mewaspadai Penularan Virus corona lewat udara
(Foto : freepik.com)

Sabigaju.com – Dunia seakan dikejautkan dengan beredarnya sebuah surat terbuka dari lebih dari 200 ilmuwan menuding Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mengabaikan kemungkinan penularan virus corona melalui udara.

WHO selama ini hanya menyebut virus corona ditularkan melalui tetesan (droplet) yang keluar ketika seorang penderita batuk atau bersin.

Merespons surat itu, WHO pun akhirnya resmi mengeluarkan pernyataan virus corona dapat bertahan lama di udara dalam ruang tertutup, dan ini dapat menyebar dari satu orang ke orang lain.

Semakin banyak bukti yang menunjukkan bahwa ruangan tertutup dengan ventilasi buruk, virus dapat melayang tinggi selama berjam-jam dan menginfeksi orang lain. Hal ini bahkan dapat menyebabkan kejadian superspreader atau penyebaran luas.

BACA JUGA: Kalung Anti Corona, Bukan Azimat dan Bukan Obat

Soal Penyebaran Virus Lewat Udara

Seseorang bisa sakit hanya karena menghirup udara, yang telah tercemar virus atau bakteri penyebab suatu penyakit.

Penularan virus lewat udara alias Airborne disease bisa menyebar saat ada pasien yang menunjukkan gejala infeksi berupa batuk, bersin, atau sekadar bicara.

Gejala tersebut mengakibatkan cairan pada tenggorokan dan saluran pernapasan muncrat ke udara.

Beberapa kelompok virus dan bakteri bisa menggantung di udara, terbawa angin, atau mendarat di orang lain.

Patogen ini masuk ke dalam tubuh melalui udara yang terhirup atau menyentuh sembarang permukaan. Tangan yang digunakan menyentuh permukaan kemudian memegang mata, hidung, dan mulut tanpa dicuci lebih dulu.

Penyebaran kelompok airborne disease yang menyebar di udara cenderung sulit dikontrol. Karena itu, sangat penting mengetahui upaya pencegahan yang tepat sehingga tidak mudah terinfeksi.

Nah ada beberapa hal  untuk kamu lakukan terkait perkembangan terbaru ini.

BACA JUGA: Ketika Pandemi Corona Berubah Jadi Endemi, Harus Apa Kita? 

1. Mencuci Tangan

Sebaiknya kamu tetap meneruskan kebiasaan mencuci tangan selama 20 detik menggunakan air mengalir dan sabun untuk mencegah penularan virus.

Tangan menjadi bagian tubuh yang paling sering memegang benda, bahkan secara sadar atau tidak sadar.

Permukaan benda bisa saja terkontaminasi dengan virus, dan tangan sangat mungkin menjadi perantara seseorang terkena virus.

2. Tetap di Rumah jika Tak Ada Kepentingan Mendesak

Menjaga diri dengan tetap di rumah jika tidak ada hal yang mendesak, akan meminimalisir setiap orang untuk terjangkit virus corona.

Dengan tetap di rumah, seseorang tidak akan berinteraksi dengan orang lain yang tidak diketahui riwayatnya.

Siapa saja bisa menjadi pembawa atau carrier virus yang dapat menularkan ke orang lain dengan imunitas tubuh yang lemah.

3. Jaga Jarak

Menjaga jarak fisik antara satu orang dengan orang lain, apalagi di tempat umum, juga menjadi satu langkah mencegah terinfeksi virus.

Jaga jarak minimal 2 meter atau lebih. Selain itu, hindari berjabat tangan dengan orang lain. Sebab, tangah dapat menjadi media penyebaran virus corona.

4. Menghindar Kerumunan

Jika bisa dihindari, sebaiknya tidak berada di kerumunan. Berkumpulnya banyak orang dalam satu tempat meningkatkan kemungkinan terjadinya penularan jika terdapat salah satu orang yang terinfeksi virus.

Bahkan, penularan virus disebut semakin tinggi probabilitasnya dalam satu ruang dengan sirkulasi udara kurang baik, terlebih jika ruangan tersebut dihuni oleh banyak orang.

5. Mengenakan Masker

Saat berkegiatan di luar rumah, kamu harus mengenakan masker. Dengan mengenakan masker sejauh ini paling efektif untuk menekan penularan virus.

Masker setidaknya akan membantu mengurangi percikan cairan dari mulut atau hidung yang mungkin saja dapat memapari permukaan benda atau bahkan langsung ke orang lain.

BACA JUGA: Kandungan Ganja Berkhasiat untuk Menangkal Corona?

6. Menjaga Imun Tubuh

Imun tubuh yang baik diyakini dapat membuat perlawanan lebih baik terhadap virus. Seseorang dapat menjaga kebugaran badan meskipun di rumah.

Selain itu, menjaga imun dapat dilakukan dengan mengatur gaya hidup, termasuk mengurangi rokok dan alkohol, serta tidur yang cukup, dan asupan yang bergizi. (Sbg/Rig)

Comments