Umumnya pandangan pria berbeda  dengan wanita soal pernikahan atau berumah tangga (Foto: Pixabay)
Umumnya pandangan pria berbeda dengan wanita soal pernikahan atau berumah tangga (Foto: Pixabay)

Sabigaju.com – Bagi sepasang kekasih, pernikahan adalah langkah berikutnya yang menjadi tujuan untuk melanggengkan hubungan cinta. Di negara kita sendiri umumnya pernikahan adalah menyatukan dua hati, dua jiwa, dua budaya, dan dua keluarga dalam suatu ikatan

Namun, umumnya pria memiliki pandangan yang berbeda dengan wanita dalam soal pernikahan. Terlebih jika pernikahan digambarkan lewat saat yang penuh kebersamaan. Mulai kebersamaan nan mesra di pagi hari, dan berakhir dengan makan malam romantis di rumah seperti drama percintaan di film-film, hal itu sungguh jauh dari pandangan pria.

Lantas bagaimana sebenarnya gambaran pernikahan atau berumah tangga di manta pria? Berikut ulasannya yang dihimpun Sabigaju dari berbagai sumber.

1. Pandangan Pria akan Rasa Bosan dan Hilang Kebebasan

Kebanyakan pria yang belum menikah umumnya memiliki alasan yang sama tentang pernikahan. Mereka takut merasa bosan, jenuh, dan tidak lagi memiliki kebebasan. Dalam benak mereka, menikah atau berumah tangga yang akan mereka temui adalah rutinitas yang sangat menjemukan.

Itulah sebabnya banyak pria yang justru sering jalan-jalan atau bersenang-senang sebelum menjalani pernikahan. Hal itu dilakukan untuk mengurangi rasa takut terkurung dan tidak bisa bebas lagi.

2. Takut Salah Memilih Pasangan

Pria memiliki kekhawatiran yang tinggi akan rasa takut salah dalam memilih pasangan untuk berumah tangga, bahkan terhadap wanita yang dicintainya. Itu sebabnya banyak pria yang menutupi hal itu dengan menunjukan tampilan terkesan santai dan tidak buru-buru menentukan target.

Namun, hal itu bukan lantaran tidak berminat terhadap pernikahan, dia hanya ingin benar-benar mengenal dan menyeleksi perempuan yang akan menjadi calon istrinya. Hal ini penting sebab pria juga memiliki ketakutan pasangannya merasa jenuh dan memilih berselingkuh.

3. Siap Bertanggung Jawab

Tanggung jawab, itulah yang ada di kepala pria mendengar kata pernikahan. Hal itu sering diartikan sebagai pria harus menjadi memberikan materi yang cukup, bahkan berlebih untuk keluarganya.

Dengan alasan ini, banyak pria mengaku memilih mengejar karier lebih dulu, mengumpulkan uang sebanyak-banyaknya sebelum memutuskan menikah.

Walau di era modern saat ini sudah banyak contoh berbagi tanggung jawab dalam urusan materi yang dilakukan pasangan suami-istri, namun, kebanyakan pria merasa khawatir dirinya tidak memberikan cukup materi kepada keluarga.

4. Hidup Sehat dan Terawat

Bagi pria, menikah berarti ada yang merawat dan mengurus semua kebutuhannya di rumah. Ada yang menyiapkan makanan, pakaian kerja, hingga merawatnya saat sakit.

Nah, bayangan ini akan terasa sempurna, ketika yang melakukannya adalah orang yang ia cintai. Hmm, enggak heran ya, kalau banyak pria yang berat badannya bertambah setelah menikah.

Seperti dilansir dalam Jurnal Families, System and Health beberapa waktu lalu yang menyebut 25% pria menjadi gemuk setelah menikah.

5. Dapat Teman Hidup

Menikah bagi pria, berarti memiliki teman hidup yang siap berbagi saat senang dan sedih. Setiap pria selalu memiliki harapan agar pasangannya dapat menjadi seseorang yang bisa memberikan dukungan dalam segala kondisi.

Yup, pria berharap, perempuan yang akan dinikahinya tak hanya menjadi istri tapi juga teman yang menyenangkan.

Pria  membutuhkan pasangannya sebagai teman untuk berkeluh kesah dan berdiskusi. Itu sebabnya pria selalu membutuhkan wanita yang bisa diajak bicara, sekaligus mau mendengarkan.

6. Menjadi Ayah

Bagi pria yang sudah menikah dan siap untuk memiliki anak, menjadi ayah adalah sosok yang selalu didambakan. Umumnya saat menanti kehadiran bayi, Pria sering tak sabar untuk mengajak anak prianya bermain bola atau membelikan anak perempuannya sebuah boneka cantik. Menjadi ayah yang bisa dibanggakan oleh anak-anaknya adalah mimpi dan keinginan banyak pria di dunia ini.

Namun Ada pula  pria yang justru merasa takut membayangkan menjadi seorang ayah dengan alasan takut kehilangan kebebasan, beban finansial yang tinggi, hingga takut tidak diperhatikan pasangan dan berbagai alasan lainnya. (Sbg/Rig)

Comments