Sabigaju.com – Menghitung dan mengelola pendapatanmu setiap bulan adalah wajib hukumnya. Tapi, ada satu hal lain yang harus kamu lakukan namun sering terlupakan, yakni menghitung total kekayaan bersih. Bukan bermaksud mengukur seluruh hidupmu dari angka-angka, tapi menghitung total kekayaan bersih ini adalah tolak ukur kesehatanmu secara finansial.

Sudah cukup sehatkah finansialmu? Ketahui jawabannya dengan hitungan seperti yang dijelaskan di bawah ini!

Rumus menghitung total kekayaan bersih sebenarnya mudah. Jumlahkan semua aset yang kamu miliki, kurangi dengan semua yang bersifat hutang. Namun, menggolongkan kedua jenis itu sudah termasuk kerumitan tersendiri. So, mari kita jabarkan satu persatu.

Apa yang dimaksud dengan aset?

Aset tentu saja merupakan segala hal yang memiliki nilai jual. Sifatnya cair dan mudah dijual cepat serta dengan harga yang pantas. Barang-barang bersifat pribadi seperti koleksi cd, maupun perhiasan turun temurun tak termasuk dalam aset tak peduli seberapa berharganya barang-barang itu untukmu karena nilai sejarah yang ada di dalamnya. Jadi, jangan harap boneka pemberian mantan terindahmu sewaktu ulang tahun yang dikasih melalui pesta kejutan itu bisa dihitung sebagai aset, ya!

Benda-benda yang dapat dikategorikan sebagai aset antara lain, uang tunai, saham, obligasi, rekening pensiun, dan instrumen keuangan lainnya.

Properti? Well, rujukan rumah sebagai aset masih diperdebatkan. Di satu sisi, mengingat harga rumah semakin meningkat dari ke waktu, keuntungan yang didapat bisa diperhitungkan sebagai aset. Namun ada juga pakar yang menyebutkan bahwa “Kamu tidak perlu membebani angka terlalu besar pada nilai rumah tersebut di masa depan. Sebab rumah itu pun membebani keuanganmu setiap bulan; ada hipotek, asuransi, pajak properti, pemeliharaan, juga barang rumah tangga yang perlu diganti.”

Saran terbaik mengenai hitungan rumah adalah dengan menghitungnya sebagai properti dan sebagai kewajiban yang harus dibayar.

Bagaimana dengan nilai kewajiban?

Menurut Ladejobi, seorang perencana keuangan tersertifikasi sekaligus founder Earn Into Wealth Strategies, tipe-tipe kewajiban yang harus masuk dalam perhitungan total kekayaan pribadi termasuk uang kas, utang kartu kredit, utang hipotek, ekuitas rumah, dan tagihan kesehatan.

Jika ada utang yang menyertakan namamu atau apapun yang jenis utang yang kamu rekomendasikan untuk orang lain, sertakan juga sebagai kewajiban. Sebab kamu akan 100% bertanggung jawab jika si peminjam tak dapat membayarnya.

Hal yang sama juga berlaku pada segala jenis kendaraan yang kamu miliki. Nilai jual kendaraan bisa menurun dalam angka yang jauh, belum lagi biaya bahan bakar yang harus kamu keluarkan, asuransi, dan pemeliharaan.

Bagaimana Seharusnya Total Kekayaan yang Kita Miliki?

Setelah mengetahui total kekayaan yang dimiliki, pertanyaan selanjutnya yang muncul di kepala pasti adalah bagaimana kamu bisa meningkatkannya? Namun, menyangkut kekayaan bersih, tak ada satu jawaban yang bisa disamaratakan kepada semua karena kondisi tiap orang pasti berbeda.

David Clarken, analis keuangan, sebagaimana dikutip dari Huffingtonpost.com menganjurkan untuk mengevaluasi total kekayaan berdasar pada bagaimana kamu pikir jumlah seharusnya. Jika kamu khawatir angka kekayaanmu tidak sesuai seperti bagaimana seharusnya menurutmu, konsultasikanlah kepada ahlinya.

Terlepas dari fakta bahwa total kekayaan bersih merupakan angka yang penting untuk diketahui, jangan terlalu terpaku pada hal tersebut. Clarken menganjurkan untuk fokus melakukan perubahan yang rutin agar mendapat hasil yang positif. (Sbg/Fitri)

Sumber foto: Pexels
Comments
Tampilkan Lebih Banyak Artikel Terkait
Tampilkan Lebih Banyak faridsabi
Tampilkan Lebih Banyak Dalam Lifestyle
Komentar ditutup

Lihat juga

4 Tips Memaksimalkan Kenikmatan Sesi Oral Seks Bareng Pasangan

Sabigaju.com – Variasi aktivitas intim pasangan merupakan hal pokok yang wajib dipen…