Sikap dan perilaku posesif
(Foto: Freepik.com)

Sabigaju.com – Sikap dan perilaku cemburu bisa menjadi tanda pasangan mencintaimu . Namun tentu ada syaratnya, yaitu cemburu pada level tertentu. Sebab jika hal itu berlebihan hingga pada level posesif ataupun over protective berarti hal tersebut sudah tidak sehat.

Rasa posesif sendiri bisa mengganggu keharmonisan hubungan. Karena jika dibiarkan akan membuat hidup kita selalu dikontrol. Hal ini bukan hanya tidak nyaman tapi juga membuat hubungan tak bertahan lama.

Dan kamu perlu tahu nih gaes, pasangan yang kerap berperilaku posesif punya potensi besar untuk berselingkuh. Yuk Simak ulasannya berikut ini.

BACA JUGA: Over Protektif Tanda Hubungan Nggak Sehat, Yuk Kelarin!

Potensi Si Posesif Berselingkuh

Mungkin kamu berpikir kalau kekasih atau pasangan bersikap posesif itu adalah tanda kalau si dia begitu mencintai dan tidak mau kehilangan dirimu. Tetapi, menurut sebuah studi menjabarkan, justru pasangan yang terlalu over-protective memiliki potensi selingkuh paling tinggi.

Masih mengacu pada temuan studi, ternyata pria posesif, umumnya insecure (tidak percaya diri) terhadap pasangan, juga lingkungan sekitarnya. Hasil temuan ini berlandaskan dari penelitian yang dilakukan oleh tim di Florida State University, dan dilaporkan dalam jurnal Psychology Today.

Sekitar 200 pasangan yang baru menikah selama empat tahun, menjadi responden yang kredibel. Selama studi, para peserta secara teratur diminta untuk mengisi angket survei, seluruh pertanyaan berkisar seputar perasaan mereka terhadap pasangan masing-masing, dan bagaimana mereka merasa aman dalam biduk pernikahan.

Alhasil, ditemukan pasangan yang menunjukkan tingkah laku protektif ekstrim kepada pasangannya, sebenarnya mereka tengah membohongi diri sendiri.

Menuntut berbagai hal yang mustahil terhadap pasangan, merupakan indikasi dari seseorang yang tengah menyembunyikan sesuatu.

BACA JUGA: Perasaan Cemburu Berlebihan, Gambaran Orang Narsistik

Posesif dan Pengaruh Masa Kecil

Temuan ini disimpulkan dari metode mengaitkan pembentukan sisi psikologis manusia di waktu sekarang, dengan fase tumbuh kembang, atau kanak-kanak.

Keluarga yang stabil dan hubungan orangtua yang harmonis akan menularkan perasaan “aman” kepada anak, yang mana hal ini berpengaruh pada cara mereka berumah tangga kelak.

Melihat orangtua yang saling mencintai dan setia satu sama lain, akan diterjemahkan oleh anak sebagai hubungan yang ideal, sehingga mereka akan mempercayai, merawat dan menjadikan kesejahteraan keluarga sebagai prioritas hidup.

BACA JUGA: Isolation Envy, Kecemburuan di Media Sosial Saat Pandemi

Sebaliknya, mereka yang tumbuh dalam lingkungan keluarga yang tidak stabil, orangtua yang ‘dingin, atau yang lebih parah saling selingkuh di luar rumah.

Anak hasil didikan dari keluarga yang demikian, umumnya tumbuh menjadi seseorang yang tidak percaya diri, selalu merasa semua orang meninggalkannya, dan akhirnya menjadi posesif dan selalu curiga saat menikahPasangan P

Menurut Michelle Russell, psikolog yang memimpin penelitian, mereka yang takut ditinggalkan oleh pasangannya cenderung lebih mudah berselingkuh, dengan alasan mencari rasa aman dari perempuan lain.

“Kecemasan menghasilkan ancaman bagi kehidupan intim berpasangan, sehingga memotivasi pasangan untuk mencari pasangan lain,” tutupnya. (SbgRig)

Comments