Ilustrasi: Stoisisme
(Foto: Pexels)

Sabigaju.com – Belajar filsafat biasanya banyak dihindari orang. Why would else? Udah nggak jamannya lagi kita menutup mata dari banyak hal. Buktinya aliran filsafat Stoisisme sekarang ini banyak digandrungi oleh para millennial, loh!

Coba kamu bisa intip bukunya Daily Stoic karya Ryan Holiday. Atau kalau mau lebih dekatnya, buku Filosofi Teras karya Henry Manampiring.

Buku tersebut belakangan banyak dibaca orang-orang yang tengah galau sama kehidupannya. Karena apa?

Stoisisme dinilai applicable banget sama kehidupan masa kini sejak dicetuskan oleh filsuf bernama Zeno, 2000 tahun lalu.

Untuk sejarah filsafat ini, kamu bisa baca lebih lanjut, atau paling enggak browsing aja. Tapi coba kita bicara tentang, apa itu yang diajarkan Stoisisme?

BACA JUGA: Kebiasaan Membaca Buku Bikin Tidur Jadi Nyenyak

Baik Buruk Hal Bergantung pada persepsi

Menurut filsafat ini, semua baik buruk hal tergantung pada persepsi. Artinya, kita punya kekuatan mengkonstruksi pikiran kita untuk melihat sesuatu dari sudut pandang tertentu, yang jelas bisa membuat kita bahagia.

Bagi Stoisisme, semua hal adalah netral. Yang menjadikan hal itu buruk atau baik adalah diri kita sendiri.

BACA JUGA: Membaca Membuka Jendela Dunia 

Manusia adalah Produk Alam

Manusia adalah salah satu dari ribuan produk alam. Secara alamiah, kita punya perbedaan spesial dengan binatang, yakni akal dan pikiran.

Nah, bagi filsafat ini, manusia harus mengembalikan dirinya sebagai bagian dari alam yang memiliki akal dan pikiran.

Kita punya kekuatan untuk mengkonstruksi pikiran kita bahwa satu hal yang biasanya dilabeli buruk, bisa kita ubah sebagai hal baik. Proses ini biasa kita sebut dengan positif thinking.

BACA JUGA: Yuk Mulai Tiny Habits Agar Hidupmu Lebih Baik

Do Not Expect Too Much

Stoisisme mengajarkan kita bahwa tidak berharap terlalu banyak adalah salah satu kunci kebahagiaan.

Kita tidak menggantungkan kebahagiaan kita pada sesuatu yang sebetulnya tidak bisa kita ubah.

Misalnya saja, pacar. Kita tidak bisa menggantungkan kebahagiaan kita pada pacar karena sewaktu-waktu mereka akan pergi.

Masih banyak pelajaran dari Stoisisme yang bisa kita ambil hikmahnya. Dari tiga hal di atas, apa kamu bisa mempraktikannya? (Sbg/Dinda)

Comments