Pembatasan Sosmed
Saat ini pemerintah masih menerapkan aturan pembatasan sosial media guna mengantisipasi berbagai hal buruk paska kericuhan yang terjadi di Jakarta. (Foto: Pexels)

Sabigaju. com – Keputusan pemerintah  untuk sementara waktu melakukan pembatasan sosmed sebagai penangkal provokasi terkait aksi di depan kantor Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) sejak Rabu (22/5) lalu banyak disayangkan oleh para netizen yang eksis di media sosial.

Keputusan pembatasan sosmed tersebut seakan menjadi salah satu ujian berat yang mesti dilalui oleh para netizen yang konsisten untuk membuat update status di medsos, chatting atau komunikasi menggunakan aplikasi whatsapp, facebook messeger, atau yang lainnya.

Namun dibalik itu semua ada hikmah! keputusan pembatasan sosmed menjadi momen bagi kita untuk detoks digital.

BACA JUGA: Fitur Medsos Dibatasi Guna Tangkal Ujaran Kebencian dan Hoax

Sosmed Mirip Arena Tinju

Beberapa waktu Belakangan ini isu politik menjadi pemicu maraknya konfrontasi di media sosial seperti hate speech, saling hujat,dan lain sebagainya.

Ekspresi politik,saling hujat, saling bela pilihan politik dan merendahkan pilihan lain yang awalnya di dunia nyata, kini bergeser ke dunia maya.

Tengok saja Laman facebook kita penuh dengan perang kata-kata bahkan tidak jarang berisi seruan yang penuh provokasi, dan lain sebagainya.

BACA JUGA: 6 Langkah Buat Detox Pasangan yang Sering Curhat di Sosmed

Hal ini mengubah media sosial yang awalnya muncul sebatas sebagai media curhat dan ajang berinteraksi sosial menjadi ring tinju. Hal ini tentunya berpotensi menimbulkan kegaduhan publik dan menciptakan suasana kurang kondusif.

Belum lagi perasaan iri ketika melihat teman begitu bahagia dalam foto yang diunggah di laman media sosialnya.

Perasaan tertekan karena teman berhasil mendapatkan penghargaan, hingga perasaan kesal yang muncul karena teman-teman sudah mulai bertunangan dan menikah sementara kamu masih sendiri, bisa menjadi contoh kondisi yang cenderung dirasakan oleh para pengguna aktif media sosial.

Dan di saat berpuasa, tentunya kita harus bisa menahan lisan dan tulisan kita agar tidak menyakiti hati orang lain. Bisa jadi lewat pembatasan sosmed  hal ini bisa dilakukan.

BACA JUGA: Begini Seharusnya Seorang Cowok Gentleman Bermedia Sosial 

Detoks Diri dari Sosmed

Salah satu manfaat pembatasan sosmed tertuang dalam sebuah penelitian yang dilakukan tim peneliti dari University of Queensland di Australia yang dipimpin oleh Dr. Eric Vanman.

Mereka meneliti efek hubungan beristirahat sejenak dari Facebook terhadap tingkat stres dan kebahagiaan seseorang.

Studi yang diterbitkan dalam Journal of Social Psychology menyebutkan, berhenti eksis di dunia digital lewat media sosial  Facebook selama lima hari bisa menurunkan hormon stres bernama kortisol.

Para peneliti mensurvei tingkat kepuasan hidup, suasana hati, serta rasa kesepian yang dialami para partisipan sebelum dan sesudah istirahat dari Facebook.

Mereka menemukan bahwa istirahat singkat dari Facebook memiliki dampak positif dan negatif pada stres serta kepuasaan hidup partisipan.

Dengan detoks digital alias berhenti sementara eksis di media sosial, kamu tidak akan merasa dihantui dunia maya.

Kamu juga lebih mudah meninggalkan masa lalu serta memiliki privacy dan tidak akan merasa diawasi gerak-geriknya oleh orang lain.

Pembatasan sosmed ini mengingatkan kita semua bahwa hidup di dunia nyata yang tidak kalah asyik dan seru dari dunia maya.(Sbg/Rig)

Comments