Kandungan nikotin dalam rokok bisa merusak otak
(Foto: Freepik.com)

Sabigaju.com – Otak manusia memiliki fungsi penting dalam kehidupan manusia, maka kamu wajib untuk menjaga kesehatan otak dengan cara tidak merokok.

Merokok adalah salah satu kebiasaan buruk yang mempengaruhi kesehatan otak manusia. Dan berikut hasil penelitian terbaru yang harus kamu tahu supaya kamu menghentikan kebiasaan merokok.

Ini bukan hanya kandungan nikotin pada rokok tembakau tapi juga pada vape alias rokok elektrik dengan tembakau cairnya.

BACA JUGA: Merokok dan Nge-Vape Beresiko Kena COVID-19

Nikotin Bisa Membentuk Tumor

Para peneliti menemukan nikotin, sebenarnya mendorong penyebaran sel kanker paru ke otak, tempat mereka dapat membentuk tumor metastasis yang mematikan.

Studi terbaru yang dilakukan tim peneliti menemukan alat bantu nikotin menyebarkan kanker paru ke otak manusia. Perokok jauh lebih mungkin mengembangkan kanker paru daripada orang-orang yang bukan perokok, menurut penelitian itu.

“Berdasarkan temuan kami, kami tidak berpikir bahwa produk pengganti nikotin adalah cara paling aman bagi penderita kanker paru untuk berhenti merokok,” kata kepala tim penelitian Kounosuke Watabe dari Wake Forest School of Medicine di Amerika Serikat (AS),

Sekitar 40 persen pasien kanker paru juga mengembangkan metastasis di otak. Tetapi, penelitian baru telah menemukan jumlah ini secara dramatis lebih tinggi di antara perokok.

Dalam studi yang dipublikasikan dalam Journal of Experimental Medicine, tim peneliti pertama kali memeriksa 281 pasien kanker paru dan menemukan bahwa perokok menunjukkan insiden kanker otak yang secara signifikan lebih tinggi.

Sementara itu, sekitar 40 persen pasien kanker paru juga mengembangkan metastasis otak manusia. Tetapi, penelitian baru telah menemukan jumlah ini secara dramatis lebih tinggi di antara perokok.

Selain itu, tim peneliti menguji tikus dan menemukan bahwa nikotin meningkatkan metastasis otak dengan melewati sawar darah-otak untuk mengubah mikroglia, sejenis sel kekebalan di otak yang pada awalnya menjadi pelindung, namun kemudian mendukung pertumbuhan tumor.

BACA JUGA: Benarkah Pria Lebih Rentan Terinfeksi Virus COVID-19?

Adakah Obat Jika Otak terpapar Nikotin

Peneliti kemudian mencari obat yang dapat membalikkan efek nikotin dan mengidentifikasi parthenolide, zat yang muncul secara alami dalam ramuan obat herbal feverfew, yang memblokir metastasis otak yang diinduksi nikotin pada tikus.

Karena feverfew telah digunakan selama bertahun-tahun dan dianggap aman, para peneliti percaya parthenolide dapat memberikan pendekatan baru untuk melawan metastasis otak, terutama bagi pasien yang merokok atau masih merokok. Watabe mengatakan, saat ini satu-satunya pengobatan untuk kanker adalah terapi radiasi.

“Obat kemoterapi tradisional tidak dapat melewati sawar darah-otak, tetapi parthenolide dapat, dan dengan demikian menjanjikan sebagai pengobatan atau bahkan mungkin cara untuk mencegah metastasis otak manusia,” pungkas Watabe. (Sbg/Rig)

Comments