Panas Dingin Hubungan Twitter dan Donald Trump
Presiden Amerika Serikat, Donald Trump (Foto: Twitter @realDonaldTrump)

Sabigaju.com – Belum lama ini, akun Twitter pribadi milik Presiden Amerika Serikat ( AS), Donald Trump sempat hilang beberapa waktu pada hari Kamis (2/11) pukul 5:54 pagi waktu setempat. Dan publik masih belum mengetahui Penyebab Hilangnya Akun Presiden Trump di Twitter.

Akun Donald Trump yang memiliki jumlah pengikut sebanyak 41,7 juta tersebut hilang selama kurang lebih sebelas menit sebelum akhirnya kembali.

Sebelum menghilang, akun Presiden AS tersebut memuat cuitan terakhir  berupa video pengumumkan Trump soal penetapan Jerome Powell sebagai kepala Federal Reserve yang baru.

Peristiwa hilangnya akun twitter Trump dilaporkan pertama kali oleh seorang Jurnalis MSNBC, Chris Hayes melalui akun Twitter-nya.

Penyebab Hilangnya Akun Presiden Trump di Twitter

Twitter Akui Kelalaian

Banyak yang menduga bila kejadian menghilangnya akun presiden Trump lantaran diretas, karena Trump mengoperasikan akun Twitternya dengan menggunakan smartphone berbasis sistem Android yang lebih rentan keamanananya.

Namun perkiraan banyak orang tersebut meleset saat Twitter melalui akun @TwitterGov melakuakn klarifikasi. Twitter menyatakan bahwa hilangnya akun Twitter milik Trump adalah human error yang dilakukan karyawan Twitter.

Twitter menjelaskan bahwa hilangnya akun Twitter Trump akibat ulah karyawanya yang berbuat iseng di hari terakhirnya bekerja di perusahaan itu.

Twitter sendiri berjanji akan mengambil langkah untuk mencegah kejadian seperti ini terulang ke depannya.

Adapun aksi sang karyawan yang sudah mengundurkan diri dari Twitter kini tengah menerima puja puji dari begitu banyak penentang Trump. Perbuatan isengnya tersebut dinilai para penentang Trump sebagai aksi heroik nan gagah berani

Panas dingin Hubungan Donal Trump dengan Twitter

Panas Dingin Hubungan Twitter dan Donald Trump
Presiden Amerika Serikat, Donald Trump (Foto: Twitter @realDonaldTrump)

Hubungan Twitter dengan Donald Trump bisa dibilang panas dingin dan tidak semesra perkiraan banyak orang.

Padahal saat Trump menjadi kandidat presiden saat Pemilu di AS, Twitter memberikan dukungan terhadapnya pada momen Pemilihan Presiden AS 2017.

Awalnya hal ini diperkirakan akan berdampak positif pada pertumbuhan pengguna Twitter sehingga bisnisnya pun bakal ikut naik.

Namun ternyata, perkiraan dengan aktifnya Donald Trump berkampanye dan mengutarakan opini lewat platform mikroblog tersebut bisa mengangkat bisnis Twitter, meleset. Efek  kemenangan Trump tak berhasil mendongkrak jumlah pengguna Twitter maupun bisnisnya secara keseluruhan.

Namun Trump mengakui bahwa Twitter berperan besar dalam mendongkrak popularitasnya di mata masyarakat Negeri Paman Sam hingga kemudian bisa menjadi presiden.

Belakangan, salah satu pendiri Twitter, Evan Williams justru mengaku sedih dan menyesali peran Twitter dalam mendongrak popularitas Trump hingga  ahirnya menjadi  presiden kontroversial dari partai Republik.

Hubungan antara Twitter dan Donald mulai memanas saat Department of Homeland Security AS pada pertengahan Maret lalu meminta Twitter mengungkap identitas pemilik sebuah akun yang selama ini dikenal anti terhadap pemerintahan Trump, lantaran terlampau sering mengkritisi  berbagai kebijakan pemerintahan.

Namun dengan tegas Twitter menolak, dan belakangan melayangkan gugatan hukum atas Pemerintah AS untuk membatalkan permintaan itu.

“Efeknya bisa sangat merugikan untuk free speech akun yang bersangkutan, juga akun-akun ‘alternative agency’ lain yang dibuat untuk menyuarakan ketidaksetujuan atas kebijakan pemerintah,” sebut Twitter dalam dokumen gugatan yang diajukan pekan ini ke Northern California District Court.

Kita tunggu saja babak baru perkembangan panas dingin hubungan Twitter dan Donald Trump kedepan. (Sbg/Rig)

Comments