Merayakan Valentine dengan cara yang boros
(Foto: Freepik.com)

Sabigaju.com – Hari Valentine  sering dirayakan oleh banyak pasangan di seluruh dunia dengan cara yang boros alias mengeluarkan biaya yang cukup besar.

Ada yang sudah jauh-jauh hari memesan makan malam pakai lilin, alias candle light dinner. Ada yang sudah memesan coklat khusus dan bunga, yang sudah pasti harganya naik dan mahal dikarenakan pesanan banyak untuk pengantaran hari itu.

Menghamburkan uang dengan cara yang boros juga  ditunjukan oleh sejumlah pria yang memesan cincin dan perhiasan mahal untuk menunjukan kasih sayang mereka kepada pasangannya di Hari Valentine

Pertanyaan Patutkah kita menunjukan tanda kasih sayang dengan cara boros alias menghabiskan banyak uang?

BACA JUGA: Hari Valentine: Cinta, Bunga dan Nikmatnya Cokelat

Penelitian soal Borosnya Merayakan Valentine

Dalam hasil studi yang dilakukan Bankrate  baru-baru ini, rata-rata milenial menghabiskan USD 208 atau sekitar Rp 2,8 juta di hari Valentine buat membeli hadiah, makan malam romantis, atau sekadar mencari hiburan bareng pacar.

Sementara, generasi X yang berusia antara 40 sampai 55 tahun, rata-rata cuma menghabiskan uang senilai USD 160 atau sekitar Rp 2,1 juta.

Adapun generasi orang tua, alias baby boomers, lebih sedikit lagi. Di hari Valentine, rata-rata uang yang mereka habiskan hanya USD 101 atau sekitar Rp 1,3 juta.

Menurut analis Bankrate, Sarah Foster, Salah satu alasan, penyebab milenial melakukan cara yang boros ini karena kemungkinan besar baru mulai pacaran dan ingin memanjakan pacarnya di hari Valentine.

“Di sisi lain, ada tekanan dari media sosial supaya mereka mengikuti tren atau sekadar pamer ke teman-teman,” terang Foster.

BACA JUGA: Tasty! Kuliner Cinta yang Bikin Penuh Gairah di Hari Valentine

Gengsi dan Keinginan Mendapat Hadiah Mahal

Tidak cuma gengsi, milenial juga melakukan cara yang boros lantaran pacarnya sendiri. Yap, sebanyak 64 persen mengaku berharap pacarnya bisa memberikan hadiah mahal di hari Valentine.

Sedangkan, cuma 52 persen generasi X dan 54 persen baby boomers yang berharap mendapatkan barang mewah dari pasangannya.

Para milenial berharap pasangannya menghabiskan sampai USD 153 atau sekitar Rp 2 juta di hari Valentine, dibandingkan generasi X yang cuma USD 93 atau Rp 1,2 juta, dan baby boomers yang berharap dapat hadiah paling mahal senilai USD 55 atau Rp 750 ribu.

Studi dari Bankrate ini juga menemukan bahwa 6 persen orang secara keseluruhan merasa kecewa saat menerima hadiah murah. Sedangkan, 15 persennya kecewa karena hadiah yang enggak ada maknanya.

Delapan persen lainnya kecewa karena pacarnya memberikan hadiah hari Valentine yang terlalu mahal.

“Gimana pun, kamu sebaiknya tidak memaksakan pengeluaran cuma untuk satu hari, atau biar teman-teman Instagram kamu iri. Pacar kamu bakal lebih senang dengan perhatian di balik hadiah itu, daripada berapa mahal harganya,” ucap Foster.

BACA JUGA: Stop Menghabiskan Banyak Uang Hanya untuk Bikin Orang Terkesan! 

Nggak Perlu Cara yang Boros  untuk Merayakan Valentine

Dan gaes, amu bisa merayakan hari Valentine dengan hemat alias tanpa perlu cara yang boros.

Kamu dan pasangan dapat mengatur anggaran sedemikian rupa agar tidak berlebihan alias melakukan cara yang boros  untuk merayakan Valentine, misalnya memberikan kado murah namun berkesan.

Atau membeli barang yang sedang diskon di berbagai online marketplace. Agar harga yang didapatkan lebih murah lagi.

Yang jelas lebih baik uangnya kamu simpan, tabung dan investasi untuk keperluan masa depan nanti. Daripada  kamu melakukan cara yang boros alias menghamburkan uang untuk 1 hari Valentine ini.

Toh, mayoritas kaum wanita saat ini lebih mencari laki-laki yang setia, bertanggung jawab dan punya investasi Men. So, nggak perlu cara boros untuk menunjukan kasih sayang! (Sbg/Rig)

Comments