zombie
Sumber: https://science.howstuffworks.com

Sabigaju.com – Pernah membayangkan ingin menjadi seperti Bella Swan yang mendapatkan kekasih seorang vampir ganteng dengan berbagai kemampuan super? Atau membayangkan hidup di tengah para zombie seperti film Walking Dead?

Ternyata sob, ada beberapa penyakit langka di dunia ini yang membuat orang yang mengidapnya mengalami gejala hampir mirip dengan vampir dan zombie. Mungkin tidak akan se-cool Edward Cullen atau seseram kawanan zombie di film Walking Dead, tapi mereka memiliki gejala bahkan pembawaan seperti mahluk fantasi ini.

Bagaimana detailnya? Berikut ulasannya.

Xeroderma Pigmentosum: Penderitanya Seperti Vampir

Sinar matahari dibutuhkan oleh tubuh untuk mensintesis vitamin D. Namun terlalu banyak paparan sinar UV juga dapat merusak kulit. Sekitar 1 dari 1 juta orang memiliki xeroderma pigmentosum (XP) dan sangat sensitif terhadap sinar UV. Orang-orang ini harus benar-benar terlindungi dari sinar matahari, atau akan mengalami sunburn ekstrim dan kerusakan kulit.

Gangguan ini disebut dengan porfiria, disebabkan oleh mutasi resesif langka dari enzim perbaikan kulit. Saat berfungsi normal, enzim ini akan mengoreksi DNA yang rusak akibat radiasi sinar UV. Pada pengidap XP, enzim ini gagal bekerja sehingga kerusakan DNA menjadi permanen dan terakumulasi.

Gejala penyakit langka ini biasanya pertama kali muncul pada anak usia dini. Gejala ditandai dengan kulit melepuh dan terbakar parah setelah hanya beberapa menit terkena sinar matahari. Wajah dan kulit yang terpengaruh meampakkan bintik-bintik kemerahan, kondisi kulit kering, dan perubahan warna kulit.

Penderita XP memiliki kesempatan tinggi mengembangkan kanker kulit. Tanpa perlindungan yang tepat, hampir setengah dari semua anak yang memiliki XP akan mengembangkan beberapa jenis kanker kulit pada usia 10 tahun.

Jika terkena sinar UV, penderita XP juga akan mengalami mata yang menjadi merah, kabur, dan teriritasi. Diperkirakan bahwa hanya satu dari 250.000 orang di Eropa dan Amerika Serikat memiliki XP. Meskipun ada beberapa perawatan yang tersedia, pencegahan terbaik dari kerusakan parah hanyalah tinggal di kegelapan dan menjauhi diri dari sinar matahari, seperti halnya vampir.

Cotard’s delusion: Delusi Sebagai Zombie

Cotard’s delusion, alias Sindrom Mayat Berjalan (Walking Corpse Syndrome), merupakan gangguan mental yang juga langka. Penderitanya akan meyakini sepenuh hati bahwa ia dimutilasi, kehilangan salah satu anggota tubuhnya (misalnya otak), atau benar-benar mati. Dalam kasus esktrim, ia menganggap kehilangan anggota tubuhnya dengan cara-cara yang tidak wajar. Ia bisa merasa semua darah dalam tubuhnya dikuras habis, rohnya diambil oleh setan, atau semua organ tubuhnya sudah dipreteli.

Khayalan ini biasanya berkembang hingga ke level di penderita akan mengklaim bahwa ia dapat mencium bau dagingnya sendiri membusuk, atau merasakan cacing merayap di kulitnya. Fenomena terakhir adalah pengalaman berulang yang dapat terjadi pada penderita insomnia akut atau di bawah pengaruh obat-obatan.

Beberapa gejala lainnya menunjukkan delusi keabadian, percaya bahwa mereka tidak bisa mati (karena memang sudah mati, menurut mereka), yang dapat sangat mudah menyebabkan percobaan bunuh diri yang tidak disengaja. Penderita cenderung untuk tidak makan atau mandi, dan mereka sering menghabiskan waktu di kuburan, dengan alasan ingin berada di antara “kaum” mereka sendiri.

Obat dapat digunakan untuk mengobati kondisi tersebut, meskipun terapi electroconvulsive telah bekerja lebih baik dalam beberapa kasus. (Sbg/Ldr)

Comments