Kita harus menjunjung optimisme di masa new normal
(Foto: Freepik.com)

Sabigaju.com – Di tengah pandemi Covid-19, banyak orang lebih rentan mengalami masalah mental daripada sebelumnya. Sebagian orang kerap dihampiri oleh pikiran-pikiran negatif seperti kecemasan ketimbang mewujudkan optimisme.

Dalam pandangan pendiri sekaligus Chief Creative Officer ban.do sekaligus penulis buku terlaris “The Upside of Being Down“, Jen Gotch, hal itu wajar terjadi. Menurutnya, berpikiran negatif sudah menjadi bagian dari kehidupan sebagian besar orang.

“Aku pernah membaca bahwa kita memiliki lebih dari 50.000 pemikiran setiap harinya, dan 70-80 persennya adalah pikiran negatif,” ucap Gotch.

Goth menambahkan, orang-orang yang punya pandanganoptimisme tidak terobsesi dengan keadaan atau pengalaman negatif. Mereka justru menerima perasaan yang ada dengan syukur, humor dan penerimaan.

Bagi Gotch, sikap tersebut bukan berpura-pura seolah semuanya baik-baik saja, melainkan percaya bahwa semuanya akan baik-baik saja pada akhirnya. Oleh karena itu, mengubah pola pikir adalah hal yang sangat penting.

“Pola pikir adalah salah satu rahasia utama kesuksesanku dan sangat membantuku dalam menghadapi semua tantangan pandemi Covid-19,” paparnya.

Berikut sederet tips yang diberikan Gotch untuk mengubah pesimisme menjadi optimisme.

BACA JUGA: Sederet Kebiasaan Baik yang Tumbuh Saat Pandemi

1. Tenang

Luangkan waktu tenang untuk mulai menyadari pikiran kita. Banyak dari kita terbiasa tenggelam dalam narasi yang terus-menerus ada dalam pikiran kita, yang seringkali didasari rasa takut dan penuh pikiran negatif. Menyadari pikiran menjadi langkah terbaik untuk memulai.

2. Membuang Pikiran Negatif

Kamu bisa memilih untuk tidak mendengarkan suara-suara negatif dalam pikiran. Cobalah “berkata” pada pikiran negatif tersebut bahwa hari ini kamu tidak membutuhkannya.

BACA JUGA: Tiga Hal yang Membuatmu Sulit Merasa Bahagia

3. Mencoba Menantang Diri

Mulailah menambah nilai-nilai positif ke dalam pikiran. Gotch senang menantang dirinya sendiri untuk menemukan sisi positif dari sesuatu yang negatif.

Tentu saja tidak semua situasi mudah dipandang lewat perspektif positif, tetapi ini adalah cara yang bagus untuk mulai melatih otak kita menuju optimisme.

4. Ubah Pola Pandang

Dengan optimisme kita dapat mengenali bahwa tidak ada cara untuk menghindari hari-hari di mana hal-hal buruk terjadi. Namun, kita bisa mengontrol bagaimana diri kita memberi label pada hari itu.

Artinya, penting untuk menemukan cara untuk memandang hari-hari yang paling sulit sebagai hari yang baik, dan itu memberi kita banyak kekuatan.

“Ini membantuku mengingat bahwa yang buruk itu ada, sehingga kita dapat mengetahui apa yang baik,” katanya.

Jika kamu sudah berhasil menerima situasi dan bersyukur atas pencerahan yang dapat dihasilkan alih-alih menolaknya, kamu dapat menemukan kedamaian.

BACA JUGA: Pandemi Covid-19 Mengubah Pribadi Manusia Jadi Lebih Baik?

5. Soal Menerima Kenyataan

Penerimaan adalah bagian besar dari optimisme.  Orang yang pesimis mungkin menghabiskan banyak waktu melawan berita buruk, situasi yang mengerikan, dan lainnya.

Tetapi dalam kenyataannya, sebagian besar hal dalam hidup sebenarnya berada di luar kendali kita. Belajarlah untuk menerima kenyataan bahwa kita tidak dapat mengendalikan semua situasi.

Sebaliknya, bekerja keraslah untuk mengendalikan bagaimana kita bereaksi terhadap suatu hal. Ini adalah bagian lain dari optimisme yang sangat kuat.

Nah, semoga informasi ini bisa membuatmu lebih siap untuk mengubah pikiran-pikiran pesimis menjadi optimisme di masa new normal. (Sbg/Rig)

Comments