Obat penenang
(Foto: Freepik.com)

Sabigaju.com – Sebelum melakukan aksi biadab memperkosa puluhan korbannya, predator seks Reynhard Sinaga,membius para korbannya terlebih dahulu dengan obat penenang.

Adapun obat penenang yang digunakan adalah jenis GHB (gamma-hydroxybutyrate). Apa bagaimana cara kerja GHB?

Sabigaju bakal membahasnya agar kamu mewaspadai dampaknya dan mawas diri dengan modus serupa yang dilakukan oleh predator seksual ala Reynhard Sinaga.

BACA JUGA: Jangan Diam, Ketika Dirimu Mengalami Pelecehan Seksual

Ekstasi Cair

GHB dikenal juga dengan Ekstasi cair ini yang kerap disebut dengan nama lain ‘G’ atau ‘chemsex’. GHB biasanya digunakan sebagai obat depresi, pembentuk otot dan menghilangkan gejala seperti nyeri, kelelahan dan masalah tidur.

Obat penenang ini, sering ditemukan dan digunakan dalam lingkungan sosial, seperti pesta, klub, dan rave, untuk efek memabukkan, euforia, dan obat penenang.

Menurut konsultan psikiater dan pendiri Global Drug Survey, Profesor Adam Winstock, mengatakan ada risiko besar yang akan timbul jika GHB disalahgunakan.

“Ini adalah obat yang menimbulkan dampak besar ketika orang-orang di luar sana mencoba menggunakannya untuk bersenang-senang. Jika mengambil satu tetes ekstra dari GHB, maka 20 menit kemudian, Anda akan tidak sadarkan diri,” katanya

Euforia, peningkatan gairah seks, dan ketenakan dilaporkan menjadi efek dari penyalahgunaaan GHB.

BACA JUGA: Waspada Terhadap Predator Seksual Ala Reynhard Sinaga

Obat penenang ini juga memiliki potensi adiktif jika digunakan berulang. Efek penarikan dapat termasuk insomnia, kecemasan, dan tremor.

Overdosis cairan G sangat mudah terjadi apabila dicampur obat atau alkohol. Seseorang akan menderita kejang-kejang, tidak fokus, kehilangan kesadaran, bahkan berhenti bernapas.

Dosis tinggi bahkan tanpa dicampur dengan zat apapun dapat menyebabkan koma, depresi, gangguan pernapasan dan kematian mendadak.

BACA JUGA: Bagaimana Sikap Pria Ketika Mengalami Perlakuan Pelecehan Seksual?

Senjata Predator Seksual

Dilansir laman  Alcohol.org, obat bius ini memang sering disalahgunakan untuk kasus pelecehan seksual. Inilah sebabnya GHB terkadang disebut sebagai ‘date rape‘. Bagi pemerkosa, GHB digunakan sebagai ‘senjata’.

Obat penenang ini masuk dalam narkotika kelas C yang dilarang sebagai obat dalam bentuk cairan atau bubuk. Tidak berwarna dan tidak berbau, biasanya dilarutkan dalam air.

Dalam kasus Reynhard Sinaga, seorang korban yang meminum obat penenang ini terbangun dengan kondisi telanjang di lantai dengan perasaan mual dan panik. Sampai pada kesimpulan bahwa ia telah dibius.

Comments