Pengurus Besar Ikatan Dokter Indonesia (PB IDI) menunda pelaksanaan keputusan Majelis Kehormatan Etik Kedokteran (MKEK) yang menjatuhkan sanksi terhadap Kepala Rumah Sakit Pusat Angkatan Darat (RSPAD) Mayjen TNI Terawan Agus Putranto.(Foto: Facebook Kabar Dokter)
Pengurus Besar Ikatan Dokter Indonesia (PB IDI) menunda pelaksanaan keputusan Majelis Kehormatan Etik Kedokteran (MKEK) yang menjatuhkan sanksi terhadap Kepala Rumah Sakit Pusat Angkatan Darat (RSPAD) Mayjen TNI Terawan Agus Putranto.(Foto: Facebook Kabar Dokter)

Sabigaju.com – Pengurus Besar Ikatan Dokter Indonesia (PB IDI) menunda pelaksanaan keputusan Majelis Kehormatan Etik Kedokteran (MKEK) yang menjatuhkan sanksi terhadap Kepala Rumah Sakit Pusat Angkatan Darat (RSPAD) Mayjen TNI Terawan Agus Putranto.

MKEK sebelumnya merekomendasikan pemberian sanksi terhadap Terawan karena dianggap melanggar kode etik kedokteran. Ketua Umum PB IDI Prof dr Ilham Oetama Marsis, SpOG mengatakan, keputusan tersebut disepakati dalam Rapat Majelis Pimpinan Pusat (MPP) PB IDI yang diselenggarakan pada Minggu (8/4/2018).

“Rapat MPP memutuskan bahwa PB IDI menunda melaksanakan putusan MKEK karena keadaan tertentu. Oleh karena itu, ditegaskan bahwa hingga saat ini dokter TAP masih berstatus sebagai anggota PB IDI,” kata Marsis kepada wartawan, Senin (9/4).

Marsis menjelaskan, Terawan juga telah menghadiri forum pembelaan yang digelar PB IDI pada Jumat (6/4/2018) lalu. Menurut Marsis, forum pembelaan itu diatur dalam Pasal 8 ART IDI.

Selanjutnya, PB IDI akan bekerja sama dengan Kementerian Kesehatan melalui Health Technology Assessment (HTA) untuk menguji metode pengobatan yang dilakukan oleh Terawan. HTA merupakan lembaga di bawah Kementerian Kesehatan yang bertugas menguji teknologi pengobatan kesehatan yang terbaru.

“MPP merekomendasikan penilaian terhadap tindakan terapi dengan metode DSA/brainwash dilakukan oleh tim HTA Kementerian Kesehatan RI,” kata Marsis.

 

PB IDI lakukan Investigasi Atas Bocornya Surat

Saat jumpa pers PB IDI  juga menyesalkan tersebarnya surat MKEK mengenai rekomendasi pemberian sanksi terhadap Kepala Rumah Sakit Umum Pusat Angkatan Darat (RSPAD) Mayjen Dokter Terawan Agus Putranto.

Ketua Umum PB IDI Prof Dr Ilham Oetama Marsis SpOG mengatakan, surat keputusan MKEK tersebut bersifat rahasia dan internal di lingkungan PB IDI. Dia menduga ada unsur kesengajaan terkait tersebarnya surat tersebut.

Dr Terawan (Facebook)
Kepala Rumah Sakit Pusat Angkatan Darat (RSPAD) Mayjen TNI Terawan Agus Putranto. (Foto: Facebook)

“Ini adalah unsur kesengajaan. Kalau disimak dengan baik, kenapa bisa bocor kalau tidak ada suatu tendensi,” kata Marsis kepada para wartawan serta awak media 2018.

Marsis juga menunding bocornya surat tersebut berkaitan dengan kepentingan-kepentingan tertentu. Mulai dari memecah soliditas IDI hingga persaingan bisnis dan politik. Dia pun berjanji akan menginvestigasi kebocoran tersebut.

“Ini tindakan yang diharapkan akan mempunyai dampak politis secara nasional. Contohnya, saya mengatakan dengan adanya kebocoran ini kami berhadapan dan dihadapkan dengan Angkatan Darat,” paparnya.

Pemasalahan Internal Kalangan Dokter

PB IDI juga menyatakan persoalan pelanggaran etik yang melibatkan Dokter Terawan Agus Putranto sebagai permasalah internal di kalangan dokter.

Namun, Ketua Umum PB IDI Prof dr Ilham Oetama Marsis SpOG menyebut, ada beberapa pihak yang mengganggap persoalan tersebut adalah masalah antara PB IDI dan Tentara Nasional Angkatan Darat (TNI-AD).

Kepala Rumah Sakit Pusat Angkatan Darat (RSPAD) Mayjen TNI Terawan Agus Putranto. (Foto: Youtube)
Kepala Rumah Sakit Pusat Angkatan Darat (RSPAD) Mayjen TNI Terawan Agus Putranto. (Foto: Youtube)

Terawan yang berpangkat mayor jenderal itu memang tercatat sebagai Kepala Rumah Sakit Umum Pusat Angkatan Darat (RSPAD), rumah sakit yang berada di bawah instansi TNI AD.

“Masalah-masalah ini yang diselesaikan adalah masalah internal PB IDI dengan anggotanya. Siapa anggotanya? Dr Terawan. Bukan kami berhadapan seorang Mayor Jenderal TNI,” pungkas  Marsis kepada wartawan. (sbg/Rig)

Comments