tes pap smear

Sabigaju.com – Kanker serviks adalah kanker yang muncul leher rahim wanita. Penderitanya hingga kini sudah mencapai 21.000 kasus, dan membuat Indonesia menjadi negara dengan penderita kanker serviks tertinggi di dunia.

Terus meningkatnya angka penderita kanker serviks, selain karena kurangnya fasilitas medis terutama di daerah-daerah pelosok, juga disebabkan karena kurangnya kesadaran untuk memeriksakan kesehatan organ vitalnya secara berkala. Sementara kondisi kanker serviks yang baru diperiksakan setelah gejalanya muncul bisa dianggap sudah terlambat untuk ditangani.

Itulah sebabnya mengapa pemeriksaan pap smear secara teratur, penting untuk dilakukan. Yakni untuk mendeteksi adanya kelainan sel yang berisiko menjadi sel kanker.

Apa itu pap smear?

Pemeriksaan pap smear adalah prosedur pengambilan sampel sel dari leher rahum untuk memastikan ada atau tidaknya aktifitas abnormal yang mengarah pada kanker serviks. Sayangnya, informasi mengenai tes ini pun masih belum masif.

Bagaimana prosedurnya?

Untuk tes pap smear, Anda akan diminta untuk berbaring sambil menekuk lutut, kemudian dokter akan memasukkan spekulum ke dalam mulut vagina. Saat itulah sampel sel-sel pada serviks akan diambil dengan spatula plastik dan sikat kecil, baru setelahnya dikirim ke laboratoriun untuk diuji.

Tes pap smear mungkin menimbulkan rasa tidak nyaman pada wanita, tapi tes ini juga tidak menimbulkan rasa sakit. Hasil tesnya tidak bisa dipastikan 100% akurat, Anda hanya bisa meminimalisir ketidakakuratan dengan menghindari berhubungan seksual, dan tidak membersihkan vagina dengan sabun khusus selama dua hari sebelum tes.

Siapa yang butuh tes pap smear?

Tes pap smear direkomendasikan untuk wanita berusia 21 tahun ke atas, namun yang belum berusia 21 tahun tapi sudah berhubungan seksual secara aktif juga disarankan untuk menjalankannya.

Kapan pemeriksaan pap smear sebaiknya dilakukan?

Tes pap smear sebaiknya dilakukan dua tahun sekali dimulai dari usia 21 tahun. Setelah berusia lebih dari 30 tahun, tes pap smear bisa dilakukan tiga tahun sekali. Pada beberapa kasus, khususnya bagi perempuan berusia lebih dari 30 tahun, tes pap smear dibarengi dengan tes human papillomavirus (HPV). HPV adalah virus yang menyebabkan infeksi menular seksual, dan dapat menyebabkan kanker serviks pada beberapa wanita. Untuk mencegah penularan virus HPV yang dapat berkembang menjadi kanker, biasanya dokter menyarankan vaksinasi HPV.

Sebaiknya pap smear dulu, atau vaksin dulu?

Untuk perempuan yang sudah menikah, disarankan untuk pap smear terlebih dahulu karena risiko terkena virus HPV-nya lebih besar, kemudian baru melakukan vaksinasi kalau hasilnya negatif.

Vaksin HPV itu sendiri idealnya diberikan saat berusia remaja, yakni 9-13 tahun. Vaksin diberikan dalam 3 dosis dengan interval waktu 6 bulan. Pemberian vaksin saat muda memperkecil risiko terjadinya infeksi HPV yang dapat menyebabkan kanker serviks. (Sbg/Ldr)

Comments