pengaturan skor ibl 2017

Sabigaju.com – Kasus Pengaturan Skor IBL 2017 masih dikembangkan. George Fernando Dendeng, Kepala Bidang Hukum PB Perbasi mengatakan, praktik pengaturan skor yang dilakukan oleh para pemain melibatkan uang dalam jumlah sangat besar, mencapai 900 juta rupiah.

Terjadi Karena Masalah Gaji yang Tidak Dibayarkan

Menurut isu yang berkembang, hal ini terjadi karena pemain yang terlibat pengaturan skor belum digaji oleh manajemen klub Siliwangi. Tetapi, George memastikan dua hal itu tidak berkaitan sama sekali. Menurutnya, hal ini adalah murni hubungan klub dan pemain. Pemain melakukan tindakan pengaturan skor adalah hal yang lain. Namun Perbasi akan tetap menjembatani untuk menyelesaikan masalah ini.

Walaupun bisa dipastikan uang yang beredar tidak kecil, namun George masih bungkam soal siapa yang menyuap para pemain. Tetapi, dia mengatakan bahwa sang bandar sudah berlevel internasional.

Dilarang Bermain di IBL Seumur Hidup

Hingga kini, nama pemain IBL yang dipastikan terlibat dalam kasus pengaturan skor IBL 2017 ini ada sembilan orang. Mereka adalah Ferdinand Damanik, Tri Wilopo, Gian Gumilar, Haritsa Harlusdityo, Untung Gendro Maryono, Fredy, Vinton Nolan Surawi, Robertus Riza Raharjo, Zulhilmi Fatturohman.

Menurut aturan Perbasi sendiri dalam Peraturan Pelaksanaan IBL bab 4 pasal 7 ayat 2 berbunyi “Apabila terdapat salah satu personel klub IBL yang terbukti melakukan game fixing (pengaturan skor), maka personel klub IBL tersebut akan dikenakan sanksi minimal Rp. 100.000.000 (seratus juta rupiah) dan tidak boleh mengikuti seluruh kegiatan PT BBI seumur hidup”.

Selain itu,  sembilan orang yang terlibat telah dijatuhi sanksi dilarang berkecimpung dalam pertandingan basket nasional dalam waktu yang beragam. Ferdinand menerima skorsing lima tahun. Wilopo, Gian, Haritsa dan Untung empat tahun, bagi Vinton, Fredy, dan Riza tiga tahun, sedangkan Zulhilmi diskors dua tahun.

Masih ada 13 nama yang dikantongi oleh Perbasi, yang tinggal menunggu waktu untuk dijatuhi sanksi, sesuai dengan peran masing-masing dalam kasus ini. (Sbg/Ldr)

Comments