Sabigaju.com – Pernah tinggal di negara Adidaya, Amerika Serikat merupakan pengalaman yang terbaik bagi Vidi Aldiano. Vidi memang pernah tinggal di Amerika Serikat selama beberapa tahun saat melanjutkan studinya. Selain pengalaman bertemu orang-orang baru, Vidi juga merasakan pengalaman yang menantang saat datangnya Ramadhan.

Islam, merupakan agama minoritas di negeri Paman Sam tersebut. Apalagi sistem mereka yang liberal, jauh dari pengalaman menjalankan ibadah Ramadhan yang dirasakan Vidi Aldiano di Tanah Air. Awalnya, Vidi merasa syok saat menjalani hari-hari pertama bulan puasa. Selain banyak godaan, waktu puasa di Amerika Serikat pun lebih panjang daripada di Indonesia.

"Puasa di luar negeri nggak enak gitu, nggak enak banget. Berbeda banget dengan di Indonesia. Gue pernah merasakan saat kuliah di Amerika dan jadi minoritas. Lingkungan kayaknya nggak mendukung gue buat puasa dengan benar," ujar Vidi Aldiano kepada wartawan belum lama ini.

Vidi Aldiano (Instagram vidialdiano)

Namun Vidi merasa, justru hal tersebut merupakan tantangan yang harus dijalaninya.

"Gue jadi tertantang dan gue yakin pasti bisa," ujar Vidi lebih lanjut.

Jauh dari suara adzan yang berkumandang atau terdengar sayup pengajian, Vidi Aldiano tetap berusaha menjalankan ibadah puasa dengan sebaik-baiknya. Ia tetap bertekad menjalani puasa, meski teman-temannya tidak ada yang menjalankan ibadah puasa.

"Gue sendiri, nggak ada keluarga. Teman-teman juga nggak ada yang puasa jadi agak susah juga sih. Di sana nggak ada kesan suasana Ramadhan. Jadi kayak hari-hari biasa saja. Beda banget deh dengan di Indonesia," tutur Vidi.

Berpuasa di Amerika Serikat juga membuat Vidi Aldiano harus menahan lapar dan dahaga lebih dari 14 jam. Ia yang terbiasa dengan pola puasa 14 jam, berusaha menahan diri lebih dari 14 jam lantaran siklus cuaca di Amerika Serikat yang sangat berbeda dengan Indonesia.

"Di Amerika itu puasa dari jam 3 pagi sampai jam 10 malam, beda banget di Indonesia. Di sana itu pas summer, matahari baru terbenam jam setengah 10 malam gitu, baru maghrib. Awalnya nyiksa setengah mati apalagi panas banget. Ah, beda deh sama panas Jakarta sekali pun," terang Vidi Aldiano lebih lanjut,

"Bedanya lagi panas di Amerika itu bikin haus. Jadi gue merasa ini cobaan terberat ya selama puasa," ujar Vidi sambil tertawa.

Vidi Aldiano (Instagram vidialdiano)

Vidi Aldiano bersyukur tidak lama berada di Amerika Serikat. Meski dikenal sebagai negara Adidaya, namun Vidi lebih menyukai tinggal di Tanah Air.

"Di Indonesia itu suasana Ramadhan berasa banget. Suasana Jakarta is the best menurut gue. Ada kolak, kurma, kue jajanan pasar. Indah banget deh berpuasa di Jakarta," ujar Vidi Aldiano menutup pembicaraan.(Sbg/Nia)

Comments