Sabigaju.com – Masa pandemi Covid-19 rupanya membuat banyak orang mengeluhkan  sulit tidur, tidak bisa tidur sama sekali, sampai mimpi buruk ataupun mengorok saat tidur.

Hal ini tentunya bakal menimbulkan efek tidak baik bagi kesehatan. Sebab pola tidur yang buruk dikenal berkontribusi dalam masalah kesehatan termasuk penyakit jantung, stroke, kenaikan berat badan, diabetes, depresi, dan sebagainya.

Apa yang membuat banyak orang mengalami hal itu di masa pandemi dan bagaimana mengatasinya?

BACA JUGA: Stay at Home dan Fenomena Munculnya Vivid Dream 

Mengapa Terjadi Saat Pandemi

Baru-baru ini para peneliti di Eropa dan AS menggali fenomena di masa pandemi ini. Hasilnya menunjukkan bahwa isolasi mandiri di rumah saja seharusnya memberikan waktu lebih lama untuk beristirahat. Namun, kenyataannya malah berkebalikan.

Untuk mendalami penelitian tersebut, sebuah survei digelar kepada 435 orang dewasa di Austria, Jerman, dan Swiss.

Secara keseluruhan, para responden mengaku beristirahat lebih lama 15 menit setiap malam. Namun dari segi kualitas, pola istirahat mereka bertambah buruk.

(Sumber Foto: xlntbrain.com)

Studi tersebut dilakukan dalam jangka waktu enam minggu mulai pertengahan Maret hingga akhir April.

Ini adalah masa di mana lockdown masih diberlakukan di mayoritas wilayah dunia. Di alam bawah sadar, para responden rupanya lebih memprioritaskan hubungan sosial dibandingkan waktu istirahat.

Kerja dari rumah juga membantu banyak orang untuk lebih mudah tertidur, namun banyak pula yang berpengaruh terhadap kesehatan fisik dan mental.

“Biasanya, kami menemukan aspek sosial berhubungan dengan lamanya waktu tidur. Namun dalam penelitian ini, kualitas tidur berkurang. Inilah yang membuat kami yakin bahwa lockdown selama pandemi Covid-19 penyebabnya,” tutur ahli ilmu saraf Christine Blume dari University of Basel, Swiss.

Penelitian serupa dilakukan di Amerika Serikat, di mana mahasiswa universitas belajar dari rumah dan mengadaptasikan pola jam tidur yang reguler. Pada akhir pekan, sebanyak 139 responden mahasiswa mendapatkan tidur lebih banyak selama 24 menit.

“Penemuan kami menyuguhkan bukti bahwa pola tidur yang buruk bisa diperbaiki untuk mahasiswa,” tutur psikolog Kenneth Wright dari University of Colorado Boulder.

Jika kamu termasuk salah satunya, Wright merekomendasikan untuk beraktivitas lebih banyak saat siang hari dan hanya tidur pada malam hari.

BACA JUGA: Kebiasaan Kurang Tidur Bisa Membunuh Karirmu

Sering Ngorok

Masalah lain yang juga di alami banyak orang di saat pandemi adalah banyak orng yang sering ngorok saat tidur.

Beberapa ahli kesehatan percaya, kondisi lockdown di masa pandemi COVID-19 bisa menyebabkan peningkatan pada kasus mengorok atau mendengkur. Hal tersebut berkaitan dengan perasaan stres atau tertahan di rumah.

Ngorok saat tidur
(Foto: Freepik.com)

Menurut Stephen Makinde, ahli osteopati yang juga menjabat sebagai direktur klinik Perfect Balance Clinic menjelaskan teori bahwa lockdown bisa membuat orang lebih sering tidur mengorok.

“Orang bisa memiliki hal-hal emosional yang tersimpan di dalam diri, seperti misalnya ketika mereka berada dalam hubungan yang buruk, atau mereka percaya bahwa mereka tidak bisa terbuka mengenai suatu hal, merasa terkungkung dan terkunci, seperti situasi saat ini ketika hidup serba terbatasi,” jelas Makinde

BACA JUGA: Badan Tetap Segar dan Fokus Walaupun Kondisi Kurang Tidur

Menurut Makinde kondisi tersebut berpotensi untuk mewujud dalam bentuk hambatan atau halangan pada jalan napas karena mungkin alam bawah sadar memerintahkan untuk melakukan hal itu, meski mekanisme ini tak sepenuhnya bisa dimengerti.

“Jadi hal itu bisa jadi muncul sebagai mengorok pada beberapa orang. Ini bersifat individual pada setiap orang,” ucapnya.

Faktor lain yang bisa jadi penyebab hadirnya kondisi mengorok adalah pola makan atau diet, faktor emosional, bertambahnya tugas karena bekerja dari rumah juga ikut mengubah rutinitas harian seseorang (Sbg/Rig)

Comments