Direktorat Tindak Pidana Siber Bareskrim Polri dan Direktorat Keamanan Khusus Badan Intelijen Keamanan, telah meringkus empat anggota The Muslim Cyber Army Family (The MCA, Family) sebuah kelompok yang diduga kerap melakukan penyebaran ujaran kebencian yang mengatasnamakan agama Islam.
Pihak kepolisian dan Direktorat Keamanan Khusus Badan Intelijen Keamanan, telah meringkus komplotan The Family MCA ,sebuah kelompok yang diduga kerap melakukan penyebaran ujaran kebencian yang mengatasnamakan agama Islam.

Sabigaju.com – Direktorat Tindak Pidana Siber Bareskrim Polri dan Direktorat Keamanan Khusus Badan Intelijen Keamanan, telah meringkus empat anggota Muslim Cyber Army atau MCA, sebuah kelompok pelaku penyebar ujaran kebencian yang mengatasnamakan agama Islam.

Mereka ditangkap di empat daerah berbeda, yakni di Jakarta; Sumedang, Jawa Barat; Bali; dan Pangkal Pinang, Bangka Belitung.

Mereka yang ditangkap yakni M Luth (39) di Jakarta Utara, Rizki Surya (34) ditangkap di Babel, Ramdan Saputra (38) ditangkap di Bali, Yuspiadin ditangkap di Sumedang, Jabar, serta Romi ditangkap di Palu. Sedang seorang tersangka bernama Suhendra, diketahui tinggal di luar negeri dan ditangkap di Seoul, Korea Selatan.

Sebagian besar bekerja sebagai pegawai swasta. Namun, ada satu orang yang merupakan pegawai negeri sipil (PNS) yakni Rizki yang ditangkap di Bangka Belitung. Dia bekerja di dinas kesehatan.

Trending Topic di Twitter

Warganet pun banyak menanggapi kabar penangkapan komplotan The Family MCA di jagat Twitter tanah air.

Bahkan ramainya perbincangan warganet tersebut hingga memunculkan dua tagar sekaligus yang masuk dalam jajaran trending topic di Twitter Indonesia yakni, TheFamily MCA dan Muslim Cyber Army

Anggota Grup Whatsapp

Menurut Direktur Tindak Pidana Siber Bareskrim Polri, Brigjen Pol Fadil Imran, empat pelaku juga diketahui tergabung dalam grup WhatsApp bernama The Family MCA.

MCA ini merupakan kelompok yang selalu menyebar berita bohong alias hoax, yang bersifat provokatif dengan tujuan memecah belah umat beragama dan kelompok. Selama ini mereka gencar menyebar isu tentang penculikan ulama dan kiai, kebangkitan PKI dan menghina Presiden, pemerintah, dan tokoh tertentu.

Tak hanya itu saja, mereka juga kerap mengirimkan virus untuk merusak perangkat elektronik penerima pesan hoax yang mereka sebar. Brigjen Pol Fadil Imran juga mengatakan keempat pelaku disangka dengan Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik (UU ITE).

Selain aktif di grup The Family MCA, keempat tersangka itu diketahui juga tergabung dalam sejumlah grup. Berikut adalah grup yang berkaitan dengan The Family MCA.

  1. Akademi Tempur MCA,
  2. Pojok MCA, The United MCA,
  3. The Legend MCA,
  4. Muslim Coming,
  5. MCA News Legend
  6. Special Force MCA
  7. Srikandi Muslim Cyber
  8. Muslim Sniper.

Hingga kini pihak kepolisian masih mendalami apakah keempat orang ini merupakan bagian dari Muslim Cyber Army (MCA) ataukah kelompok lain yang hanya mencatut nama MCA. (SBg/Rig)

Comments