Pola makan sehat
Menerapkan pola makan sehat  memang dapat memberikan efek baik pada tubuh. Namun demikian, kebiasaan memiliki sisi gelap ini dapat membuat seseorang mengalami gejala orthorexia. (Sumber: bodyambition.com)

Sabigaju.com – Banyak orang yang kini menerapkan pola makan sehat dengan memperhatikan segala asupan ataupun makanan yang dikonsumsi. Mulai dari jenis makanan, kandungan gizi, sumber makanan, proses pengolahan, dan sebagainya.

Menerapkan pola makan sehat  memang dapat memberikan efek baik pada tubuh. Namun demikian, kebiasaan ini dapat membuat seseorang mengalami gangguan.

Nah kali ini Sabigaju mau membahas fenomena gangguan makan yang disebut ortoreksia yang terjadi bila kita terlalu berlebihan menerapkan aturan pola makan sehat. Simak yuk.

BACA JUGA: Kesehatan Terancam, Bila Terlalu Banyak Menyantap Kuliner Sushi 

Tanda-tanda Ortorexia

Bila kamu menerapkan pola makan sehat, tak ada salahnya memperhatikan tanda-tanda ortoreksia.

Ortoreksia terjadi mana kala seseorang punya kelewat banyak aturan soal pola makan sehat. Biasanya mereka menimbang dan mengukur porsi makanan sedemikian rupa, meneliti, membuat katalog, bahkan hingga merencanakan makanan dengan begitu telitinya.

BACA JUGA: Berciuman Ternyata Banyak Khasiat Bagi Tubuh Manusia 

“Sederhananya, ortoreksia adalah fiksasi pada kualitas makanan dibandingkan dengan kuantitas makanan,” kata Yon Park, MD, dokter yang mempresentasikan penelitian tentang orthorexia pada pertemuan American Psychiatric Association beberapa waktu lalu.

Biasanya, saat penderita ortoreksia menyantap makanan yang tidak dianggap sehat, mereka diliputi kecemasan dan perasaan bersalah. Penderita ortoreksia bahkan tak ingin ada di dekat makanan yang mereka anggap tidak sehat.

Mereka juga cenderung menghakimi orang lain yang mengonsumsi makanan yang dinilai tak sehat.

Dan parahnya lagi, mereka akan terus-menerus mencoret lebih banyak makanan dan memperluas daftar peraturan makanan demi mempertahankan atau meningkatkan manfaat kesehatan.

Namun demikian, tidak semua orang yang menjalani pola makan sehat tak selalu berarti menderita ortoreksia.

BACA JUGA: Tujuh Gangguan Kesehatan yang Kerap Menjadi Momok Para Pria

Dampak Ortoreksia

Orang dengan ortoreksia memiliki emosi berlebihan yang terkait dengan pola makan sehat ataupun pilihan makanan, yang diyakini dapat meningkatkan kesehatan optimal.

Selain itu mereka umumnya mengalami kecemasan, rasa malu, takut akan penyakit, rasa tidak sadar, atau sensasi fisik yang negatif.

Sisi gelap ortoreksia itu berpotensi mengganggu kehidupan sehari-hari. Sebab, ortoreksia justru dapat memicu malnutrisi, penurunan berat badan ekstrem, gangguan gaya hidup, serta ketergantungan pada peraturan pola makan sehat yang berpengaruh pada kepercayaan diri.

Wah, berarti kita harus waspada yah, Lantas bagaimana mengatasinya?

BACA JUGA: Nikmat Sih, Tapi Kuliner Pedas Bisa Bikin Kamu Alami Nightmare!

Mengatasi Ortoreksia

Sama seperti gangguan makan lain, seperti bulimia ataupun anorexia, untuk mengatasi ortoreksia, konsultasi dengan ahli gizi sangat direkomendasikan. Namun, bila kemungkinan ada masalah emosional, ahli kesehatan mental juga bisa dilibatkan.

Langkah awal mengobati ortoreksia adalah memiliki kesadaran bahwa kebiasaan tersebut mungkin buruk bagi tubuh.

Hm, sesuatu yang berlebihan memang tidak baik termasuk terlalu berlebihan menerapkan pola makan sehat. (Sbg/Rig)

Comments