Olahraga
Berolahraga tidak hanya membuat kita terhindar dari penyakit namun juga dapat menyembuhkan sejumlah penyakit yang menyerang kita. (Foto: Victor Freitas/Unsplash)

Sabigaju.com – Perkembangan zaman dan teknologi yang menawarkan berbagai kemudahan rupanya berimbas, termasuk olahraga. Namun, manusia kini memiliki kecenderungan malas bergerak ataupun berolahraga.

Hal itu juga bisa memicu physical inactivity yang berisiko menghadirkan berbagai penyakit yang dekat dengan kematian. Penelitian mengatakan, gaya hidup tak sehat itu kini menjadi pembunuh nomor empat di dunia.

Kurangnya aktivitas fisik membuat kebugaran tubuh juga ikut berkurang. Bisa membuat seseorang menjadi gemuk, menjadi hipertensi, dan kencing manis. Itulah yang menyebabkan risiko dari physical inactivity.

Data yang dihimpun Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mencatat, perilaku tidak aktif telah menyebabkan 2 juta kematian di seluruh dunia setiap tahun dan menjadin faktor utama pemicu kanker usus besar, diabetes dan penyakit jantung. Bahkan, World Hear Federation (WHF) meyakini bahwa perilaku tidak aktif sama buruknya dengan orang yang merokok sebungkus setiap hari.

Ayo Berolahraga untuk Menghindari Penyakit

Dengan berolahraga, kalori akan terbakar sehingga kamu akan kehilangan atau setidaknya tak mengalami kenaikan berat badan. Sebuah riset menunjukkan, olahraga bermanfaat bagi orang gemuk.

Mereka yang punya indeks massa tubuh (BMI) 41 (obesitas berat) dan mampu menurunkan 7 persen bobotnya lewat olahraga teratur, mengalami penurunan tekanan darah dan trigliserida hingga kembali normal.

Peradangan pada pembuluh darah mereka juga turun antara seperempat dan sepertiga, meskipun rata-rata BMI-nya masih di angka 38 (masih terlalu tinggi). Sejumlah penelitian telah mengkonfirmasikan bahwa seseorang tidak harus kurus untuk menjadi sehat secara fisik.

Selain itu hasil riset para ilmuwan di Ceko menunjukkan bahwa melakukan latihan kekuatan selama kurun waktu tiga bulan membantu meningkatan sensitivitas insulin pada pria dengan resistensi insulin.

Sebuah penelitian di Inggris menegaskan bahwa efek latihan dapat menurunkan risiko gangguan sindrom metabolik. Sindrom metabolik adalah kombinasi dari gangguan medis yang meningkatkan risiko terkena penyakit kardiovaskular dan diabetes.

Olahraga dapat Menyembuhkan Penyakit

Latihan fisik atau berolahraga diperlukan bukan hanya mencegah penyakit tapi juga untuk mengobati penyakit yang sudah menyerang tubuh alias membantu menyembuhkan penyakit.

Namun, penentuan olahraga apa yang harus diikuti untuk mengobati penyakit tentu harus dilakukan oleh ahlinya. Tidak boleh sembarangan karena menentukan olahraga harus berdasarkan penyakit yang dialami.

Untuk penyakit lainnya yang membutuhkan istirahat total, olahraga juga tetap diperlukan. Namun, tidak dilakukan saat sakit, melainkan setelah penyakit itu sembuh.

Meskipun jenis olahraga yang dilakukan berbeda, namun pastinya olahraga pasti membawa efek yang lebih baik jika dibandingkan dengan tidak berolahraga. (Sbg/Rig)

Comments