Taksi Online
(Foto: YouTube)

Sabigaju.com – Dunia Maya geger dengan viralnya kisah seorang karyawati yang viral karena nyaris ‘diculik’ oleh seorang driver taksi online.

Awalnya, sebuah akun Twitter @mllerasya membagikan kisah itu. Sambil melampirkan potongan gambar screenshoot dari cerita sesungguhnya, akun tersebut mengklaim bahwa cerita tersebut dialami temannya.

Awalnya, Karyawati berinisial T (25) memesan taksi online dengan 2 tujuan sekaligus. Korban dijemput dari kosan di Palmerah, Jakarta Barat dengan tujuan pengantaran pertama ke Dharmawangsa, Jaksel dan terakhir ke Ice BSD.

Namun, setelah korban naik taksi online tersebut, sopir bukannya membawanya ke tempat tujuan, tapi malah membawanya ke Tol Kebon Jeruk, Jakarta Barat arah Tangerang.

BACA JUGA: Nih Aplikasi Transportasi Keren Selain Gojek dan Grab

Sepanjang perjalanan, menurut korban, sopir taksi online tersebut berkomunikasi menggunakan kode-kode dengan pihak lain melalui alat telekomunikasi.

Korban panik, hingga akhirnya memencet tombol emergency yang kemudian terhubung ke call center. Singkat cerita, hal ini kemudian membuat sopir taksi online tersebut akhirnya menurunkan korban di pinggir Tol Kebon Jeruk.

Korban merasa trauma atas kejadian itu, kemudian melapor ke Polda Metro Jaya. Menindak lanjuti laporan korban itu, polisi kemudian bergerak dan mengamankan sopir tersebut untuk dimintai keterangan.

Nah, berdasar peristiwa tersebut Sabigaju mau kasih tahu pentingnya fitur emergency saat kamu melakukan perjalanan dengan taksi online Grabcar.

BACA JUGA: Hal Baru dari Aplikasi Google Maps yang Harus Kamu Ketahui 

Cara Kerja Tombol Emergency  Grab

Buat kalian yang belum tahu, saat menggunakan aplikasi Grab, kalian akan melihat menu ‘Safety Centre/Pusat Keselamatan’ di pojok kanan atas aplikasi taksi online Grab. Di situ, pelanggan bisa memilih tiga layanan yang dibutuhkan.

Pertama, ‘Bagikan Informasi Perjalanan’ yang menawarkan pilihan untuk memberi akses bagi keluarga atau orang tercinta melacak lokasi dan status perjalanan, lengkap dengan perkiraan waktu kedatangan, dan detail mitra pengemudi.

Kedua, ‘Laporkan Masalah Keselamatan’. Penumpang dapat melaporkan masalah keselamatan dengan mudah, kapan saja, dalam perjalanan mereka sehingga Grab dapat mengambil tindakan cepat terhadap potensi insiden keselamatan.

Ketiga, ‘Dapatkan Pertolongan Darurat’. Jika terjadi keadaan darurat, penumpang dapat meminta bantuan dari tim respons insiden Grab 24/7.

BACA JUGA: Kontroversi Transportasi Online di Mancanegara 

Peringatan SMS yang berisi detail perjalanan mereka dan lokasi saat ini akan secara otomatis dikirim ke kontak darurat yang telah didaftarkan.

Tiga fitur ini melengkapi 6 fitur keselamatan yang telah diluncurkan sejak awal 2019 lalu termasuk Penyamaran Nomor Telepon (Number Masking), Free Call (VoIP), Tombol Darurat, Verifikasi Wajah, Kamera GrabSiaga, dan GrabDefence.

Sekali lagi, tombol emergency Grab ini baru berfungsi ketika pengguna sedang dalam proses pemesanan perjalanan.

Ok gaes tetap waspada saat kamu menggunakan jasa angkutan taksi online. (Sbg/Rig)

Comments