Jennifer Ahern, PhD, dari University of California.

Dalam studinya Ahern memaparkan bahwa menonton film laga yang penuh adegan sadis bisa membuatmu selalu merasa dalam kondisi yang terancam dan mengakibatkan kondisi fisik sesak napas, hipertensi, dan ketakutan berlebihan.

So, gaes, boleh dan sah aja buat nonton film action tapi jangan kebanyakan or terlalu sering yah! (Sbg/Rig)

Comments