Sabigaju.com – Marah-marah, menangis sambil berteriak, dan membanting barang-barang merupakan tanda bahwa anak Anda sedang tantrum. Hal ini tentu umum terjadi pada anak berusia 1 hingga 4 tahun.

Bukan karena hal yang lumrah lantas bisa dibiarkan begitu saja. Sebagai orang tua, kita perlu menganalisa apa yang menjadi penyebab anak tantrum. Dengan mengetahui penyebabnya, orang tua menjadi lebih mudah untuk mengatasi kondisi tersebut.

Penyebab utamanya, karena pada usia 1 hingga 4 tahun dia sedang belajar berkomunikasi dengan Anda dan lingkungannya. Pada usia itu juga, anak belajar merespon emosinya, terutama bagaimana dia menghadapi kekecewaan akan kondisi yang tidak sesuai dengan harapannya.

Dengan kata lain, hal ini juga bisa disebut sebagai cara anak untuk keluar dari masalah. Misalnya, saat anak menginginkan sesuatu, dia menangis dan kemudian Anda memenuhinya. Bila hal seperti ini terus terjadi, maka anak bisa menjadikan tantrum sebagai kebiasaan untuk mencapai sesuatu yang dia inginkan. Oleh karena itu, sekalipun ini adalah hal yang lumrah, tetapi orang tua perlu mengatasinya. Nah, beberapa cara mengatasi tantrum berikut ini bisa Anda coba di rumah, simak yuk!

Bersikap Sekalem Mungkin

Emosi negatif anak yang diluapkan dengan tantrum bisa secara cepat menular kepada Anda. Tidak jarang ayah atau ibu ikutan marah-marah saat menanggapi tantrum si kecil. Padahal Anda adalah role model mereka dalam menangani kemarahan.

Jadi, bersikap sekalem mungkin adalah salah satu cara terbaik yang bisa Anda lakukan. Ray Levy, PhD, coauthor of Try and Make Me! Simple Strategies That Turn Off the Tantrums and Create Cooperation menyarankan untuk memberikan nasehat singkat dan to the point pada anak yang mengalami tantrum. Tentunya, jangan sampai Anda juga terpancing untuk marah.

Biarkan Anak Sendiri

Saat anak tantrum, coba berikan dia waktu untuk sendirian. Bukan berarti Anda meninggalkannya tanpa pengawasan, tetapi menjauh dari anak atau melakukan kesibukan lain bisa membuat trantumnya cepat berakhir. Anda pernah mencoba cara ini?

Berbicara dengan Nada Lembut

Ketika anak tantrum, coba ajak anak Anda berbicara. Namun, pastikan Anda mengajaknya dengan nada bicara yang lembut dan menyejukkan telinga. Jangan membuatnya merasa terintimidasi karena justru akan memperburuk kondisi.

Di samping itu, berbicara dengan pandangan mata yang sejajar dengan Anak juga sangat disarankan karena membuatnya merasa lebih dihargai. Anda bisa mencobanya mengajak bicara dengan posisi jongkok.

Pada intinya, usahakan untuk tidak melibatkan emosi Anda dalam mengatasi situasi tersebut. Melihat anak marah-marah, berteriak, hingga melakukan tindakan agresif seperti menendang dan membanting memang menyebalkan. Akan tetapi, ingat terus bahwa apa yang Anda lakukan bisa menjadi contoh baginya. So, stay calm! (Sbg/Er)

Comments