(Foto: Instagram.com/warung_jurnalis)

Sabigaju.com –  Publik dan netizen kini tengah ramai memperbincangkasn aksi olahraga konyol yang dilakukan sejumlah orang saat berolahraga.

Yup, sebuah video kini tengah viral menunjukan aksi konyol sejumlah pesepda yang masuk ke ruas Tol Jagorawi, Kabupaten Bogor. Tak hanya itu, para pesepeda terseebut juga melintas melawan arah.

Dari video dan narasi yang beredar, sedikitnya 7 pesepeda yang melintas di jalan Tol Jagorawi KM 46. Empat pesepeda pun memotong jalan untuk melintas lawan arah. Dijelaskan, para pesepeda ini mengarah ke tempat istirahat (TI) Tol Jagorawi KM 45.

Rombongan pesepeda itu diketahui masuk melalui akses masuk Jalan Tol Jagorawi KM 47+200 dan mencoba melawan arah dengan menyeberang di median KM 46+500 menuju Tempat Istirahat dan Pelayanan (TIP) KM 45

BACA JUGA: Memakai Masker Saat Ini Bukan Soal Nyaman Nggak Nyaman

Melanggar Undang-Undang

Aki para pesepeda yang melintas di jalan tol ini terbilang konyol, terlenih jika dilihat dari segi aturan dan aspek keselamatan.

Pengendara sepeda dilarang untuk mengakses jalan tol. Sebab jalan tol dibangun untuk kendaraan bermotor roda empat atau lebih.

Hal itu tertuang dalam Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 15 Tahun 2005, Pasal 38 Ayat 1, disebutkan, jalan tol hanya diperuntukkan bagi pengguna jalan yang menggunakan kendaraan bermotor roda empat atau lebih

Sementara dari aspek keselamatan, pesepeda yang melalui jalan tol akan memiliki risiko kecelakaan yang besar. Terlebih ketika dilakukan pada hari-hari libur, biasanya volume kendaraan relatif kecil, sehingga mobil-mobil biasanya melaju dengan batas kecepatan maksimal atau bahkan lebih.

BACA JUGA: Klaster Gowes Jangan Sampai Terjadi, Berhentilah Gegabah! 

Membahayakan Pengguna Jalan Tol

Selain itu pesepeda juga akan bermasalah dengan hempasan angin dari kendaraan lain sebab jalan tol dibuat tanpa hambatan.

Sepeda memiliki bobot yang ringan, yang bisa saja dengan mudah diterpa angin kencang dari samping saat melintas di jalan bebas hambatan.

Bayangkan bila terjadi kecelakaan. Tindakan pesepeda masuk jalan tol  pantas untuk dijatuhi sanksi tegas. Jangan sampai dibiarkan sebab bukan tidak mungkin aksi -aksi nekad bakal terulang dan bukan tak mungkin akan menimbulkan korban jiwa.

Dan ini jelasj-elas aksi konyol bukan olahraga.

BACA JUGA: Aktivitas Olahraga Bukan Alasan untuk Kumpul Sama Teman 

Balap Lari Liar Meresahkan

Selain ulah Pesepeda masuk tol , warga jakarta kini juga tengah ramai membahas soaln maraknya aksi balap lari liar belakangan ini marak terjadi di sejumlah wilayah Jakarta. Antara lain di Ciledug, Bekasi, Cipondoh, Cipete dan sebagainya.

Aksi tersebut nyatanya bukan hanya mengganggu ketertiban umum, tapi juga ada pertaruhan uang.di lokasi, Nah balap lari liar ini biasanya berlari di jalan berjarak sekitar 100 meter tanpa memakai alas kaki.

Balap lari liar dianggap sebagai olahragaa konyol di masa pandemi
(Foto :ANTARA FOTO/Yulius Satria Wijaya)

Aksi Balap lari liar ini sealain konyol juga dinilai meresahkan masyarakat, Sebab aksi balap lari liar ini mengabaikn berbagai protokol kesehatan dan berpotensi menimbulkan penularan covid-19 lewat kerumunan penonton yang menyaksikan ajaang lir tersebut.

Dan biasanya ajang yang kerap digelar saat malam hari ini  dilakukan dengan menutup ruas jalan secara sepihak Hal ini tentunya bakal menyulitkan pengguna jalan yng hendak melintas.

Gaes, yuk hentikan aksi olahraga konyol di tengah penyebaran  virus Covid-19 yang  tengah melonjak .  Meremehkan penyebaran virus Corona sungguh sesuatu yang nggak bijak! (Sbg/Rig)

Comments