Asas Demorasi
Hari ini , Rabu (17/4) rakyat Indonesia memberikan hak pilihnya dengan bebas, aman dan rahasia dalam rangka Pemilu 2019 sebagai wujud nyata dari asas demokrasi . (Foto: Pexels)

Sabigaju.com – Sebagai negara yang menganut asas demokrasi, hari ini , Rabu (17/4) rakyat Indonesia memberikan hak pilihnya dengan bebas, aman dan rahasia dalam rangka Pemilu 2019 . Tanpa intimidasi. Memilih bebas sesuai hati nuraninya. Karena hak memilih dan memilih dijamin konstitusi.

Penyelenggaraan Pemilu merupakan suatu keniscayaan politik untuk membentuk pemerintahan yang demokratis. Bahkan bagi kebanyakan negara demokrasi, pemilu dianggap sebagai lambang sekaligus tolak ukur dari asas demokrasi itu sendiri.

Dengan kata lain, pemilu merupakan konsekuensi logis dianutnya sistem demokrasi.

BACA JUGA: Siap Nyoblos di Pemilu 2019 Paling Rumit Plus Menakjubkan di Dunia 

Dampak Demokrasi terhadap Kesehatan Masyarakat

Nah, belum lama ini sejumlah peneliti mengadakan riset terhadap 170 negara menunjukkan dampak sistem demokrasi terhadap kesehatan populasi untuk pertama kalinya.

Salah satu cara terbaik mengukur peran asas demokrasi dalam kesehatan masyarakat adalah dengan mengamati penyebab kematian orang dewasa di suatu negara. Termasuk di dalamnya penyakit tidak menular, HIV, penyakit kardiovaskular, dan kecelakaan transportasi.

Lewat Penelitian yang dipimpin Stanford Medicine menunjukkan, keempat penyebab kematian tersebut rupanya membaik seiring berjalannya demokrasi.

“Hasil penelitian ini menunjukkan, pemilihan umum dan kesehatan masyarakat semakin tidak dapat dipisahkan,” tulis Thomas Bollyky, pemimpin penulis riset yang dipublikasikan di The Lancet belum lama ini.

BACA JUGA: Pilpres 2019 Trending di Twitter Indonesia

Demokrasi Mengurangi Angka Kematian

Menurut para peneliti, meningkatnya pengalaman asas demokrasi selama 20 tahun terakhir telah mengurangi angka kematian di negara-negara ini. Tepatnya antara 8 dan 10 persen, baik karena penyakit kardiovaskular, penyakit tidak menular lain, dan tuberkulosis.

“Pemilihan umum yang bebas dan adil tampaknya penting untuk meningkatkan kesehatan orang dewasa dan penyakit yang tidak menular, kemungkinan besar dengan meningkatkan akuntabilitas dan daya tanggap pemerintah,” jelas peneliti.

Studi ini berfokus pada database Global Burden of Diseases, Injuries and Risk Factors Study, and Financing Global Health. Ini mencakup informasi dari 170 negara antara tahun 1970 hingga 2015. Indonesia termasuk di dalamnya.

BACA JUGA: Jutaan Warganet Fokus Soroti Pendaftaran Capres – Cawapres di KPU

Rasakan dan Kecaplah Demokrasi

Riset ini menunjukkan, kita harus lebih menghargai asas demokrasi manakala berkesempatan merasakannya.

“Studi ini menunjukkan pemerintahan yang demokratis, bersama dengan langkah-langkah akuntabilitas pemerintah lain, bisa lebih meningkatkan upaya perbaikan kesehatan populasi,” tulis para penulis penelitian.

Bahkan ketika kandidat dalam pemilu dirasa kurang cocok, asas demokrasi masih lebih baik daripada pemerintahan yang otoriter.

Ngomong-ngomong kamu sudah nyoblos kan hari ini? (Sbg/Rig)

Comments