(Foto: Instagram jktinfo)

Sabigaju.com – Minggu, 13 Mei 2018 kemarin menjadi hari yang cukup mengagetkan sekaligus membuat geram masyarakat di Surabaya. Pasalnya, ada tiga gereja di kota tersebut yang menjadi korban pengeboman simpatisan ISIS.

Ledakan bom terjadi di tiga lokasi yaitu, Gereja Kristen Indonesia di Jalan Diponegoro, Gereja Santa Maria di Ngagel, dan Gereja Pantekosta di Jalan Arjuno. Saat ledakan terjadi, gereja tengah dipenuhi oleh jemaat yang beribadah di Minggu pagi. Kejadian ledakan juga terjadi dalam interval waktu 5 menit.

Ironisnya, peledakan bom tersebut dilakukan oleh satu keluarga yang juga melibatkan anak-anak di bawah umur. Mereka adalah simpatisan ISIS yang tergabung dalam Jamaah Ansharut Daulah (JAD).

BACA JUGA: Korban Berjatuhan Pasca Bom Bunuh Diri di Surabaya

Selain bom yang diledakkan di tiga gereja tersebut, Minggu malam ledakan bom kembali terjadi di sebuah rusunawa, Wonocolo, Sidoarjo, Jawa Timur, tepatnya di Blok B lantai 5. Saat proses pengamanan, pihak kepolisian mengamankan tiga bom aktif dan sejumlah bahan peledak di kamar nomor 2 lantai 5.

Sama halnya dengan pelaku bom yang diledakkan di tiga gereja sebelumnya, pelaku yang meledakkan bom di rusunawa ini juga terdiri dari satu keluarga yang berjumlah enam orang. Kapolri Jawa Timur menyebutkan bahwa ledakan di Sidoarjo ada kaitannya dengan peledakan bom di beberapa gereja di Surabaya.

Insiden peledakan bom di Jawa Timur tersebut ada kaitannya dengan kasus penusukan di Paris yang terjadi pada Minggu (13/5) waktu Paris. Hal tersebut disampaikan oleh Kapolri Jenderal Pol Tito Karnavian. Menurutnya, insiden ini dilakukan oleh simpatisan ISIS untuk menunjukkan eksistensi mereka setelah terdesak di tingkat internasional.

Dikutip dari Kumparan.com, Tito menyampaikan bahwa motif dari peledakan ini diduga disebabkan oleh kondisi ISIS yang ditekan oleh barat, Amerika Serikat dan Rusia sehingga membuat mereka merasa terpojok. Kondisi ISIS di tingkat internasional tersebut membuat ISIS memerintahkan jaringannya melakukan serangan di beberapa negara seperti, aksi penusukan di Paris dan peledakan bom di Jawa Timur.

Aksi Penusukan di Paris

Pada hari yang sama dengan kejadian peledakan bom di Surabaya dan Sidoarjo, Prancis juga mendapatkan teror dari ISIS. Seorang pria tak dikenal melakukan penyerangan dan menewaskan seorang pejalan kaki di dekat sebuah gedung opera tua, Paris, Prancis.

BACA JUGA: Buntut Teror Bom Surabaya, Warganet Usung Tagar Kami Tidak Takut

Jaksa Prancis, Francois Molins menyatakan bahwa unit anti terorisme Prancis langsung merespon peristiwa penusukan tersebut. Hasil dari penyelidikan menunjukkan bahwa ISIS mengklaim bertanggung jawab atas aksi penusukan tersebut. Walau demikian, klaim ISIS tidak disertai dengan bukti yang memperkuat pernyataan mereka.

Selain menewaskan satu orang, aksi ini juga melukai beberapa orang lainnya. Sementara pelaku langsung tewas karena ditembak oleh polisi di lokasi kejadian. Hingga Minggu malam, unit kepolisian di Prancis tampak berjaga penuh waspada melakukan pengamanan. (sbg/Erny)

Comments