Band SORE
Hampir dua dekade band SORE berkarya bersama.sejak terbentuk pada 2001 silam,(Foto: Instagram sorezeband)

Sabigaju.com – Band SORE bisa dibilang sebagai salah satu pengusung indie yang punya rekam jejak panjang di Tanah Air. Hampir dua dekade band ini berkarya bersama.sejak terbentuk pada 2001 silam,

Para personel band SORE sendiri sudah terjalin sejak 1995. Namun, baru dua tahun setelahnya, pada 1997, mereka mulai mencoba membuat lagu bareng.

Bertahun-tahun bermusik bersama-sama, Band Sore kini lebih santai sekaligus lebih dewasa dalam memahami sikap masing-masing personel bandnya.

Penghargaan dan apresiasi dari para para sorealist, sebutan akrab penggemar band SORE serta pendengar mereka juga menjadi salah satu alasan mengapa mereka masih semangat untuk bermusik hingga kini.

BACA JUGA: Kondisi Mental Hingga Muatan Sastra Jadi Inspirasi Barasuara 

Band SORE Sarat Karya

Album pertama mereka Centralismo (2005) keluar, bisa dibilang itulah masa paling susah bagi keempat personel Sore.

Album Centralismo bisa dibilang menjadi album paling kasar yang pernah mereka buat, di mana lagunya penuh dengan idealisme masing-masing personel.

Di album kedua ada Ports of Lime (2008), Bemby membandingkan seperti jiu jitsu, bagaimana Sore ingin mengeluarkan sebuah skenario lewat lagu-lagu yang menyambung menjadi satu. Dan terakhir Los Skut Leboys (2015) yang

Band SORE
(Foto: Instagram sorezeband)

Lalu pada Tahun 2010, mereka merilis sebuah EP album, “Sombreros Kiddos” yang berisi 6 lagu. Beberapa lagu merupakan remix lagu-lagu dari album sebelumnya.

Album teranyar mereka dirilis pada Tahun 2013 dengan nama “Sorealist”. Selain beberapa lagu baru seperti “Bantal Keras” dan “Musim Ujan”, lagu-lagu dari album sebelumnya banyak menghiasi list lagu dalam album terbarunya ini.

Album Terakhir mereka dirilis pada tahun 2015 berjudul Los Skut Le Boy merupakan album yang lebih simple yang lebih santai dan menghangatkan. dari album-album SORE terdahulu seperti pada album Centralismo dan Port of Lima.

BACA JUGA: Alunan Meneduhkan Hingga Balada Perlawanan ala Sisir Tanah

Album Baru Perduli Perempuan

Dalam waktu dekat ini, SORE yang kini dipunggawai Ade Paloh (gitar, vokal), Awan Garnida (bass, vokal), Bemby Gusti (drum, vokal) dan Reza Dwiputranto (gitar, vokal). akan mengeluarkan sebuah mini album berjudul ‘Mevrouw, bahasa Belanda panggilan untuk perempuan

Sepertinya SORE, bakal mengangkat tema feminisme sebagai penghargaan terhadap para perempuan.

Ada lima lagu dan keseluruhan lagunya melibatkan sejumlah penyanyi perempuan.

Band SORE
(Foto: Instagram sorezeband)

Dan Sore sendiri telah merilis dua single y Lagu Rubber song yang berkolaborasi dengan Vira Talisa. Lagu ini berkisah tentang seseorang yang mencoba keluar dari rasa kesepian dan apa yang ingin dilakukan karena hidup seperti karet

BACA JUGA: Menikmati Lirik dan Gaya Slebor Nan Asyik ala Jason Ranti 

Sedangkan untuk lagu kedua band Sore merilis single Woo Woo yang berk olaborasi dengan penyanyi asal California Leana Rachel. Lagu ini bercerita tentang kehidupan yang harus dicapai namun dalam perjalanannya penuh dengan kesalahan.

Dua single tersebut terasa lebih energik dibanding lagu-lagu Sore sebelumnya hmm bagaimana kalau kita nikmati single Woo woo berikut ini.

Comments