Banjir Besar
(Foto: [email protected])

Sabigaju.com – Banjir besar kembali melanda wilayah Jakarta.  Namun, tak disangka tahun ini banjir datang dengan kekuatan yang lebih dashyat

Beberapa tempat sampai mencapai atap rumah bahkan lebih. Ribuan orang mengungsi ke tempat yang lebih aman, meninggalkan harta benda yang rusak terendam air. Yang sangat menyedihkan adalah jatuhnya korban jiwa akibat bencana banjir besar ini.

Korban banjir tentu saja mengalami berbagai macam permasalahan psikologi mulai dari stress, trauma kehilangan semangat dan harapan hidup, depressi, kecemasan hingga kesedihan akibat kehilangan harta benda ataupun kehilangan orang yang dicintai.

BACA JUGA: Waspada Ancaman Hipotermia saat Banjir Melanda

Penanganan Dampak Psikologis  Terhadap Korban Banjir Besar

Menurut Substance Abuse and Mental Health Services Administration (SAMHSA), ada beberapa cara yang bisa dilakukan dalam penanganan dampak psikologi bagi korban bencana banjir, yaitu :

Perhatikan Kebutuhan Dasar

mempromosikan tentang keamanan dan keselamatan, yaitu dengan cara membantu orang memenuhi kebutuhan dasar makanan dan tempat tinggal, serta mendapatkan perhatian medis darurat.

Petugas atau relawan senantiasa memberikan informasi dan pengumuman tentang pentingnya keselamatan korban dan dampak banjir bagi korban serta informasi sederhana dan akurat tentang cara untuk mendapatkan kebutuhan dasar.

BACA JUGA: Banjir di Jakarta Jadi Sorotan Dunia Internasional 

Siapkan Pekerja Sosial

Menyediakan relawan/pekerja sosial yang bertugas untuk siap mendengarkan korban banjir besar yang ingin berbagi cerita dan emosi mereka.

Relawan/petugas diharapkan ramah dan penuh kasih bahkan kepada korban. Memberikan informasi yang akurat tentang bencana atau trauma dan upaya bantuan yang telah dilakukan untuk membantu korban memahami situasi .

Bantu Komunikasi

Hal lain yang juga perlu dilakukan adalah dengan membantu korban dalam berkomunikasi dengan keluarga, teman dan orang-orang yang dicintai .

Pastikan keluarga bersama-sama dengan anggota keluarganya , dekatkan anak-anak dengan orang tua atau kerabat dekat lainnya.

Dengan demikian maka korban akan tetap merasa nyaman dan senantiasa aman bersama orang yang mereka cintai.

Libatkan Self-Efficacy

Langkah lain membantu korban banjir besar adalah dengan  mempromosikan self-efficacy, yaitu melibatkan orang dalam memenuhi kebutuhan mereka sendiri dengan membantu mereka mendapatkan kembali kepercayaan dan kemampuan untuk mengelola situasi mereka saat ini dan masa depan mereka .

BACA JUGA: Awas, Penyakit Ini Siap Menyerang Anda di Musim Hujan dan Banjir!

Membesarkan Harapan

Langkah lain yang tak kalah penting adalah memberikan bantuan, yaitu dengan cara cari tahu jenis dan lokasi layanan pemerintah dan non – pemerintah dan orang-orang langsung ke berbagai layanan yang tersedia selama dan setelah bencana.

Ketika korban banjir besar mengekspresikan rasa takut atau khawatir, petugas/relawan bisa mengingatkan orang-orang bahwa ada banyak bantuan dan layanan di jalan. (Sbg/Rig)

Comments