Dua belas bocah dan satu pelatih dari klub sepakbola Thailand bernama 'Wild Boars' yang terjebak di dalam gua bernama Tham Luang Nang Non. (Foto: Royal Thai Army)
Dua belas bocah dan satu pelatih dari klub sepakbola Thailand bernama ‘Wild Boars’ yang terjebak di dalam gua bernama Tham Luang Nang Non. (Foto: Royal Thai Army)

Sabigaju.com – Proses penyelamatan terhadap 12 bocah asal Thailand yang terperangkap di dalam gua bernama Tham Luang Nang Non selama dua pekan terus berlanjut. Dari 12 itu, 4 remaja berhasil diselamatkan

Namun, operasi penyelamatan yang berlangsung hingga Minggu (8/7) malam dihentikan sementara hingga 10 jam ke depan. Para petugas dari regu penyelamat harus mengganti tabung oksigen untuk kembal ke dalam. Fase berikutnya akan dimulai pada Senin (9/7) pagi, setelah semua tangki udara dan perlengkapan tim diganti.

12 Bocah dan satu pelatih dari klub sepakbola Thailand bernama ‘Wild Boars’ yang terjebak di dalam gua bernama Tham Luang Nang Non ditemukan oleh penyelam Inggris setelah 10 hari terjebak dan bertahan hidup di liang batu yang berjarak 4 kilometer dari mulut gua. Tak ada jalan keluar bagi para korban. Liang yang tadinya kering tiba-tiba terendam banjir.

Proses Penyelamatan 4 Orang dari 13 orang

Empat orang anak yang selamat, telah dibimbing keluar oleh para penyelam melalui lorong-lorong gelap hingga mulut jaringan ghua Tham Luang. Butuh waktu hingga sekitar dua jam untuk mengeluarkan mereka. Setelah berhasil  diselamatkan Keempatnya langsung dilarikan ke Rumah Sakit Chiang Rai.

Tim penyelamat memanfaatkan jeda hujan untuk melaksanakan misi penyelamatan lebih awal dari yang direncanakan.

Otoritas Thailand juga menyebut bahwa fase pertama operasi penyelamatan itu berhasil dilakukan lebih cepat dari perkiraan.

Kini Tim Penyelamat tengah melakukan upaya keras untuk mengeluarkan delapan bocah laki-laki yang tersisa bersama pelatih sepak bola mereka.

Duka Tim Penyelamat

Sebelumnya kabar duka justru muncul saat seorang mantan anggota Angkatan Laut Thailand yang ikut serta dalam penyelaman dalam upaya evakuasi, meninggal dunia.

Saman Gunan, nama korban, kehilangan kesadaran dalam perjalanannya keluar dari kompleks gua Tham Luang, setelah ia mengirimkan tanki berisi oksigen ke dalam gua.

Kematian Saman, yang adalah seorang penyelam terlatih berberapa waktu lalu mengindikasikan  bahayanya menyelam dari liang ke mulut gua apalagi bagi anak-anak yang sama sekali tak tahu cara menyelam.

Saman meninggal setelah kehilangan kesadaran di salah satu jalan masuk gua dia m sudah berupaya menyelamatkan jiwanya. Namun gagal. Jasadnya kemudian dibawa keluar gua.

Kematian Saman tidak akan berdampak pada misi evakuasi. Namun, musibah itu menimbulkan efek psikologis, terutama bagi tim penyelamat. Pihak berwenang memutuskan untuk tak menyampaikan kabar duka tersebut pada para bocah yang terjebak. Demi menjaga mental mereka.

Semoga delapan anak lain  bersama sang pelatih mereka yang kini masih terjebak dalam Gua Tham Luang Nang Non dapat berhasil diselamatkan. (Sbg/Rig)

 

Comments