ilustrasi Parental burnout
(Foto: Unsplash.com)

Sabigaju.com – Ada sebuah fenomena di mana banyak orang tua muda di masa pandemi ini yang  mengalami kondisi parental burnout.

Mereka kerap mencurahkan pengalamannya di media sosial tentang kondisinya yang merasa lelah lantaran sering dihadapkan dengan berbagai tugas yang harus dilakukan selama bekerja dari rumah (WFH) seperti mendampingi kegiatan anak sekolah dari rumah (SFH), hingga mengurus rumah.

Pada dasarnya sindrom kelelahan, ditandai dengan perasaan kewalahan, kelelahan fisik dan emosional, menjauh dari anak-anak secara emosional, dan perasaan menjadi orang tua yang buruk.

Parental burnout ini adalah kondisi di mana orang tua berada pada tahap jenuh secara fisik maupun mental saat mengasuh anak.

BACA JUGA: Jadilah Orangtua yang Santai Agar Hidup Anak Bahagia 

Berhentilah Menginginkan Segala Hal Serba Sempurna

Dalam makalah penelitian yang disusun Dr. Roskam dan koleganya Dr. Mora Mikolajczak, Ph.D., seorang profesor psikologi di Universit Catholique de Louvain, parental burnout pada orang tua cenderung terjadi akibat adanya ketidakseimbangan antara tuntutan sebagai orang tua dan faktor pendukung dalam menjalankan peran tersebut.

(Foto: Pixabay)

Ada hal-hal yang  sepele yang bisa memicu timbulnya kondisi capek fisik dan lelah hati pada orangtua.

Misalnya saja  rasa ingin serba sempurna alias perfeksionis dalam diri orang tua, kurang mampu mengelola emosi dengan baik hingga kurangnya pengetahuan mengenai pola pengasuhan anak

Merasa lelah saat mengasuh anak merupakan hal wajar dalam menjadi orang tua terlebih di masa pandemi ini di mana beragai kekuatiran bisa memicu timbulnya ke khawatiran dan kecemasan.

BACA JUGA: Ketika Pria Harus Membesarkan Anak Secara Single Parent

Tahan Emosi Terhadap Anak

Hal lain yang juga bisa memicu kondisi parental burnout adalah saat orangtua kurang mampu mengelola emosi dengan baik. Hal ini ditandai dengan kebiasaan melampiaskan emosi kepada si kecil atau keluarga.

Cara mengatasina, coba deh  tahan kemarahan dan ambil napas panjang untuk menenangkan diri.

Ilustrasi Parental Burnout
(Foto: Unsplash)

Kamu bisa  menerapkan mencotohkan dan memberitahu anak kebiasaan jelek apa yang harus dihilangkan atau kurangi.

Tetap dengan gaya bahasa yang sopan dan tidak membentak ya, gaes. Bisa juga dengan memberikan tugas kepada anak, agar sang anak menjadi lebih kooperatif.

BACA JUGA: Begini Peran Penting Ayah dalam Membesarkan Anak 

Kenali dan Pahami Lebih Dekat Si Kecil

Faktor lain bisa jadi pemicu kelehan ini lantaran kurangnya pengetahuan orangtua mengenai pola pengasuhan anak. Setiap anak memiliki karakter yang berbeda-beda.

Namun, banyak orangtua menerapkan hal yang sama pada setiap anak, padahal hal tersebut gak sepenuhnya benar.

Kebersamaan menghilangkan parental burnout
(Foto: Unsplash.com)

Nah ada baiknya coba pahami setiap anak untuk menyesuaikan perlakuan pada anak, karena hati si kecil masih sensitif maka kita harus lebih hati-hati.

Jika kamu sebagaai orangua mengalami parental burnout, coba deh beristirahat sejenak dan cari waktu untuk diri sendiri demi melepas rasa lelah dan penat. (Sbg/Rig)

Comments