Mengecek informasi terkait wabah virus corona
(Foto: Freepik.com)

Sabigaju.com – Wabah virus corona pertama kali muncul dari Wuhan di Cina. Dalam perkembangannya, virus jenis baru tersebut mulai menyebar luas ke berbagai negara di dunia.

Hari ini Senin 3/03/2020, Presiden Joko Widodo baru saja mengumumkan dua kasus orang Indonesia yang positif terinfeksi virus corona. Menurut Jokowi dua warga negara Indonesia (WNI) tersebut sempat melakukan kontak dengan warga negara Jepang yang datang ke Indonesia.

Terkait dengan pengumuman ini, masyarakat agar tetap tenang. Pemerintah sendiri melalui Kemenkes telah menyediakan kontak hotline yang bisa dihubungi terkait dengan virus corona.

Bagi masyarakat Jakarta, Dinas Kesehatan Provinsi Jakarta juga membuka hotline yang bisa dihubungi masyarakat guna melaporkan dugaan wabah virus corona maupun untuk mendapatkan informasi lebih lanjut seputar virus tersebut. yakni nomor telepon maupun WhatsApp adalah 081388376955.

BACA JUGA: Cemas Berlebihan Akan Virus Corona Bisa Bikin Hypochondria

Aplikasi Pantau Corona

Nah kamu harus tahu nih kalau para ahli menciptakan beberapa situs yang dapat melacak penyebaran Virus Corona secara real time.

Beberapa situs ini menggunakan data milik WHO dan Pusat Pengendalian Penyakit untuk melacak wabah dan pemulihan. Berikut ini lima situs online tepercaya untuk melacak penyebaran Virus Corona:

1. Peta pelacakan Johns Hopkins CSSE

Situs online ini milik Johns Hopkins yang menggunakan data CDC dan WHO untuk melacak wabah secara real time. Tampilan situs ini pun dapat dipahami dengan mudah melalui tampilan yang gelap.

Pada bagian kanan menampilkan jumlah orang yang telah meninggal akibat wabah Virus Corona, di sebelahnya terdapat jumlah orang yang berhasil sembuh dari virus tersebut.

Sementara pada bagian bawah masing-masing angka, ditampilkan lagi jumlah orang dan wilayahnya secara spesifik.

Sementara pada bagian tengah situs, ditampilkan peta dunia penyebaran virus dengan titik-titik berwarna merah.

Sedangkan di bagian kiri terdapat jumlah kasus Virus Corona secara total di seluruh dunia.

2. Health Map

Peta daring ini juga dapat melacak wabah Virus Corona menggunakan teknologi AI untuk memilah unggahan di situs berita dan media sosial untuk membuat peta penyebaran.

Situs ini menampilkan peta dunia dengan titik-titik berwarna oranye cerah hingga merah tua. Semakin tua warnanya, maka jumlah kasus di wilayah tersebut semakin banyak.

Pengguna dapat mengklik titik tersebut di wilayah yang diinginkan dan akan muncul daftar berita apa saja yang terkait Virus Corona di wilayah itu.

Tak hanya itu, pada bagian atas situs, pengguna juga dapat melakukan pengaturan kustomisasi, seperti memilih lokasi yang lebih spesifik dan tanggal.

Melalui situs ini, pengguna juga dapat menambahkan sendiri peringatan wabah Virus Corona di suatu wilayah dengan menambahkan URL berita yang tepercaya.

BACA JUGA: Waspada! Warga Depok Terinfeksi Corona 

3. Coronavirus App

Aplikasi ini merupakan kerja sama buatan ekspatriat Perancis di Taiwain yang menampilkan rincian infeksi, jumlah kematian, dan pemulihan menurut wilayah.

Pengguna tidak perlu mengunduh aplikasi ini dan hanya perlu mengaksesnya seperti situs. Tampilannya berupa peta dunia dengan bagian kanan menunjukkan total jumlah orang yang terinfeksi, jumlah orang yang meninggal, dan jumlah orang yang sembuh.

Tak hanya itu, di bagian bawah pengguna juga dapat memasukkan wilayah secara rinci untuk melihat jumlah korban dan orang yang selamat dari wabah Virus Corona.

4. Baidu Map

Mesin pencari milik China, Baidu, telah menciptakan peta khusus untuk pelacakan wabah Virus Corona yang menunjukkan lokasi secara real time dari kasus yang dikonfirmasi dan berstatus diduga.

Pengguna dapat mengunduhnya secara gratis di Google Play Store dengan kata kunci . Sayangnya, aplikasi ini sepenuhnya menggunakan bahasa China.

BACA JUGA: Waspada Obat Infeksi Virus Corona di Toko Online 

5. Chinese Flight and tTrain checker

Terkait wabah virus corona, aplikasi ini memungkinkan pengguna memasukkan nomor penerbangan atau kereta untuk melihat apakah mereka telah bepergian dengan orang yang terinfeksi dengan Virus Corona.

Sayangnya, semuanya ditampilkan dalam bahasa Cina sehingga tidak bisa digunakan oleh pengguna global. (Sbg/Rig)

Comments